16 Tempat Nonton Ogoh-ogoh Paling Seru di Bali
Jika kamu berencana liburan dalam rangka libur Nyepi di Bali, aktivitas utama yang dapat kamu lakukan adalah menyaksikan pawai ogoh-ogoh. Kamu dapat bergabung bersama warga lokal, ekspatriat, maupun turis di sepanjang jalur yang dilalui.
Masing-masing daerah di Bali biasanya akan menggelar festival dan lomba ogoh-ogoh beberapa pekan sebelum malam Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi). Kemudian, ogoh-ogoh akan diarak keliling jalan utama setiap desa maupun jalur yang telah ditentukan pada malam Pengerupukan.
Tak hanya berpusat di satu kawasan saja, ogoh-ogoh akan diarak keliling berbagai wilayah dan biasanya akan berhenti di titik-titik tertentu. Untuk menikmati kemeriahannya, kamu bisa mengunjungi tempat nonton ogoh-ogoh di Bali berikut ini.
Table of Content
1. Jalan Legian, Kuta–Badung
Kuta pernah menjadi pusat wisata yang berkembang pesat dan ramai pada masanya. Turis asing maupun lokal berbaur dan jalanan di sini cukup padat, termasuk pada hari kerja. Demikian pula saat perayaan besar seperti pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.
Rute pawai ogoh-ogoh di kawasan ini biasanya melalui Jalan Legian Utara-Bumi Sari-Jalan Pantai Kuta-Jalan Raya Kuta. Suasana di sini hampir sama meriahnya dengan Denpasar. Tempat lain yang tidak kalah ramai adalah kawasan Pasar Kuta.
2. Batur, Kintamani–Bangli
Beralih ke Bali Timur untuk mendapatkan suasana yang lebih tenang dan kental akan budaya lokal. Kamu dapat menuju ke kawasan Gunung Batur. Biasanya, rute pawai di sepanjang Jalan Raya Batur dan jalan utama Desa Ada Batur.
Kamu dapat menyaksikan perpaduan antara budaya dan keindahan alam Kintamani. Doa, ritual, dan upacara akan dilakukan sebelum pawai berlangsung. Penduduk setempat akan berkumpul dan ogoh-ogoh akan diarak menuju area danau di mana Pura Segara Ulun Danu Batur berdiri.
3. Jalan Diponegoro, Singaraja–Buleleng

Pengalaman yang autentik bisa kamu dapatkan saat nonton ogoh-ogoh di Jalan Diponegoro, Singaraja. Sebab, kawasan ini cenderung lebih sepi wisatawan dibanding Bali Selatan. Kamu pun dapat dengan mudah berbaur dengan warga lokal selama pawai berlangsung.
4. Ubud–Gianyar
Ubud merupakan jantung budaya Bali dengan pawai yang lebih tertata dan teatrikal dibandingkan Kuta atau Denpasar. Tempat paling ramai biasanya di Jalan Monkey Forest dan Jalan Raya Ubud. Alternatif lainnya, yakni Perempatan Puri Ubud, Patung Dewa Indra, dan Jalan Raya Andong.
5. Perempatan Kantor Bupati Jembrana–Jembrana
Bergeser ke Bali Barat, Perempatan Kantor Bupati Jembrana di Jalan Jenderal Sudirman, Negara menjadi salah satu pusat pawai ogoh-ogoh setiap tahunnya. Sebelum Pengerupukan tiba, biasanya digelar Parade Catus Pata dan pameran serta pentas musik Masikian Festival. Kamu pun bisa turut memeriahkannya di area Gedung Kesenian Bung Karno.
6. Taman Budaya Candra Buana–Karangasem

Taman Budaya Candra Buana atau kawasan Puri Agung Karangasem cenderung lebih sedikit wisatawan daripada Bali Selatan. Kamu dapat menjadikannya alternatif tempat nonton ogoh-ogoh di Bali Timur, untuk mendapatkan susana yang lebih autentik. Sebab, Karangasem dikenal masih memegang kuat adat istiadat Bali.
7. Lapangan Puputan Klungkung, Semarapura–Klungkung
Meski sama-sama menggelar pawai ogoh-ogoh, tetapi setiap daerah menawarkan nuansa yang berbeda. Demikian pula dengan Klungkung yang berhubungan dengan sejarah Kerajaan Bali. Konon, pawai di sini dapat membuat penonton seperti kembali ke zaman kuno.
Salah satu pusat pawai tersebut berlokasi di Lapangan Puputan Klungkung. Dekat dengan Monumen Puputan Klungkung dan Kerta Gosa, balai pengadilan warisan yang menjadi bagian dari Istana Klungkung. Adanya unsur sejarah tersebut menjadi perpaduan menarik dengan pawai ogoh-ogoh.
8. Taman Kota Tabanan–Tabanan
Taman Kota Tabanan atau Alun-alun Tabanan menjadi tempat menarik bagi yang ingin melihat ogoh-ogoh berukuran besar. Kamu dapat merasakan kemeriahan sekaligus pengalaman yang autentik, karena lebih sedikit wisatawan dibandingkan Kuta, Ubud, atau Canggu.
9. Lapangan Puputan Badung (Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung)–Denpasar
Area Lapangan Puputan Badung (Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung) dan Patung Catur Muka merupakan titik nol Kota Denpasar yang termasuk tempat paling ramai saat pawai berlangsung. Selain pada hari Pengerupukan, kamu juga dapat menyaksikannya selama 2–3 hari saat Kasanga Festival berlangsung. Belasan ogoh-ogoh akan diarak memutari patung dan biasanya akan berakhir di Lapangan Puputan Badung.
10. Toyakapeh–Nusa Penida
Ingin menikmati suasana berbeda? Kamu tetap bisa nonton ogoh-ogoh di Nusa Penida yang terpisah dari pulau utama, pusatnya terletak di Kampung Toyakapeh. Meski skala pawainya cenderung lebih kecil, tetapi semangat serta energinya tetap sama kuat dengan daerah lain.
11. Canggu–Badung
Kalau kamu sedang berada di sekitar Canggu, maka terdapat dua tempat populer yang sering menjadi rute pawai ogoh-ogoh. Pertama, Jalan Pantai Batu Bolong dan Jalan Canggu Permai, Berawa. Suasana di sini agak berbeda, karena kamu akan menjumpai banyak ekspatriat dan turis berkumpul, sehingga cocok buat yang mau nonton pawai ogoh-ogoh untuk pertama kali.
12. Garuda Wisnu Kencana–Ungasan

Kamu tentu sudah tidak asing dengan patung kebanggaan Bali, Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan. Tempat ini menjadi pusat festival ogoh-ogoh di Kuta Selatan, jumlahnya bisa lebih dari 30 ogoh-ogoh yang dilombakan setiap tahunnya. Namun, berbeda dari yang lain, karena kamu perlu membayar tiket masuk mulai Rp100 ribu, sudah termasuk tiket masuk GWK.
13. Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung
Tak begitu jauh dari area Canggu, tempat lain yang dapat menjadi alternatif yakni area Puspem Badung. Sebelum malam Pengerupukan, di sinilah Badung Caka Festival digelar setiap tahunnya. Seluruh banjar di kabupaten tersebut akan mengikuti lomba ogoh-ogoh dan pawai selama tiga hari berturut-turut.
14. Uluwatu–Badung
Tempat lain di Kuta Selatan, kamu dapat mengaksesnya secara gratis dan berbaur dengan warga lokal di sepanjang Jalan Uluwatu. Acara inti biasanya akan menggunakan rute yang mengarah ke Pura Uluwatu. Area ini menjadi lokasi utama untuk pawai ogoh-ogoh di kawasan tersebut.
15. Catus Pata Taman Griya, Jimbaran–Badung

Berbeda dari yang lain, tradisi Pengerupukan di Jimbaran lebih dikenal sebagai Magegobog, bermakna menyuarakan bunyi-bunyian. Sebelum pawai ogoh-ogoh, masyarakat setempat akan keliling sambil memainkan alat musik tradisional, yang dipercaya dapat mengusir roh jahat. Setelah itu, dilanjutkan dengan pawai yang berpusat di Catus Pata Taman Griya.
16. Jalan Danau Tamblingan, Sanur–Denpasar
Sanur sering menjadi jujugan wisata pantai di Denpasar. Identitasnya sebagai wisata ramah keluarga dan santai, sesuai untuk kamu yang ingin nonton ogoh-ogoh dengan nuansa lebih tenang dari Kuta atau Munggu. Jalanannya pun lebih lebar, sehingga penonton punya ruang yang cukup untuk menyaksikannya, bahkan bisa mengikuti pawai hingga ke pantai.
Kamu bisa nonton ogoh-ogoh di Bali beberapa pekan minggu sebelum Nyepi dan puncaknya pada malam Pengerupukan, H-1 Hari Raya Nyepi. Setiap daerah menawarkan nuansa yang berbeda-beda dan keunikannya tersendiri. Tetap berhati-hati dan menjaga kesopanan di mana pun kamu menyaksian ogoh-ogoh nantinya, ya!


















