Potret Songkran (pixabay.com/zixww2020)
Tingginya angka kecelakaan selama Songkran bukan tanpa sebab. Berdasarkan laporan dari Thai BPS World, kebut-kebutan menjadi faktor utama dengan kontribusi sebesar 43,59 persen. Disusul oleh mengemudi dalam kondisi mabuk yang mencapai 25,64 persen.
Selain itu, sepeda motor menjadi kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan, dengan persentase mencapai 67,84 persen. Mayoritas kecelakaan juga terjadi di jalan lurus, yakni sebesar 89,74 persen, dengan waktu rawan pada pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat. Dari sisi demografi, kelompok usia 20–29 tahun menjadi yang paling banyak terdampak, dengan proporsi korban mencapai 24,46 persen.
Di tengah kondisi ini, otoritas juga mengingatkan potensi bahaya tambahan akibat badai musim panas yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah timur dan timur laut, sehingga pengendara diimbau lebih waspada, menghindari kecepatan tinggi, serta menjauhi area dengan pepohonan besar.