Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Itinerary di Kaohsiung ala Ryeowook SUJU untuk Liburan Seru

potret Ryeowook SUJU di Kaohsiung
potret Ryeowook SUJU di Kaohsiung (instagram.com/ryeo9ook)

Taiwan adalah negara di Asia Timur yang cukup longgar untuk persyaratan visa bagi warga negara Indonesia (WNI) dan Asia Tenggara lainnya. Walau pada dasarnya tetap membutuhkan visa, tetapi para pelancong dari Indonesia cukup dengan mengajukan Travel Authorization Certificate (TAC) secara online serta gratis. Bermodalkan dokumen tersebut, maka WNI dapat tinggal selama 14 hari.

Apakah kamu berencana untuk ke Taiwan dalam waktu dekat? Jika iya, maka Kaohsiung menjadi kota yang tidak boleh dilewatkan. Kota pelabuhan ini menawarkan beberapa tempat wisata populer yang menarik.

Bagi yang masih bingung mau ke mana, kamu dapat mengikuti jejak Ryeowook Super Junior (SUJU). Baru-baru ini, idol KPop generasi kedua itu membagikan potretnya menikmati liburan di Kaohsiung dengan suasana yang hangat. Berikut ini itinerary di Kaohsiung ala Ryeowook SUJU.

1. Kuil Zuoying Yuandi

potret Ryeowook SUJU di Kuil Zuoying Yuandi, Kaohsiung
potret Ryeowook SUJU di Kuil Zuoying Yuandi, Kaohsiung (instagram.com/ryeo9ook)

Tempat pertama yang dikunjungi adalah kawasan Lotus Pond atau Lianchihtan. Kolam yang terletak di Distrik Zuoying ini terbilang luas, karena membutuhkan waktu minimal 45–60 menit untuk mengelilinginya. Untungnya, dapat dikunjungi kapan saja, karena buka 24 jam setiap hari dan gratis.

Terdapat beberapa spot menarik yang dapat disinggahi di kawasan kolam tersebut, salah satunya Kuil Zuoying Yuandi. Kuil tersebut bersama Patung Dewa Xuantian di Paviliun Beiji yang berdekatan, termasuk situs keagamaan dengan visual paling mencolok di Lotus Pond. Kuil ini didedikasikan untuk Xuantian Shangdi, dewa perkasa yang diyakini memerintah langit utara dan melindungi dari kejahatan dalam kepercayaan Taoisme.

Patung Dewa Xuantian duduk dengan gagah dan tanpa alas kaki, menjulang tinggi di atas atap kuil. Dibalut baju zirah prajurit dengan tatapan yang memerintah, satu kaki di atas ular dan kaki lainnya di atas kura-kura. Posisi tersebut punya makna simbolis dan pelindung.

Sebagai pusat pemujaan Dewa Xuantian di Taiwan bagian selatan, arsitektur dan desain Taoisme tradisional sangat kental. Ditandai dengan warna-warna berani dan ornamen rumit, seperti pilar-pilar merah hingga ukiran naga dan phoenix, tanpa meninggalkan estetika. Saat petang, berlian kecil pada mahkota patung akan menyala.

2. Pagoda Dragon and Tiger

potret Ryeowook SUJU di Pagoda Dragon and Tiger, Kaohsiung
potret Ryeowook SUJU di Pagoda Dragon and Tiger, Kaohsiung (instagram.com/ryeo9ook)

Masih di kawasan Lotus Pond, kamu juga bisa mampir ke Pagoda Dragon and Tiger. Sepasang pagoda dengan tujuh lantai itu dibangun pada 1976. Keberadaannya menjadi simbol keyakinan spiritual dengan filosofi yang mendalam.

Naga dan harimau bukan sekadar untuk tujuan estetika, tetapi punya makna. Pintu masuknya melalui mulut naga yang melambangkan kemakmuran. Kemudian, keluar melalui pintu harimau, sebagai lambang mengusir roh jahat. Menurut kepercayaan setempat, lambang perubahan nasib buruk menjadi keberuntungan.

Nuansa di sini agak berbeda dari Kuil Zuoying Yuandi karena lebih didominasi warna kuning dan merah. Arsitektur khas tradisional Tionghoa sangat terasa, desainnya pun mengikuti prinsip Feng Shui. Pagoda terapung itu terhubung ke daratan melalui jembatan zigzag.

Bagian dalam pagoda terdapat beragam mural dan karya seni bertema kisah rakyat dan nilai moral Tionghoa. Pagoda Naga menyuguhkan ilustrasi tentang bakti anak terhadap orang tua. Sedangkan Pagoda Harimau menunjukkan 12 orang bijak dan 30 istana Kaisar Giok yang berkaitan dengan kosmologi Tao.

3. Kaohsiung Museum of Fine Arts

potret Ryeowook SUJU di Kaohsiung Museum of Fine Arts, Kaohsiung
potret Ryeowook SUJU di Kaohsiung Museum of Fine Arts, Kaohsiung (instagram.com/ryeo9ook)

Kaohsiung Museum of Fine Arts merupakan museum seni rupa ketiga yang didirikan di Taiwan. Bangunan yang terletak di kawasan Neiweipi Cultural Park ini pertama kali dibuka untuk umum pada Juni 1994. Berlokasi di Nomor 80, Meishuguan Road, Distrik Gushan, Kaohsiung.

Museum tersebut terdiri dari empat lantai yang meliputi lobi, aula patung, galeri, dan ruang serbaguna. Lantai 1 terdiri dari lobi, aula patung, Galeri 101–103, dan Galeri 104–105. Lantai 2 berupa Galeri 201–203 yang dirancang untuk memajang karya-karya berukuran besar.

Selanjutnya, Lantai 3 yang dibagi menjadi dua ruangan besar, dirancang untuk pameran tematik untuk karya berukuran sedang dan membutuhkan ruang gelap. Lantai 4, terdapat Galeri 401–403 dan Ruang Serbaguna. Satu lagi, Lantai Basement meliputi Galeri B01 dan berbagai fasilitas pendukung, seperti auditorium, ruang penelitian seni, toilet, dan ruang menyusui.

Bagi kamu yang ingin berkunjung, perlu membayar tiket masuk sebesar 90 NT (sekitar Rp48.000) untuk dewasa, 45 NT (sekitar Rp24.000) lansia dan pelajar. Gratis untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Buka setiap hari Selasa–Minggu pukul 09.30–17.30, tutup setiap Senin dan Hari Raya Imlek.

4. Dome of Light

potret Ryeowook SUJU di Dome of Light, Kaohsiung
potret Ryeowook SUJU di Dome of Light, Kaohsiung (instagram.com/ryeo9ook)

Berbeda dari ketiga tempat sebelumnya, Dome of Light merupakan bagian dari Stasiun MRT Kaohsiung Formosa Boulevard. Lokasinya di B1F, Nomor 115, Zhongshan 1st Road, Distrik Xinxing, Kota Kaohsiung. Stasiun tersebut menjadi tempat transit untuk MRT Red Line dan Orange Line (Stasiun Formosa Boulevard).

Dome of Light menjadi instalasi seni publik terbesar di dunia yang terbuat dari potongan kaca berwarna. Dibuat oleh seniman terkenal bernama Narcissus Quagliata. Pembangunannya membutuhkan waktu hampir 4 tahun dan dibuka untuk umum pada 2008.

Kubah itu punya diameter 30 meter yang meliputi area seluas 660 meter persegi. Pengerjaannya diawasi langsung oleh Quagliata dan panel kacanya dikirim dari Jerman. Panel kaca dibuat dan dirakit sesuai blue print skala penuh yang dibuat oleh untuk menghasilkan terobosan baru yang kreatif. 

Karya tersebut bukan hanya menambah keindahan stasiun, tetapi juga untuk tujuan seni dan tempat wisata baru di Kaohsiung. Jika diamati lebih dekat, kubah itu mengisahkan kehidupan manusia dalam empat tema yang disusun secara kronologis. Air (sumber kehidupan), Bumi (kemakmuran dan pertumbuhan), Cahaya (semangat kreatif), dan Api (kehancuran dan kelahiran kembali).

Itinerary di Kaohsiung ala Ryeowook SUJU tersebut dapat dikunjungi seharian atau 2 hari 1 malam agar lebih santai. Bukan sekadar tempat populer dan Instagramable, tetapi pas banget buat pencinta seni serta arsitektur. Ada yang masuk bucket list-mu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Bagaimana jika Visamu Ditolak?

26 Jan 2026, 20:02 WIBTravel