Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Negara Asia yang Menerapkan Digital Arrival Card per Agustus 2026
ilustrasi di bandara (unsplash.com/Erik Odiin)
  • Indonesia memakai All Indonesia untuk menyatukan deklarasi imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina bagi penumpang dari luar negeri dalam satu sistem online.
  • Di Asia Tenggara, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Laos telah menerapkan berbagai kartu kedatangan digital dengan cakupan serta waktu pengisian berbeda.
  • Jepang, China, Taiwan, dan India juga menggunakan layanan kedatangan digital; khusus India, e-Arrival Card bukan visa dan tidak otomatis memberi izin masuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada momen kecil yang biasanya terjadi sebelum liburan benar-benar dimulai. Setelah koper selesai dikemas, paspor sudah masuk tas, dan tiket pesawat tersimpan di ponsel; traveler biasanya mulai mengecek lagi satu per satu dokumen yang dibutuhkan di negara tujuan. Sebab, urusan perjalanan sekarang bukan cuman soal visa atau paspor.

Selain urusan visa, beberapa negara sudah meminta wisatawan mengisi kartu kedatangan sebelum atau saat tiba di bandara. Bedanya, kartu yang dulu harus ditulis di atas kertas kini mulai beralih ke sistem digital bernama digital arrival card.

Indonesia pun sudah menerapkan sistem serupa melalui All Indonesia. Setiap penumpang yang datang dari luar negeri dapat mengisi deklarasi kedatangan secara online yang menggabungkan kebutuhan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem.

Selain Indonesia, negara Asia mana saja yang sudah menerapkan pengisisan digital arrival card per Agustus 2026 ini? Berikut beberapa di antaranya.

1. Asia Tenggara

ilustrasi wisata di Thailand (unsplash.com/Mathew Schwartz)

Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan cukup banyak negara yang sudah menerapkan sistem kedatangan digital. Bahkan, beberapa destinasi favorit wisatawan sudah menggunakannya.

Thailand memiliki Thailand Digital Arrival Card (TDAC). Sistem ini menggantikan kartu kedatangan berbasis kertas dan berlaku bagi warga negara asing yang masuk Thailand melalui jalur udara, darat, maupun laut. Kemudian ada Malaysia dengan Malaysia Digital Arrival Card (MDAC). Wisatawan asing yang masuk ke Malaysia perlu mengisi kartu kedatangan digital sesuai ketentuan imigrasi yang berlaku.

Gak jauh dari Malaysia, Singapura menggunakan SG Arrival Card. Wisatawan perlu mengirimkan informasi pribadi, detail perjalanan, dan deklarasi kesehatan secara elektronik dalam tiga hari sebelum tanggal kedatangan.

Berikutnya, ada Filipina yang menggunakan sistem eTravel dan menjadi platform digital untuk mengumpulkan data penumpang yang datang serta berangkat dari Filipina. Indonesia juga sudah punya sistem sendiri melalui All Indonesia Arrival Card. Sistem ini mengintegrasikan deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu platform.

Sementara itu, Vietnam mulai memperkenalkan Vietnam Digital Arrival Card pada April 2026. Untuk tahap awal, sistem ini diterapkan bagi warga negara asing yang masuk melalui Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City.

Ada pula Kamboja dengan e-Arrival Card yang menggantikan sejumlah formulir kertas untuk kebutuhan imigrasi, kesehatan, dan bea cukai. Terakhir di kawasan Asia Tenggara, ada Laos yang menggunakan Lao Digital Immigration Form (LDIF) yang mulai diterapkan September 2025 di sejumlah titik pemeriksaan internasional.

2. Asia Timur

ilustrasi wisata di Jepang (unsplash.com/Jezael Melgoza)

Bergeser ke Asia Timur, sistem kedatangan digital juga sudah digunakan oleh sejumlah destinasi populer seperti Jepang, China, dan Taiwan. Jepang menggunakan Visit Japan Web, sebuah layanan digital yang mewajibkan traveler mengisi informasi untuk proses kedatangan sebelum tiba.

Kemudian ada China yang mulai menyediakan layanan pengisian Arrival Card secara online sejak November 2025. Wisatawan asing dapat mengisi informasi kedatangan sebelum bepergian melalui situs resmi National Immigration Administrasi, aplikasi NIA 12367, maupun sejumlah platform resmi lainnya.

Sementara itu, Taiwan menggunakan Online Arrival Card atau Taiwan Arrival Card (TWAC). Sistem ini secara resmi menggantikan kartu kedatangan berbasis kertas sejak 1 Oktober 2025. Dengan adanya sistem digital tersebut, wisatawan tidak perlu lagi mengandalkan formulir kertas yang dibagikan di pesawat. Meski begitu, kamu tetap wajib memeriksa aturan terbaru karena kewajiban, pengecualian, dan waktu pengisian yang bisa berbeda di setiap negara.

3. Asia Selatan

ilustrasi wisata di India (unsplash.com/Sylwia Bartyzel)

Untuk kawasan Asia Selatan, India menjadi salah satu negara yang sudah menerapkan e-Arrival Card bagi wisatawan asing. Sistem ini menggantikan kartu kedatangan fisik dan dapat diisi secara online dalam waktu 72 jam sebelum tiba di India. Informasi yang perlu dimasukkan mencakup data paspor, kewarganegaraan, tujuan perjalanan, tanggal kedatangan, alamat selama berada di India, serta informasi kontak.

e-Arrival Card ini merupakan deklarasi kedatangan dan bukan visa. Sehingga, kamu perlu membedakan antara arrival card dan visa. Mengisi e-Arrival Card juga tidak otomatis memberikan izin masuk ke India. Wisatawan tetap harus memenuhi ketentuan visa atau izin masuk sesuai kewarganegaraannya.

Saat ini, sudah semakin banyak negara Asia yang mulai mengandalkan sistem kedatangan digital untuk membuat proses di perbatasan lebih praktis. Meski nama dan aturannya berbeda-beda, tujuannya kurang lebih sama yaitu memindahkan sebagian urusan administrasi perjalanan ke ranah digital. Jadi, kalau dalam waktu dekat kamu punya rencana menjelajahi negara-negara Asia, cek juga aturan kedatangan negara tujuan termasuk apakah harus mengisi digital arrival card sebelum berangkat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article