Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Philippines Airlines (unsplash.com/Hieu)
  • Dewan Penerbangan Sipil Filipina menaikkan fuel surcharge maskapai ke Level 17 pada 1–15 November 2026, sehingga tiket penerbangan dari dan ke Filipina menjadi lebih mahal.
  • Maskapai dapat mengenakan biaya bahan bakar tambahan 559–1.635 peso untuk rute domestik dan 1.846,10–13.726,58 peso untuk rute internasional.
  • Kenaikan dipicu lonjakan harga bahan bakar jet global; pemerintah Filipina kini meninjau surcharge setiap 15 hari untuk menyesuaikan biaya maskapai dan perlindungan penumpang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang berencana pelesir ke Filipina bulan ini? Negara tersebut juga menjadi destinasi favorit turis dari Indonesia karena menawarkan pengalaman berlibur yang lengkap, mulai dari keindahan alam tropis, wisata bahari kelas dunia, kekayaan sejarah kolonial, sampai budaya yang hangat.

Namun, Dewan Penerbangan Sipil baru-baru ini mengumumkan akan menaikkan harga tiket pesawat dari dan ke Filipina mulai awal November 2026. Dilansir dari VN Express, kebijakan ini menyusul maskapai yang diizinkan untuk meningkatkan biaya tambahan bahan bakar ke tingkat tertinggi.

1. Harga tiket dari dan ke Filipina naik mulai November 2026

Philippines Airlines (unsplash.com/Bernd 📷 Dittrich)

Siap-siap, penumpang yang akan terbang ke atau dari Filipina pada awal November 2026 akan menghadapi biaya tiket yang lebih tinggi, nih. Kebijakan ini menyusul maskapai yang diberikan izin memungut biaya tambahan untuk bahan bakar sejak Mei 2026.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan pada Selasa (27/10/2026), Dewan Penerbangan Sipil Filipina mengumumkan bahwa kenaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge maskapai ke Level 17 untuk periode 1–15 November 2026. Kenaikan satu tingkat dari Level 16 ini diterapkan akibat lonjakan harga bahan bakar jet di pasar global.

2. Kenaikan harga tiket pesawat akibat lonjakan tarif bahan bakar

Philippines Airlines (unsplash.com/John Esperancilla)

Berdasarkan aturan baru, operator penerbangan kini dapat mengenakan biaya 559–1.635 peso (Rp158.588–Rp463.850) per penumpang untuk penerbangan domestik dan 1.846,10–13.726,58 peso (524.495,47–Rp3.899.858,64) bagi internasional. Maskapai menambahkan biaya tambahan bahan bakar ke tarif dasar untuk mengimbangi fluktuasi harga bahan bakar.

Harga bahan bakar global terus naik selama empat minggu berturut-turut pada Oktober 2026 akibat ketidakpastaian pasar minyak dan eskalasi konflik di Timur Tengah. Dilansir dari Philippine Daily Inquirer, fenomena tersebut mencerminkan rapuhnya stabilitas energi dunia yang tentunya mengancam rantai pasok.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional melaporkan, harga bahan bakar jet mencapai 196,70 dolar AS per barel pada Jumat (23/10/2026), naik dari 192,44 dolar AS dari pekan sebelumnya. Harga cenderung melejit sejak akhir September 2025, ketika tarif avtur rata-rata mencapai 185,43 dolar AS per barel.

3. Langkah pemerintah demi jaga keseimbangan bisnis dan dompet penumpang

ilustrasi di bandara (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Dengan harga minyak yang masih berfluktuasi, Badan Penerbangan Sipil Filipina belum melanjutkan peninjauan biaya tambahan bahan bakar bulanan regulernya. Pada Maret 2026, lembaga tersebut beralih ke peninjauan setiap 15 hari untuk "mengurangi jeda antara harga bahan bakar aktual dan biaya tambahan bahan bakar yang berlaku."

Langkah ini dibuat untuk memastikan maskapai tidak mengalami kerugian saat harga minyak mendadak naik. Di sisi lain, aturan tersebut juga melindungi penumpang agar tidak terus-menerus membayar biaya tambahan saat harga minyak dunia sudah turun. Intinya, pemerintah Filipina ingin menjaga bisnis penerbangan tetap berjalan, tetapi harga tiketnya tetap ramah di kantong masyarakat dan turis asing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article