Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara ke Curug Cibeureum dari Jakarta Naik KRL, Solusi Liburan Murah

Cara ke Curug Cibeureum dari Jakarta Naik KRL, Solusi Liburan Murah
potret Curug Cibeureum (google.com/maps/Galih Surya Pratama)
Share Article

Mau healing tipis-tipis ke alam tapi dompet lagi pas-pasan atau kamu bosan dengan suasana Jakarta yang itu-itu saja? Pergi ke Curug Cibeureum bisa jadi pilihan yang pas banget. Air terjun yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini punya pesona pemandangan yang bikin stres hilang seketika.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu membawa kendaraan pribadi, kok. Kamu bisa banget memanfaatkan transportasi umum seperti KRL dan angkot. Selain lebih hemat, perjalanan ini bakal kasih kamu pengalaman seru layaknya petualang sejati. Yuk, simak panduan lengkap cara ke Curug Cibeureum naik KRL dari Jakarta berikut ini!

1. Menuju Stasiun Bogor dengan KRL Commuter Line

ilustrasi KRL
ilustrasi KRL (pexels.com/Didin Rachmawan N)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menuju Stasiun Bogor. Kamu bisa naik KRL dari stasiun terdekat di Jakarta, seperti Stasiun Jakarta Kota, Manggarai, atau Sudirman. Pastikan kamu sudah punya saldo di kartu e-money atau aplikasi pendukung agar tidak perlu antre di loket.

Perjalanan naik KRL ini bakal memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam tergantung posisi stasiun keberangkatanmu. Nikmati saja pemandangan kota dan suasana di kereta, anggap saja ini pemanasan sebelum trekking nanti.

2. Estafet angkot: Sukasari hingga Cisarua

ilustrasi angkot
ilustrasi angkot (unsplash.com/Feby Elsadiora)

Setelah sampai di Stasiun Bogor, keluar dari stasiun dan langsung cari angkot kode 02 yang menuju arah Sukasari. Kamu bisa turun tepat di depan BTM (Bogor Trade Mall). Dari sana, perjalanan berlanjut dengan naik angkot berwarna biru dengan jurusan Cisarua-Puncak.

Jangan sampai salah naik, ya. Kamu cukup bilang ke sopir angkot untuk turun di pertigaan Hankam atau pertigaan yang mengarah ke Kebun Raya Cibodas. Ini adalah jalur utama menuju kawasan wisata Puncak, jadi angkotnya cukup mudah ditemukan.

3. Ojek pangkalan menuju gerbang masuk

potret naik ojek online
potret naik ojek online (commons.wikimedia.org/Galeri ega)

Begitu turun di pertigaan menuju Kebun Raya Cibodas, kamu belum sampai di titik pendakian, nih. Agar lebih praktis dan tidak membuang tenaga untuk berjalan kaki, kamu bisa menggunakan jasa ojek pangkalan yang mangkal di sekitar pertigaan tersebut.

Minta diantar langsung menuju pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Cibodas). Perjalanan dengan ojek ini akan melewati pemandangan kebun sayur dan udara yang makin terasa sejuk. Jangan lupa negosiasi harga di awal agar kamu tidak bingung saat membayar nanti.

4. Trekking santai menuju air terjun

potret Curug Cibeureum
potret Curug Cibeureum (google.com/maps/Uci Bukit golf)

Ini dia bagian paling seru! Setelah sampai di pintu masuk, kamu perlu membeli tiket terlebih dahulu. Setelah itu, kamu akan melakukan trekking dengan berjalan kaki menyusuri jalur pendakian sepanjang kurang lebih 2,8 km. Estimasi waktu tempuhnya sekitar 1 hingga 2 jam, tergantung kecepatan jalan kamu.

Jalur di sini sudah cukup tertata, jadi tidak perlu khawatir tersesat. Sepanjang jalan, kamu akan dimanjakan dengan pepohonan rindang dan udara yang sangat segar. Begitu sampai di lokasi, rasa lelah kamu bakal terbayar lunas saat melihat air terjun yang cantik dan airnya yang jernih.

Karena lokasinya di daerah pegunungan, pastikan kamu memakai sepatu yang nyaman, misalnya sepatu trekking atau sneakers yang tidak licin. Jangan lupa bawa jaket karena suhunya bisa cukup dingin, apalagi kalau kamu datang saat cuaca sedang mendung. Bawa juga perbekalan air minum dan camilan secukupnya agar energi kamu tetap terjaga selama perjalanan.

Ingat, selalu jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalur pendakian ya. Jadilah wisatawan yang bertanggung jawab agar keindahan Curug Cibeureum tetap terjaga. Selamat merencanakan liburan kamu dan semoga perjalananmu menyenangkan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Selain Raung, Ini 5 Gunung di Banyuwangi yang Menarik untuk Didaki

24 Mei 2026, 14:45 WIBTravel