Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tokyo Metro Gunakan AI untuk Urai Kepadatan Penumpang Kereta

3 min read
Tokyo Metro Gunakan AI untuk Urai Kepadatan Penumpang Kereta
ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang (unsplash.com/Ajay Murthy)
  • Tokyo Metro menguji AI yang menganalisis kamera peron dan memproyeksikan petunjuk lantai menuju gerbong lebih sepi, guna mengurai antrean bagi hingga 7,5 juta penumpang harian.
  • Uji coba beberapa bulan akan mengevaluasi efektivitas distribusi penumpang, kelancaran arus, kenyamanan, dan keselamatan. Jika berhasil, teknologi ini akan dipertimbangkan untuk stasiun lain.
  • Tokyo Metro juga meluncurkan Metro CrowdNavi, situs tanpa registrasi yang memantau kepadatan sembilan jalur, menampilkan peta serta data rata-rata lima hari sebelumnya berdasarkan stasiun dan waktu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jepang terus mengambil langkah maju untuk memberikan fasilitas terbaik dan mutakhir bagi para penumpang kereta bawah tanah. Dilansir Japan On News, Tokyo Metro baru-baru ini dilaporkan melakukan peningkatan layanan dengan memanfaatkan teknologi AI atau Artificial Intelligence.

Tokyo Metro tengah menguji coba penggunaan AI berupa proyeksi lantai untuk memandu para penumpang menuju gerbong yang sepi. Langkah ini diambil untuk memperkenalkan pendekatan baru demi mengurangi kepadatan di peron kereta bawah tanah. Bagaimana perkembangannya?

  1. 1. Tokyo Metro gunakan AI untuk urai kepadatan penumpang

    ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang
    ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang (unsplash.com/Kenny Kuo)

    Tokyo Metro merupakan salah satu operator angkutan cepat terbesar di Tokyo selain Toei Subway. Setiap hari, kereta bawah tanah tersebut melayani hingga 7,5 juta penumpang, sehingga menyebabkan kemacetan dan antrean panjang di peron, terutama pada jam-jam sibuk dan saat peak season.

    Oleh karena itu, tiga perusahaan, termasuk Tokyo Metro dan Sharp, tengah menguji coba teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk mengurai kepadatan penumpang kereta bawah tanah tersebut. AI bertujuan untuk menganalisis rekaman kamera di peron stasiun, lalu memprediksi seberapa penuh setiap gerbong nantinya.

    Sistem tersebut kemudian memproyeksikan informasi ke lantai peron untuk membantu penumpang memilih tempat naik. Kata "Crowded" atau "Ramai" akan muncul di arah gerbong yang penuh, sementara indikator hijau menunjuk ke gerbong yang relatif kosong agar penumpang menyebar dan tidak menumpuk di satu area.

  2. 2. Tokyo Metro pertimbangkan untuk perluas ke stasiun-stasiun lain

    ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang
    ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang (unsplash.com/Jay Lo)

    Hideyuki Yoshino dari Tokyo Metro mengatakan sistem yang berbasis AI ini dirancang untuk memengaruhi pergerakan para penumpang tanpa mengharuskan mereka untuk berhenti dan memeriksa layar informasi. Cara ini tentunya diharapkan dapat mengurangi kepadatan di area peron, memperlancar arus pergerakan pada jam sibuk, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna moda transportasi bawah tanah.

    "Kami percaya bahwa dengan menggunakan sesuatu yang secara alami menarik perhatian orang-orang saat berjalan, kami dapat mendorong mereka untuk bergerak menuju area yang kurang ramai," kata Hideyuki Yoshino, seperti dilansir Japan On News.

    Uji coba diperkirakan akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan, di mana perusahaan-perusahaan akan terus melakukan evaluasi, apakah proyeksi lantai tersebut berhasil mendistribusikan kembali para penumpang di sepanjang peron dan mengurangi kepadatan. Jika sistem ini terbukti efektif, Tokyo Metro akan mempertimbangkan untuk memperkenalkan teknologi AI ini di stasiun-stasiun lain.

  3. 3. Tokyo Metro juga rilis Metro CrowdNavi untuk pantau kepadatan kereta

    ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang
    ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang (unsplash.com/alicharmant)

    Namun, penggunaan AI bukan satu-satunya inovasi yang sedang dikembangkan di Negeri Sakura tersebut untuk mengurangi kepadatan para penumpang, lho. Sebelumnya, pada Juni 2026 lalu, Tokyo Metro juga telah meluncurkan Metro CrowdNavi, situs web yang akan membantu para penumpang mencari kereta bawah tanah yang tidak terlalu ramai di Tokyo.

    Ada 9 jalur kereta bawah tanah Tokyo Metro yang bisa dipantau melalui Metro CrowdNavi, yakni Ginza Line, Marunouchi Line, Hibiya Line, Tozai Line, Chiyoda Line, Yurakucho Line, Hanzomon Line, Namboku Line, dan Fukutoshin Line. Selain itu, bagi wisatawan asing, situs web tersebut juga menghadirkan pilihan bahasa Inggris dan dapat langsung digunakan tanpa melakukan registrasi.

    Pilih salah satu jalur yang ingin dicek dan waktu perjalanan, hari kerja atau hari libur. Layar lalu akan menampilkan peta kepadatan berdasarkan waktu dan stasiun. Ketuk nama stasiun di peta tersebut untuk melihat detail grafik. MetroCrowdNavi bahkan menyediakan data kepadatan rata-rata dari 5 hari sebelumnya berdasarkan stasiun, waktu, dan layanan kereta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More