Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Wisata yang Tutup Dampak Karhutla Kalimantan, Full Asap!
Potret karhutla (pexels.com/Vladyslav Dukhin)
  • Karhutla melanda sejumlah wilayah Kalimantan, mendorong status tanggap darurat di Kalimantan Tengah pada 31 Agustus–29 September 2026 serta mengganggu kualitas udara dan aktivitas wisata.
  • Pendakian TN Bukit Baka Bukit Raya ditutup sementara; TWA Gunung Kelam di Sintang ditutup 29 Agustus–30 September 2026, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai kondisi.
  • Kawasan Mandiangin Tahura Sultan Adam ditutup sejak 6 Agustus hingga pemberitahuan lanjut, sementara akses Bukit Kuri Ketapang ditutup sejak 4 Agustus demi keamanan dan pemeliharaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kualitas udara, tetapi juga membuat aktivitas wisata di beberapa kawasan alam harus dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung. Di Kalimantan Tengah, misalnya, karhutla meluas hingga pemerintah menetapkan status tanggap darurat mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026.

Sementara itu, titik panas mulai menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan. Meski demikian, risiko kebakaran masih menjadi perhatian, terlebih asap dari karhutla di Kalimantan juga dilaporkan meluas hingga ke sejumlah wilayah negara tetangga.

Situasi tersebut turut memengaruhi beberapa destinasi wisata alam. Sejumlah kawasan memilih menutup sementara akses wisata dan pendakian untuk mengantisipasi risiko kebakaran, serta menjaga keselamatan wisatawan dan petugas. Berikut beberapa wisata di Kalimantan yang tutup akibat dampak karhutla.

1. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) merupakan kawasan konservasi yang berada di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kawasan ini dikenal dengan bentang alam hutan hujan tropis yang masih lebat, serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Kalimantan. TNBBBR juga menjadi salah satu tujuan bagi pencinta alam yang ingin menjelajahi kawasan hutan dan mendaki gunung di dalam taman nasional.

Pada Minggu (30/8/2026), Balai TNBBBR mengumumkan penutupan sementara kegiatan pendakian. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan pendaki serta kondisi kawasan di tengah situasi karhutla yang masih membutuhkan penanganan dan pemantauan.

Belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali jalur pendakian. Wisatawan yang sudah memiliki rencana perjalanan ke TNBBBR diimbau menunggu informasi terbaru melalui kanal resmi Balai TNBBBR dan tidak memaksakan pendakian selama kawasan masih dinyatakan tutup.

2. Taman Wisata Alam Gunung Kelam

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam merupakan salah satu destinasi alam yang berada di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kawasan ini terkenal dengan Gunung Kelam, salah satu batu monolit besar yang menjadi lanskap khas daerah tersebut. Wisatawan biasanya datang untuk menikmati panorama alam sekaligus melakukan aktivitas pendakian menuju kawasan perbukitan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menetapkan penutupan sementara seluruh kegiatan wisata alam di TWA Gunung Kelam mulai 29 Agustus hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, seluruh kegiatan wisata alam di kawasan Gunung Kelam tidak diperkenankan. Masa penutupan juga dapat diperpanjang apabila kondisi cuaca, tingkat kerawanan karhutla, atau pertimbangan teknis pengelolaan kawasan belum memungkinkan untuk dibuka kembali.

Diketahui, informasi pembukaan kembali wisata alam TWA Gunung Kelam akan diumumkan kembali oleh BKSDA Kalimantan Barat.

3. Kawasan Wisata Mandiangin, Tahura Sultan Adam

Kawasan Wisata Mandiangin merupakan salah satu destinasi alam yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kalimantan Selatan. Tempat ini dikenal dengan suasana hutan dan perbukitan yang sejuk, sekaligus menjadi salah satu kawasan rekreasi alam yang cukup populer bagi wisatawan di Kalimantan Selatan.

Pengunjung biasanya datang untuk menikmati panorama dari kawasan perbukitan, menjelajahi lingkungan alam, atau sekadar menghabiskan waktu di tengah suasana yang jauh dari perkotaan. Keberadaan kawasan hutan juga membuat kondisi cuaca dan risiko kebakaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Tahura Sultan Adam menutup sementara Kawasan Wisata Mandiangin mulai 6 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari langkah Tahura Siaga Kebakaran Hutan untuk menjaga keselamatan pengunjung, petugas, dan kawasan konservasi.

Wisatawan sebaiknya menunggu pengumuman resmi sebelum merencanakan kunjungan kembali ke Mandiangin. Selama penutupan, pengunjung diimbau mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki kawasan yang telah dinyatakan tutup.

4. Bukit Kuri, Ketapang

Bukit Kuri merupakan salah satu wisata alam yang berada di Desa Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kawasan perbukitan ini menjadi salah satu ikon wisata alam setempat karena menawarkan lanskap hijau dan panorama khas wilayah pedalaman Ketapang.

Bukit Kuri juga sempat terdampak karhutla pada awal Agustus 2026. Kondisi cuaca yang kering membuat kebakaran di sekitar kawasan perbukitan menjadi perhatian karena berpotensi mengancam vegetasi alam. Situasi tersebut turut menjadi pertimbangan dalam penutupan sementara kawasan wisata.

Akses menuju ke Bukit Kuri ditutup sejak 4 Agustus 2026 untuk pemeliharaan, sekaligus menjaga keamanan pengunjung. Penutupan dilakukan agar wisatawan tidak berada di kawasan yang masih memiliki risiko akibat kondisi lingkungan dan dampak kebakaran.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke Bukit Kuri sebaiknya menunggu informasi mengenai pembukaan kembali kawasan sebelum melakukan perjalanan. Selain membantu menjaga keselamatan, pembatasan akses juga memberi kesempatan bagi pengelola untuk memastikan kondisi kawasan kembali aman dan layak dikunjungi.

Itu dia beberapa wisata di Kalimantan yang tutup sementara di tengah kondisi karhutla. Meski sejumlah wilayah mulai menunjukkan penurunan titik panas, risiko kebakaran masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan yang memiliki banyak vegetasi dan berada dalam kondisi cuaca kering. Jika kamu berencana berwisata ke Kalimantan dalam waktu dekat, pastikan mengecek informasi terbaru dari pengelola destinasi sebelum berangkat dan hindari memasuki kawasan yang masih ditutup.

Curated For You

Editorial Team

Related Article