Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gak Selau Tokyo, Ini 5 Spot Hanami Ikonik di Kyoto yang Vibes-nya Tradisional
Kuil Daigoji (commons.wikimedia.org/Reggaeman/CC BY-SA 3.0)

Musim semi di Jepang selalu identik dengan mekarnya bunga sakura yang memukau. Fenomena alam yang singkat ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Tradisi hanami atau menikmati keindahan bunga sakura, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Negeri Matahari Terbit, melambangkan keindahan hidup yang fana namun penuh makna.

Jika Tokyo sering menjadi primadona, Kyoto justru menawarkan pengalaman hanami yang berbeda. Sebagai bekas ibu kota kekaisaran, Kyoto masih kental dengan nuansa tradisionalnya. Di kota ini, kamu bisa menyaksikan bunga sakura bermekaran dengan latar belakang kuil kuno, taman zen yang tenang, hingga sungai yang diapit bangunan bersejarah.

1. Jalan setapak filosofis di tepi kanal

Tetsugaku no Michi (commons.wikimedia.org/Reggaeman/CC BY-SA 3.0)

Tetsugaku no Michi atau Jalur Filsuf adalah jalan setapak batu sepanjang dua kilometer yang membentang di samping kanal. Ratusan pohon sakura berjejer rapi di sepanjang jalan ini mengubahnya menjadi terowongan bunga berwarna merah muda pucat saat musim semi tiba. Suasana di sini sangat tenang, cocok untuk kamu yang ingin menikmati sakura sambil merenung atau berjalan santai.

Jalur ini dinamakan demikian karena konon seorang filsuf Jepang terkenal, Nishida Kitaro sering menggunakannya untuk meditasi. Selain pemandangan sakura yang menawan, kamu juga bisa menemukan kuil Shinto dan kuil Buddha kecil di sekitar jalur ini. Beberapa kafe juga tersedia jika ingin beristirahat sejenak sambil menikmati suasana.

2. Kastil kuno dengan kebun sakura megah

Kastil Nijo (commons.wikimedia.org/Indiana jo/CC BY-SA 4.0)

Kastil Nijo, situs Warisan Dunia UNESCO merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari periode Edo. Di dalam kompleks kastil ini, terdapat taman Jepang tradisional yang memukau, menjadi latar sempurna bagi mekarnya bunga sakura. Kamu bisa menikmati keindahan kelopak bunga yang lembut berpadu dengan arsitektur bangunan bersejarah yang megah.

Setiap musim semi, Kastil Nijo menyelenggarakan Festival Bunga Sakura yang meriah. Selama festival, bunga sakura di sini akan diterangi lampu pada malam hari, menciptakan pemandangan yang magis dan tak terlupakan. Perpaduan bunga sakura yang indah dengan bangunan tradisional menawarkan pengalaman hanami yang syahdu.

3. Kuil Heian Jingu dengan sakura weeping yang anggun

Kuil Heian Jingu (flickr.com/Kimon Berlin/CC BY-SA 2.0)

Kuil Heian Jingu langsung dikenali dari gerbang torii raksasa miliknya. Ini merupakan salah satu gerbang terbesar yang ada di seluruh Jepang. Di dalam kompleks kuil, ada taman seluas sekitar 30.000 meter persegi. Taman ini menjadi habitat bagi banyak pohon sakura jenis weeping cherry atau yang biasa disebut shidarezakura. Uniknya, sejumlah pohon sakura tersebut telah berdiri kokoh sejak pembangunan kuil di tahun 1895.

Keindahan kuil ini sudah sangat memukau pada siang hari. Namun, suasana akan berubah semakin memesona ketika malam tiba dengan iluminasi lampu. Pantulan bunga sakura weeping yang anggun di permukaan kolam taman menciptakan pemandangan luar biasa. Jenis sakura ini juga punya karakteristik unik. Ia dikenal mekar sedikit lebih lambat dari varietas sakura lainnya. Jadi, ada kesempatan lebih panjang untuk mengagumi kecantikannya.

4. Kuil Daigoji yang bersejarah menjadi saksi pesta hanami legendaris

Kuil Daigoji (commons.wikimedia.org/Reggaeman/CC BY-SA 3.0)

Kuil Daigoji merupakan sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Lokasinya berada di Kyoto bagian timur. Kuil ini sangat terkenal karena sejarahnya yang panjang dan kaya. Dulu, kuil ini pernah menjadi tempat pesta hanami mewah. Pesta tersebut diselenggarakan oleh panglima perang legendaris, Toyotomi Hideyoshi pada abad ke-16. Popularitas Daigoji juga berasal dari pohon sakura weeping yang cantik di Taman Sanboin. Ada juga sakura indah di dekat Museum Reihokan.

Selama musim semi, seluruh area kuil ini akan dibanjiri bunga sakura. Ada beragam jenis, mulai dari Somei Yoshino hingga weeping cherry. Pemandangan pagoda berlantai lima sangat memukau. Pagoda tersebut merupakan Harta Nasional yang terbingkai indah oleh pohon weeping cherry. Suasananya begitu syahdu. Selain itu pada bulan April, kuil ini juga jadi lokasi festival genderang Taiko tradisional. Acara ini dikenal sebagai Hôtaikô Gyoretsu hanami.

5. Taman Maruyama, pusat keramaian hanami malam di Gion

Taman Maruyama (dres2222, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Taman Maruyama yang terletak di pusat kota dan dekat Kuil Yasaka di Gion adalah salah satu lokasi hanami paling terkenal di Kyoto. Taman ini menjadi magnet bagi banyak orang berkat pohon weeping cherry raksasa yang menjadi ikonnya, dikenal sebagai Gion Shidarezakura. Di sekitar taman, banyak restoran dan kedai teh tradisional berjejer rapi.

Maruyama Park juga sangat populer untuk yozakura atau hanami di malam hari. Pohon-pohon sakura di sini diterangi lampu, menciptakan pemandangan yang sangat mempesona. Kerumunan pengunjung berdatangan untuk menikmati piknik dan merayakan musim semi di bawah cahaya bunga-bunga yang bersinar.

Mengunjungi Kyoto saat musim semi menawarkan pengalaman hanami yang tak tertandingi, jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan. Kamu bisa merasakan kedalaman budaya dan sejarah Jepang yang menyatu harmonis dengan keindahan alam yang memukau. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk berpetualang di antara kelopak sakura yang berjatuhan, menciptakan kenangan manis yang tak akan terlupakan di Kota Seribu Kuil ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team