Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Wisata Sejarah di Tongyeong, Kota Pesisir Kuno Korea Selatan

4 min read
5 Wisata Sejarah di Tongyeong, Kota Pesisir Kuno Korea Selatan
Tongyeong, Korea Selatan (pexels.com/ Nicholaus Choi)
  • Tongyeong di Gyeongsangnam-do menyimpan jejak sejarah angkatan laut Joseon, terutama terkait Laksamana Yi Sun-sin dan Perang Imjin pada akhir abad ke-16.
  • Sebyeonggwan Hall dan kompleks Samdo Sugun Tongjeyeong pernah menjadi pusat komando angkatan laut tiga provinsi, dengan markas yang beroperasi hingga sistem tersebut dihapus pada 1895.
  • Chungnyeolsa, Hansando, dan Dongpirang memperlihatkan penghormatan kepada Yi Sun-sin, lokasi Pertempuran Hansan, serta hubungan permukiman pesisir dengan pelabuhan lama Tongyeong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tongyeong di Provinsi Gyeongsangnam-do bukan cuma kota pesisir dengan pemandangan laut yang cantik. Kota ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan sejarah angkatan laut Korea pada masa Dinasti Joseon, terutama melalui kisah Laksamana Yi Sun-sin dan Perang Imjin pada akhir abad ke-16.

Jejak sejarahnya masih bisa ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari kompleks bekas markas angkatan laut, kuil peringatan, hingga pulau yang menjadi lokasi salah satu pertempuran laut terkenal. Kalau ingin jalan-jalan sambil mengenal sejarah Korea dari sisi yang lebih spesifik, lima wisata sejarah di Tongyeong ini layak masuk ke dalam itinerary.

  1. 1. Sebyeonggwan Hall

    ilustrasi Sebyeonggwan Hall
    ilustrasi Sebyeonggwan Hall (commons.wikimedia.org/ 대한민국 국가유산청)

    Sebyeonggwan Hall merupakan bagian penting dari kompleks Samdo Sugun Tongjeyeong, markas yang dahulu digunakan untuk memimpin pasukan laut dari tiga provinsi, yaitu Chungcheong, Jeolla, dan Gyeongsang. Tongjeyeong mulai dibangun di lokasi Tongyeong sekarang pada 1603, sedangkan Sebyeonggwan selesai dibangun pada 1605.

    Bangunan kayu besar ini menjadi salah satu peninggalan paling penting dari masa tersebut dan kini berstatus sebagai National Treasure Korea. Letaknya di kaki Yeohwangsan dengan pemandangan ke arah kota, sehingga kunjungan ke sini gak cuma soal melihat bangunan tua, tetapi juga memahami kenapa Tongyeong punya peran penting dalam sejarah maritim Korea.

  2. 2. Tongyeong Samdo Sugun Tongjeyeong

    ilustrasi Tongyeong Samdo Sugun Tongjeyeong
    ilustrasi Tongyeong Samdo Sugun Tongjeyeong (commons.wikimedia.org/ Amlou2518)

    Samdo Sugun Tongjeyeong merupakan kompleks bersejarah yang menjadi pusat komando Samdo Sugun, atau angkatan laut tiga provinsi. Markas ini pertama kali dibentuk pada 1593 ketika Perang Imjin berlangsung, lalu dipindahkan ke lokasi Tongyeong yang sekarang pada 1603. Kompleks tersebut bertahan selama hampir 3 abad hingga sistem komando angkatan laut dihapus pada 1895.

    Selain Sebyeonggwan, kawasan ini juga mencakup sejumlah bangunan yang telah dipugar, termasuk gerbang dan fasilitas yang dahulu digunakan untuk kegiatan pemerintahan dan militer. Berjalan di dalam kompleksnya bisa terasa seperti melihat kembali Tongyeong pada masa ketika kota ini menjadi salah satu pusat penting pertahanan laut Joseon.

  3. 3. Chungnyeolsa Shrine

    ilustrasi Chungnyeolsa Shrine
    ilustrasi Chungnyeolsa Shrine (commons.wikimedia.org/ Republic of Korea)

    Chungnyeolsa merupakan tempat yang dibangun untuk menghormati Laksamana Yi Sun-sin. Kuil ini didirikan pada 1606 atas perintah kerajaan, hanya beberapa tahun setelah masa perang berakhir. Di dalam kompleks terdapat ruang utama untuk menyimpan potret dan papan nama peringatan Yi Sun-sin, serta bangunan lain yang berkaitan dengan ritual penghormatan.

    Suasananya cukup berbeda dari kawasan wisata Tongyeong yang ramai. Kompleks ini lebih tenang dan dipenuhi bangunan tradisional, halaman, serta pepohonan. Upacara penghormatan kepada Yi Sun-sin juga masih dilakukan hingga sekarang pada waktu tertentu, sehingga tempat ini tetap memiliki fungsi budaya, bukan sekadar peninggalan sejarah.

  4. 4. Pulau Hansando

    ilustrasi Pulau Hansando
    ilustrasi Pulau Hansando (commons.wikimedia.org/ Asfreeas)

    Hansando menjadi salah satu tempat paling penting untuk memahami sejarah militer Tongyeong. Pulau ini merupakan lokasi yang berkaitan langsung dengan Pertempuran Hansan pada 1592, ketika armada yang dipimpin Yi Sun-sin berhasil mengalahkan pasukan Jepang. Yi Sun-sin juga menggunakan kawasan ini sebagai salah satu basis operasinya selama Perang Imjin.

    Di pulau ini terdapat Jeseungdang Shrine yang berkaitan dengan Yi Sun-sin, sementara kawasan sekitarnya masih memiliki lanskap hijau dan pemandangan laut. Karena berada di wilayah kepulauan Tongyeong, perjalanan ke Hansando juga memberi gambaran bahwa sejarah kota ini memang gak bisa dipisahkan dari laut.

  5. 5. Desa Dongpirang

    ilustrasi Desa Dongpirang
    ilustrasi Desa Dongpirang (commons.wikimedia.org/ Caspian blue)

    Dongpirang memang lebih dikenal sebagai desa mural dibandingkan dengan situs sejarah formal. Namun, kawasan ini menarik untuk dimasukkan dalam perjalanan sejarah Tongyeong karena berada di bukit yang menghadap Gangguan Port dan kawasan pelabuhan lama. Nama Dongpirang sendiri berasal dari kata dalam dialek Tongyeong yang berarti bukit di sebelah timur.

    Desa ini mulai berubah setelah proyek mural pada 2007 menghidupkan kembali kawasan permukiman di lereng bukit. Sekarang, gang-gang sempitnya dipenuhi mural dan titik pandang ke laut. Dari sini, wisatawan bisa melihat hubungan antara permukiman di bukit, pelabuhan, dan kehidupan pesisir yang menjadi bagian penting dari karakter Tongyeong.

    Tongyeong punya cara yang menarik untuk mengenalkan sejarahnya karena banyak peninggalannya masih berada di tengah kehidupan kota dan kawasan pesisir. Perjalanan ke sini pun tidak harus terasa seperti kunjungan ke museum yang penuh informasi sejarah.

    Buat yang suka wisata dengan cerita di balik setiap tempat, Tongyeong bisa menjadi pilihan yang cukup berbeda dari destinasi Korea yang biasanya lebih identik dengan Seoul, Busan, atau Jeju. Di kota ini, laut bukan sekadar pemandangan, tetapi bagian penting dari cerita panjang yang membentuk Tongyeong hingga kini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More