Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wonderful, Ini 7 Istana di China dengan Arsitektur Megah dan Penuh Sejarah!
Potret Shenyang Imperial Palace, Liaoning (commons.wikimedia.org/EddieZhang0128)
  • China memiliki sejumlah istana kuno yang menampilkan kemegahan arsitektur sekaligus sejarah dinasti, budaya Manchu-Han, dan tradisi Tibet; beberapa di antaranya tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO.

  • Forbidden City menjadi pusat kekuasaan 24 kaisar Ming-Qing, sementara Summer Palace, Mountain Resort, dan Norbulingka memadukan fungsi istana dengan taman serta lanskap alam.

  • Shenyang Imperial Palace memperlihatkan perpaduan tradisi Manchu dan China, sedangkan Potala Palace di Lhasa menonjolkan arsitektur Tibet serta koleksi benda keagamaan dan sejarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jika kamu tertarik dengan bangunan bersejarah yang punya arsitektur megah, China bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dijelajahi. Negara ini memiliki banyak istana kuno yang tidak hanya menampilkan kemewahan bangunan kekaisaran, tetapi juga menyimpan cerita dari berbagai dinasti. Mulai dari kompleks istana dengan atap berwarna keemasan hingga bangunan yang berdiri di atas pegunungan, masing-masing tempat wisatanya memiliki karakter arsitektur yang berbeda.

Menariknya, beberapa istana di China masih terawat hingga sekarang dan menjadi bagian dari situs warisan dunia UNESCO, lho. Kamu bisa menemukan jejak kekuasaan Dinasti Ming dan Qing, perpaduan budaya Manchu dan Han, serta arsitektur khas Tibet dalam satu negara. Berikut tujuh istana di China dengan arsitektur megah dan bersejarah yang menarik untuk kamu ketahui.

1. Forbidden City, Beijing

Forbidden City atau Kota Terlarang merupakan salah satu kompleks istana paling terkenal di China. Pembangunannya berlangsung pada 1406–1420 atas perintah Kaisar Yongle dari Dinasti Ming, kemudian difungsikan menjadi pusat kekuasaan kekaisaran selama lebih dari lima abad. Kompleks ini menjadi tempat tinggal dan pusat pemerintahan bagi 24 kaisar dari Dinasti Ming dan Qing.

Arsitektur Forbidden City memiliki tata ruang yang sangat teratur dengan sumbu utama, halaman luas, gerbang besar, dan bangunan beratap genteng kuning. Bagian depan kompleks digunakan untuk kegiatan kenegaraan dan upacara, sedangkan bagian belakang menjadi area kediaman keluarga kerajaan. Tata letak tersebut juga mencerminkan hierarki dan tradisi arsitektur istana kekaisaran China pada masa itu.

2. Summer Palace, Beijing

Potret Summer Palace, Beijing (pexels.com/袁 勇博)

Summer Palace menawarkan suasana yang berbeda, karena kompleks istana ini menyatukan bangunan kekaisaran dengan lanskap alam. Dibangun pertama kali pada 1750, kawasan ini mengalami kehancuran pada 1860 sebelum kemudian dipugar pada akhir abad ke-19. Summer Palace kemudian digunakan sebagai tempat peristirahatan musim panas keluarga kekaisaran Qing.

Daya tarik utamanya terletak pada perpaduan Longevity Hill, Kunming Lake, paviliun, aula, kuil, jembatan, dan koridor panjang. Penataan bangunan dan lanskap dibuat sedemikian rupa, sehingga unsur buatan manusia menyatu dengan alam di sekitarnya. UNESCO bahkan mencatat Summer Palace sebagai salah satu karya penting dalam perkembangan seni taman lanskap tradisional China.

3. Shenyang Imperial Palace, Liaoning

Shenyang Imperial Palace atau Mukden Palace merupakan kompleks istana yang berkaitan erat dengan awal berdirinya Dinasti Qing. Pembangunannya dimulai pada 1625 dan dilanjutkan hingga masa pemerintahan Hong Taiji, sebelum kekuasaan Qing berkembang ke Beijing. Setelah ibu kota berpindah ke Beijing pada 1644, istana ini tetap digunakan sebagai kediaman kekaisaran sekunder.

Kompleks ini memiliki karakter arsitektur yang menarik, karena memadukan tradisi istana China dengan unsur budaya Manchu. Tata ruangnya juga memperlihatkan pengaruh sistem Delapan Panji yang berkaitan dengan struktur sosial masyarakat Manchu. Bersama Forbidden City, Shenyang Imperial Palace menjadi bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO bernama Imperial Palaces of the Ming and Qing Dynasties.

4. Potala Palace

Potret Potala Palace (pexels.com/Martin Chan)

Potala Palace memiliki tampilan yang sangat berbeda dibandingkan istana kekaisaran di Beijing. Bangunan ini berdiri di Red Mountain, Lhasa, pada ketinggian sekitar 3.700 meter dan terdiri dari White Palace, Red Palace, serta sejumlah bangunan pendukung. Potala Palace dikenal sebagai istana musim dingin Dalai Lama sejak abad ke-7 dan memiliki hubungan erat dengan sejarah serta tradisi Buddhisme Tibet.

Kemegahan Potala Palace terlihat dari bangunannya yang bertingkat, dinding tebal, dekorasi penuh warna, serta perpaduan material kayu dan batu. Arsitekturnya memperlihatkan karakter khas Tibet dengan pengaruh dari China, India, dan Nepal. Kompleks ini juga menyimpan ribuan gambar Buddha, manuskrip, serta mural yang memperkuat nilai sejarah dan keagamaannya.

5. Mountain Resort, Chengde

Mountain Resort merupakan kompleks istana musim panas Dinasti Qing yang berada di Provinsi Hebei. Pembangunannya berlangsung dari 1703 hingga 1792 dan menghasilkan kompleks yang terdiri dari istana, bangunan administratif, bangunan upacara, taman kekaisaran, serta kuil. Kawasan ini memiliki luas sekitar 611,2 hektare dan menjadi salah satu kompleks istana-taman kekaisaran terbesar yang masih ada di China.

Hal menarik dari Mountain Resort adalah cara arsitekturnya mengikuti bentuk alam di sekitarnya. Danau, hutan, perbukitan, taman, dan bangunan istana dirancang sebagai satu kesatuan, sedangkan kuil-kuil di sekitarnya menghadirkan beragam gaya arsitektur. Kompleks ini juga menjadi tempat para kaisar Qing menjalankan urusan pemerintahan sekaligus menerima pemimpin daerah dan utusan dari berbagai wilayah.

6. Istana Kekaisaran di Shenyang

Potret Shenyang Imperial Palace, Liaoning (commons.wikimedia.org/EddieZhang0128)

Untuk melihat perkembangan arsitektur Dinasti Qing lebih jauh, kawasan istana kekaisaran Shenyang menjadi salah satu tempat yang menarik diperhatikan. Kompleks ini terdiri dari puluhan bangunan yang dibangun dalam beberapa tahap dan memperlihatkan perkembangan arsitektur istana pada masa awal Qing. Bangunan-bangunannya juga menjadi bukti pertemuan tradisi Manchu dengan budaya Han dan kelompok etnis lain di wilayah utara China.

Salah satu hal yang membuat kompleks ini menarik adalah keberadaan bangunan dengan karakter yang berbeda dalam satu kawasan. Tata ruangnya memperlihatkan struktur sosial dan tradisi masyarakat Manchu, sementara bentuk bangunannya tetap mengikuti sejumlah prinsip arsitektur istana China. Detail tersebut membuat kunjungan ke kawasan istana bukan hanya melihat bangunan megah saja, tapi juga mengamati bagaimana budaya tercermin melalui arsitektur.

7. Norbulingka

Norbulingka merupakan bekas istana musim panas Dalai Lama yang berada sekitar dua kilometer di sebelah barat Potala Palace. Kompleks ini dibangun pada abad ke-18 dan berkembang menjadi kawasan taman luas yang dilengkapi beberapa kompleks istana, biara, aula, dan paviliun. Norbulingka kini menjadi bagian dari Historic Ensemble of the Potala Palace yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Berbeda dengan kesan kokoh Potala Palace, Norbulingka lebih menonjolkan hubungan antara bangunan dan taman. Kompleksnya dirancang dengan pepohonan, ruang terbuka, bangunan istana, dan elemen taman yang menyatu dalam satu kawasan. Tempat ini juga memiliki nilai sejarah karena pernah digunakan sebagai lokasi perenungan sekaligus berkaitan dengan urusan politik dan pemerintahan Tibet.

Menyusuri istana-istana kuno di China seperti membuka halaman sejarah dalam bentuk bangunan nyata. Pasalnya, setiap gerbang, halaman, taman, dan ornamen atapnya memiliki cerita tersendiri yang bisa membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Destinasi mana yang paling membuatmu tertarik untuk mengunjunginya pertama kali?

Curated For You

Editorial Team

Related Article