5 Fakta Route 66, Jalan Legendaris yang Membentang 4.000 km

- Route 66 lahir dari perdebatan dan resmi dibuka pada 1926Cikal bakal Route 66 tidak lepas dari perdebatan penomoran jalan nasional Amerika Serikat pada 1920-an. Jalur yang nama awalnya direncanakan sebagai U.S. Highway 60 itu akhirnya berganti nama menjadi Route 66 dan resmi disetujui pada 11 November 1926.
- Panjangnya hampir 4.000 km, tetapi terus berubahSecara resmi, Route 66 tercatat memiliki panjang sekitar 2.448 mil atau kurang lebih 3.940 kilometer. Namun, menurut Britannica, angka ini tidak selalu konsisten, karena jalurnya beberapa kali dipangkas akibat realignment dan pengalihan rute.
Jalan raya bukan hanya sekadar jalur penghubung, terkadang ia menjadi saksi bisu perubahan zaman. Di Amerika Serikat, tidak ada rute yang lebih sarat sejarah dan mitos daripada Route 66.
Diresmikan pada 1926 dan membentang hampir 4.000 kilometer dari Midwest ke pesisir Pasifik, rute ini pernah menjadi nadi pergerakan ekonomi, migrasi, dan budaya selama puluhan tahun, sebelum akhirnya ditinggalkan oleh kemajuan infrastruktur modern. Namun, jejaknya tidak pernah benar-benar hilang.
Lantas, apa yang membuat jalur ini begitu melegenda hingga kini terus dikenang, bahkan oleh generasi yang tidak pernah melaluinya? Yuk, simak fakta-fakta Route 66 berikut ini, yuk!
1. Route 66 lahir dari perdebatan dan resmi dibuka pada 1926

Cikal bakal Route 66 tidak lepas dari perdebatan penomoran jalan nasional Amerika Serikat pada 1920-an. Jalur yang nama awalnya direncanakan sebagai U.S. Highway 60 itu akhirnya berganti nama menjadi Route 66 dan resmi disetujui pada 11 November 1926. Perubahan ini terjadi setelah beberapa negara bagian, termasuk Kentucky, memprotes jalur awal yang dianggap tidak adil dalam pembagian rute nasional dan merasa dilewatkan.
Route 66 awalnya membentang dari Chicago hingga Los Angeles dan dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi lintas negara bagian. Meski statusnya jalan nasional, pembangunan fisiknya dilakukan bertahap oleh masing-masing negara bagian. Akibatnya, pada awal pengoperasian, kondisi jalan Route 66 masih terputus-putus dan belum seluruhnya beraspal.
2. Panjangnya hampir 4.000 km, tetapi terus berubah

Secara resmi, Route 66 tercatat memiliki panjang sekitar 2.448 mil atau kurang lebih 3.940 kilometer. Namun, menurut Britannica, angka ini tidak selalu konsisten, karena jalurnya beberapa kali dipangkas akibat realignment dan pengalihan rute. Bahkan, hanya segmen di Kansas sepanjang sekitar 21 kilometer yang tidak pernah berubah sejak awal.
Informasi dari U.S. Department of Transportation juga turut menyebutkan bahwa penghapusan jalur memutar ke Santa Fe pada 1937 saja memangkas lebih dari 160 kilometer rute. Perubahan ini menandai pergeseran fungsi Route 66, dari jalan penghubung perdagangan lokal menjadi jalur utama perjalanan jarak jauh lintas negara bagian dari Amerika Serikat.
3. Dijuluki “The Mother Road” akibat migrasi besar-besaran

Julukan “The Mother Road” melekat kuat pada Route 66 berkat novel The Grapes of Wrath (1939) karya John Steinbeck. Dalam novelnya, Steinbeck menggambarkan Route 66 sebagai jalur harapan bagi ribuan keluarga korban Dust Bowl yang bermigrasi ke California pada era Great Depression. History mencatat, fenomena ini bukan fiksi semata, melainkan realitas sosial pada 1930-an.
Menurut U.S. Department of Transportation, Route 66 menjadi rute utama perpindahan tenaga kerja dari Midwest ke Pantai Barat, bahkan berlanjut hingga Perang Dunia II. Tidak hanya itu, jalan ini juga berperan penting dalam distribusi peralatan militer dan logistik. Jadi, tidak heran jika Route 66 dipandang sebagai simbol ketahanan dan mobilitas masyarakat Amerika.
4. Mendorong budaya pop dan bisnis pinggir jalan

Meningkatnya jumlah kendaraan di Route 66 memicu munculnya berbagai usaha, seperti motel, restoran cepat saji (drive-in), hingga tempat pengisian bahan bakar. Pada masa itu, bisnis keluarga kecil yang dikenal dengan istilah “mom and pop” tumbuh sangat cepat. Hal ini terjadi karena kita sebagai pelancong sangat membutuhkan makanan, bahan bakar, dan tempat untuk beristirahat di tengah perjalanan.
Kepopuleran rute ini semakin meningkat setelah lagu “(Get Your Kicks on) Route 66” karya Bobby Troup diperkenalkan oleh Nat King Cole pada tahun 1946. Selain lagu tersebut, kehadiran serial televisi Route 66 pada 1960-an juga turut memperkuat status jalan raya ini sebagai simbol budaya populer Amerika Serikat pada masa itu.
5. Meredup karena interstate, tapi tetap hidup sebagai warisan

Seiring disahkannya Federal-Aid Highway Act tahun 1956 oleh Dwight D. Eisenhower, nasib Route 66 perlahan meredup. Jalan ini tergantikan oleh jaringan Interstate seperti I-55, I-44, dan I-40 yang lebih lebar dan aman. Britannica melansir, Route 66 resmi dinonaktifkan pada 27 Juni 1985 setelah segmen terakhirnya dilewati jalan tol modern.
Meski begitu, Route 66 tidak benar-benar mati. Banyak bagiannya kini ditetapkan sebagai Historic Route 66 dan National Scenic Byway. Bahkan, pada 1999 pemerintah AS mengucurkan dana khusus untuk pelestarian jalur ini, menegaskan bahwa Route 66 tetap hidup sebagai warisan sejarah dan destinasi wisata legendaris.
Route 66 mungkin tidak lagi berfungsi sebagai jalur transportasi utama, tetapi warisannya tetap hidup dalam sejarah, budaya, dan kenangan masyarakat Amerika. Terbukti jejaknya masih bisa ditemui di kota-kota kecil, bangunan tua, dan rute wisata yang sengaja dipertahankan. Nah, kalau kamu punya kesempatan ke Route 66, kota atau tempat bersejarah mana yang paling ingin kamu kunjungi?



















