Di dunia yang selalu tekoneksi dan overstimulasi seperti saat ini, istirahat bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan. Bagi kaum milenial dan gen Z di Indonesia yang hidupnya dibentuk oleh digital fatigue (kelelahan fisik dan mental akibat penggunaan perangkat dan media digital secara berulang dalam waktu lama), tekanan kinerja yang konstan, dan rutinitas yang tidak teratur, istirahat tidak lagi bisa dilakukan kapan pun. Istirahat kini menjadi keputusan yang disadari, bentuk pertahanan diri, dan menjadi alasan untuk bepergian.
Pandangan ini menjadi salah satu sorotan dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 yang mengungkap perubahan signifikan sekelompok orang dalam memanfaatkan waktu mereka di luar aktivitas utamanya. Laporan tersebut juga menggali lebih dalam tentang kebutuhan akan istirahat, bagaimana mereka melakukannya, serta dampaknya dalam kehidupan kaum milenial dan generasi Z di Indonesia.
Penelitian tersebut dilakukan IDN Research Institute selama Februari-April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, terdiri dari 750 milenial (usia 29-44 tahun per 2025) dan 750 gen Z (usia 13-28 tahun per 2025). Mereka berasal dari 12 wilayah dan kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, and Makassar.
Selengkapnya, simak pemaparan hasilnya berikut ini, yuk!