Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kualitas udara, tetapi juga membuat aktivitas wisata di beberapa kawasan alam harus dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung. Di Kalimantan Tengah, misalnya, karhutla meluas hingga pemerintah menetapkan status tanggap darurat mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Sementara itu, titik panas mulai menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan. Meski demikian, risiko kebakaran masih menjadi perhatian, terlebih asap dari karhutla di Kalimantan juga dilaporkan meluas hingga ke sejumlah wilayah negara tetangga.
Situasi tersebut turut memengaruhi beberapa destinasi wisata alam. Sejumlah kawasan memilih menutup sementara akses wisata dan pendakian untuk mengantisipasi risiko kebakaran, serta menjaga keselamatan wisatawan dan petugas. Berikut beberapa wisata di Kalimantan yang tutup akibat dampak karhutla.
