6 Kota Wisata di Indonesia Tempat Berburu Jejak Peranakan

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman budaya yang luar biasa. Salah satu kekayaan yang menarik untuk dijelajahi adalah budaya peranakan, yaitu hasil akulturasi antara budaya Tionghoa dan lokal. Jejaknya masih bisa kamu temukan di berbagai kota wisata peranakan Indonesia yang menawarkan pengalaman unik lewat arsitektur, kuliner, tradisi, hingga suasana khas yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain.
Buat kamu yang suka wisata sejarah dan budaya, mengunjungi kota-kota peranakan bisa jadi pengalaman yang berkesan. Berikut ini enam kota wisata peranakan Indonesia yang wajib masuk daftar wisata kamu.
1. Lasem, Jawa Tengah – jejak pecinan tertua di pantai utara Jawa

Lasem sering dijuluki sebagai “Tiongkok Kecil” karena menjadi salah satu pecinan tertua di Indonesia. Kota kecil di pesisir utara Jawa ini memiliki banyak rumah bergaya Tionghoa-Jawa yang masih terawat hingga sekarang. Bangunan-bangunan tua dengan pintu kayu besar, jendela khas, serta ornamen merah mendominasi kawasan ini.
Selain dikenal lewat julukan “Tiongkok Kecil”, Lasem juga menyimpan deretan kelenteng berusia tua yang penuh nilai historis. Beberapa di antaranya adalah Kelenteng Cu An Kiong dan Poo An Bio yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Menyusuri lorong-lorong sempit di kawasan ini akan membawa kamu merasakan atmosfer tempo dulu, sekaligus memberi gambaran nyata tentang kehidupan masyarakat peranakan di tanah Jawa.
2. Singkawang, Kalimantan Barat – kota seribu kelenteng

Singkawang dikenal sebagai kota dengan populasi etnis Tionghoa terbesar di Indonesia. Gak heran kalau kota ini sering dijuluki Kota Seribu Kelenteng. Nuansa peranakan sangat terasa mulai dari arsitektur rumah, kuliner, hingga tradisi yang masih dilestarikan.
Daya tarik utama Singkawang adalah perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang sangat meriah. Festival Tatung yang menampilkan atraksi budaya ekstrem selalu menjadi magnet wisatawan. Di luar momen festival, kamu juga bisa menjelajahi kawasan pecinan, mencicipi kuliner khas peranakan, serta mengunjungi kelenteng-kelenteng bersejarah yang tersebar di seluruh kota.
3. Glodok, Jakarta – chinatown tertua di ibu kota

Kalau kamu ingin merasakan nuansa peranakan tanpa keluar Jakarta, Glodok adalah jawabannya. Kawasan ini merupakan chinatown tertua di ibu kota dan menjadi pusat aktivitas masyarakat Tionghoa sejak zaman kolonial.
Di Glodok, kamu bisa menemukan wisata kuliner legendaris, toko obat tradisional, hingga pasar tradisional yang ramai. Salah satu destinasi ikonik di sini adalah Vihara Dharma Bhakti, kelenteng tertua di Jakarta yang menjadi pusat peribadatan sekaligus wisata sejarah. Suasana khas Glodok membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
4. Medan, Sumatera Utara – kembaran Georgetown di Penang

Medan memiliki kawasan Kesawan yang terkenal dengan arsitektur peranakan yang kental. Bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial dengan sentuhan Tionghoa membuat kawasan ini sering disandingkan sebagai kembaran Georgetown di Penang, Malaysia.
Kesawan menjadi pusat perdagangan sejak dulu dan hingga kini masih menyimpan pesona sejarah yang kuat. Kamu bisa menyusuri deretan bangunan heritage, mencicipi kuliner khas peranakan, hingga menikmati suasana kota tua yang autentik. Perpaduan budaya Melayu, Batak, dan Tionghoa membuat Medan semakin kaya akan warna budaya.
5. Tanjung Pinang, Kepulauan Riau – harmoni Melayu dan Tionghoa

Tanjung Pinang menawarkan nuansa pesisir dengan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa yang kental. Salah satu destinasi menarik di sini adalah Kampung Batik Gonggong, kawasan wisata yang menampilkan kehidupan masyarakat peranakan di tepi laut.
Selain itu, kuliner khas seperti gonggong dan berbagai olahan seafood menjadi daya tarik tersendiri. Berjalan santai di kawasan pesisir sambil menikmati suasana kampung peranakan membuat liburan di Tanjung Pinang terasa lebih hangat dan berkesan.
6. Bangka Belitung – surga wisata sejarah dan kuliner peranakan

Provinsi Bangka Belitung memiliki jejak budaya peranakan yang sangat kuat, terutama dalam kuliner dan arsitektur. Kamu bisa menemukan rumah-rumah tua bergaya Tionghoa, kelenteng, serta kampung peranakan yang masih hidup hingga sekarang.
Kuliner khas seperti mie belitung, martabak bangka, dan aneka hidangan laut menjadi bukti akulturasi budaya yang harmonis. Selain wisata sejarah, keindahan pantai dan pulau-pulau kecil di Bangka Belitung juga melengkapi pengalaman liburan kamu.
Menjelajahi kota wisata peranakan Indonesia bukan hanya soal jalan-jalan, tapi juga belajar tentang sejarah, toleransi, dan keberagaman. Setiap kota menawarkan cerita unik yang memperkaya pengalaman traveling kamu. Jadi, kota mana dulu yang ingin kamu kunjungi?

















