Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Destinasi Ekowisata Mangrove Terbaik di UEA untuk Pecinta Alam
ilustrasi mangrove terbaik di UEA (commons.wikimedia.org/IndonesianMom)
  • Mangrove National Park Abu Dhabi melindungi sekitar 75% hutan bakau UEA, menawarkan kayak, paddleboarding, eco boat, boardwalk, serta habitat flamingo, penyu, kepiting, dan mamalia air.

  • Al Rams di Ras Al Khaimah dan Mangrove Beach Umm Al Quwain menonjolkan pesisir kaya satwa, aktivitas kayak serta pengamatan burung, dengan Umm Al Quwain ideal dikunjungi Oktober-April.

  • Al Zorah Ajman menjalankan restorasi bakau, sementara Khor Kalba Sharjah melindungi hutan bakau tua dan burung cekakak bakau Arab melalui fasilitas konservasi serta edukasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Negara Uni Emirat Arab mungkin langsung tertuju pada kemegahan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan mewah, serta gurun pasir yang luas. Namun, siapa sangka di balik lanskap futuristik tersebut, negara ini menyimpan kejutan manis berupa ekosistem pesisir yang begitu asri. Hutan mangrove atau bakau menjadi salah satu destinasi ekowisata paling hits yang menawarkan sisi tenang dan alami UEA, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Bagi para pecinta alam atau nature lovers, menjelajahi kawasan mangrove di UEA bukan hanya sekadar sarana untuk refreshing, tetapi juga kesempatan untuk menyaksikan keajaiban keanekaragaman hayati lokal. Mulai dari mendayung kano di antara pepohonan hijau hingga melihat kawanan burung flamingo secara langsung. Penasaran di mana saja lokasinya? Yuk, simak lima rekomendasi destinasi ekowisata mangrove terbaik di UEA berikut ini!

1. Mangrove National Park Abu Dhabi, paru-paru hijau megah di ibu kota

ilustrasi Mangrove National Park Abu Dhabi (commons.wikimedia.org/SpongistBuffoonist)

Mangrove National Park merupakan kawasan konservasi alam penting yang berada di tepi Kota Abu Dhabi dan melindungi sekitar 75% dari total hutan bakau di UEA. Selain menambah keindahan kota, hutan bakau ini berfungsi sebagai paru-paru hijau yang menyaring air, menyerap karbon, serta melindungi wilayah pesisir dari gelombang pasang. Area ini juga menjadi rumah bagi beragam ekosistem, mulai dari flamingo, burung bangau, penyu, hingga kepiting dan mamalia air.

Taman nasional ini menawarkan perpaduan antara rekreasi dan wisata edukasi ramah keluarga. Ada banyak cara menyenangkan untuk menjelajahi keindahan alamnya, seperti menyewa kayak, mencoba stand up paddleboarding, mengelilingi perairan dengan eco boat, menyusuri jalur jalan kaki atau boardwalk sepanjang 2 kilometer, hingga sekadar melakukan yoga dan pengamatan burung. Meskipun akses masuk ke kawasan ini gratis, beberapa penyedia layanan lokal mengenakan biaya untuk aktivitas air atau perahu.

 

2. Hutan Mangrove Al Rams, Ras Al Khaimah, eksotisme pesona alam di kaki pegunungan

potret mangrove Ras Al Khaimah (commons.wikimedia.org/Sajisahadevan)

Hutan mangrove di Ras Al Khaimah merupakan ekosistem pesisir yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati. Kawasan bakau ini berpadu kontras dengan pemandangan lanskap modern kota serta garis pantai sepanjang 68 kilometer. Selain memperindah alam, ekosistem ini memiliki peran ekologis penting sebagai pelindung alami pantai dari erosi dan badai, penyerap karbon, serta tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai jenis biota laut dan satwa liar.

Dilansir laman Visit Ras Al Khaimah, kawasan mangrove ini menjadi rumah bagi beragam fauna unik, seperti burung flamingo berwana merah muda, burung cormorant, bangau, hingga burung pemangsa seperti elang bintik besar. Di perairan dangkalnya, terdapat puluhan spesies kepiting dan kerang, serta sesekali terlihat ikan pari hingga hiu karang sirip hitam. Ekosistem ini juga menjadi tempat persinggahan penting bagi ribuan burung migran yang melintasi wilayah tersebut setiap tahunnya.

3. Pesisir Mangrove Umm Al Quwain, suaka alami burung flamingo

potret mangrove Umm Al Quwain (commons.wikimedia.org/Peter Dowley)

Mangrove Beach Umm Al Quwain salah satu destinasi wisata alam terkemuka di Uni Emirate Arab yang menawarkan suasana tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Kawasan pesisir Khor Al Yeefrah ini menyajikan perpaduan pemandangan pantai yang indah dengan ekosistem hutan bakau yang masih asri, menjadikannya tempat yang ideal bagi pecinta alam, keluarga, maupun wisatawan yang ingin bersantai.

Pantai ini menyediakan beragam aktivitas luar ruangan yang menarik dan terjangkau, seperti menyusuri saluran air bakau dengan kayak, pengamatan burung, fotografi lanskap, hingga kamping di tepi pantai. Fasilitas pendukung di area ini terbilang memadai untuk kenyamanan pengunjung, mulai dari area parkir, kamar mandi, tempat istirahat, hingga opsi kedai makanan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada bulan-bulan berudara sejuk antara Oktober hingga April.

4. Al Zorah Natural Reserve Ajman, oasis ekologi terpadu di emirat terkecil

ilustrasi Al Zorah Natural Reserve Ajman (commons.wikimedia.org/Abdul Shafeek Alayan)

Al Zorah Natural Reservere di Ajman salah satu ekosistem alami yang sangat penting dan kaya akan keanekaragaman hayati, mencakup area seluas lebih dari 1 juta meter persegi. Kawasan lindung ini terkenal sebagai salah satu habitat hutan bakau utama yang tersisa di Uni Emirat Arab, serta menjadi surga bagi para pecinta alam dan pengamat burung flamingo merah muda.

Dilansir laman Emirates Nature WWF, beberapa proyek konservasi aktif di kawasan ini, seperti penanaman ribuan bibit pohon bakau baru dan pemulihan regenerasi alami. Upaya ini difokuskan pada perbaikan aliran air dan penataan ulang tanah di area utara agar sirkulasi air berjalan lancar, mengurangi kadar garam tinggi yang berlebih, serta mengembalikan fungsi lahan yang sempat terdegradasi.

5. Khor Kalba Mangrove Center Sharjah, hutan bakau tertua dengan koleksi satwa langka

Khor Kalba Mangrove Center Sharjah (unsplash.com/Hassan Pasha)

Khor Kalba Mangrove Centre di Sharjah, UEA, merupakan fasilitas konservasi dan edukasi lingkungan yang dirancang khusus untuk melindungi keanekaragaman hayati ekosistem bakau. Kawasan yang berada di pesisir timur UEA ini diakui sebagai salah satu hutan bakau tertua di Semenanjung Arab, di mana beberapa pohonnya diperkirakan telah berumur ratusan tahun. Ekosistem ini dapat bertahan dan tumbuh subur berkat perpaduan unik antara air tawar dari Pegunungan Hajar dan air laut.

Kawasan lindung ini kini dikelola secara ketat dan dilengkapi dengan fasilitas pusat pengunjung, jalur papan kayu, serta area pengamatan satwa. Dilansir laman UAE Frontier, alasan utama dijaganya cagar alam ini adalah untuk melindungi burung cekakak bakau Arab (Arabian Collared Kingfisher), salah satu spesies burung paling langka di wilayah Arab yang habitatnya terbatas di wilayah ini. Selain itu, kawasan muara juga menjadi rumah bagi berbagai satwa lainnya, seperti burung cangak, elang tiram, penyu laut, hingga kepiting dan ikan glodok yang menghuni lumpur pantai.

Menjelajahi keindahan ekowisata mangrove di Uni Emirat Arab membuktikan bahwa pesona gurun pasir di Timur Tengah menyimpan kejutan hijau yang tak terduga. Keberadaan lorong-lorong hijau ini bukan sekadar destinasi liburan yang menenangkan mata, melainkan bukti nyata komitmen UEA dalam menjaga keseimbangan alam dan perlindungan keanekaragaman hayati. Sebagai seorang pecinta alam, menjelajahi hutan bakau ini memberikan perspektif baru tentang betapa berharganya setiap ekosistem pesisir bagi masa depan bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article