Comscore Tracker

Taman Mahoni, Wisata Desa di Lamongan Tawarkan Permainan Tempo Dulu

Taman Mahoni dulunya adalah tempat anak muda pacaran

Lamongan, IDN Times - Bagi generasi milenial dan z yang ingin merasakan sensasinya permainan tempo dulu tak ada salahnya mampir ke wisata alam Taman Mahoni. Wisata yang berada di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, menawarkan berbagai macam permainan tempo dulu, seperti engkle, lompat tali, petak umpet, egrang, layangan, congklak, dan juga seni musik tongklek.

1. Taman Mahoni dibangun saat pandemik COVID-19

Taman Mahoni, Wisata Desa di Lamongan Tawarkan Permainan Tempo DuluTaman Mahoni wisata alam yang menyajikan wahana permainan tempo dulu. IDN Times/Imron

Wisata yang dibangun pada tahun 2018 lalu itu, awalnya hanya sebuah taman kecil yang diberi nama taman expressi. Keberadaan taman itu sendiri berada di sudut Desa Kendal. Namun seringnya berjalan waktu, pembangunan wisata alam ini terus diperlebar. Hingga akhirnya di tahun 2019 ini terciptalah taman Mahoni.

"Awalnya kita hanya bangun taman expressi yang di sudut Desa, baru sejak pandemik COVID-19 ini kita mulai bangun lagi taman Mahoni dan alhamdulilah sekarang banyak wahana permainan bagi pengunjung," kata Ludi Ifranda (30), penggagas taman Mahoni, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga: Pemuda Banyuwangi Kenalkan Desa Wisata Lewat Pameran Benda Kuno 

2. Dibangun menggunakan biaya swadaya dari para pemuda

Taman Mahoni, Wisata Desa di Lamongan Tawarkan Permainan Tempo DuluTaman Mahoni wisata alam yang menyajikan wahana permainan tempo dulu. IDN Times/Imron

Dikisahkan Ludi, awal pembangunan wisata alam terbuka yang ia gagas tidaklah mudah. Ludi dan sejumlah pemuda lainnya memulai pembangunan wisata itu dengan cara iuran. Setiap pemuda yang pergi merantau ke luar kota diminta menyumbang bahan material seikhlasnya.

"Sebelum dikenal seperti saat ini mas, perjuangannya ya luar biasa, makanya pas ada kunjungan pak menteri desa kesini kami sampai menangis karena terharu kalau ingat perjuangan pemuda Kendal pada saat itu," jelas Ludi.

3. Taman Mahoni dulunya adalah tempat anak muda pacaran

Taman Mahoni, Wisata Desa di Lamongan Tawarkan Permainan Tempo DuluTaman Mahoni wisata alam yang menyajikan wahana permainan tempo dulu. IDN Times/Imron

Sebelum disulap menjadi taman rekreasi bagi masyarakat umum, lokasi wisata taman Mahoni kerap dijadikan tempat maksiat bagi kalangan muda-mudi dan dijadikan tongkrongan untuk minum arak maupun tuwak. Lokasi taman Mahoni yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo juga ditumbuhi rumput liar dan semak belukar yang rindang.

"Karena kondisinya ditumbuhi rumput liar mas, jadi ada anak pacaran, minum tuwak dan arak pokoknya tempat ini dulunya lokasi dominan untuk anak muda berbuat seperti itu," jelas Ludi.

4. Warga yang mengunjungi taman Mahoni setiap harinya mencapai 700 hingga 1.000 orang

Taman Mahoni, Wisata Desa di Lamongan Tawarkan Permainan Tempo DuluTaman Mahoni wisata alam yang menyajikan wahana permainan tempo dulu. IDN Times/Imron

Setelah dirubah dan dijadikan sebagai tempat wisata terbuka. Kini tempat yang dahulunya jadi ajang maksiat itu perharinya bisa dikunjungi para wisatawan lebih dari 700 orang. Bahkan jika hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 1.000 orang lebih.

"Kalau masuk ke sini ya gratis mas, cuman kalau mau naik flying fox, jembatan balok, jembatan gantung wall climbing, naik motor ATV harus bayar Rp1.000 dan satu lagi pengunjung juga bisa membawa oleh-oleh khas yang dibuat oleh warga kami," pungkasnya.

Baca Juga: 10 Desa Wisata Sabet Juara di BCA Desa Wisata Awards 2021

Imron Saputra Photo Verified Writer Imron Saputra

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya