Jadwal Grebeg Sudiro 2026 di Solo, Perpaduan Budaya Jawa dan Tionghoa!

Grebeg Sudiro merupakan acara tahunan yang digelar di Kota Solo dan selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Berbeda dengan acara-acara lain yang biasanya hanya menampilkan satu jenis kebudayaan, Grebeg Sudiro ini menggabungkan budaya Jawa dan Tionghoa.
Hal ini dikarenakan penggagas acara Grebeg Sudiro adalah warga etnis Tionghoa dan Jawa yang tinggal di Kelurahan Sudiroprajan, Solo, Jawa Tengah. Tujuan awalnya untuk memperingati hari ulang tahun Pasar Gede Hardjonagoro pada 2007.
Dalam pelaksanaannya, Grebeg Sudiro ternyata diminati banyak orang dan menampilkan tema yang unik setiap tahunnya. Selain itu, perpaduan dua budaya menjadi cerminan atau pesan tentang semangat kerukunan dan persatuan antaretnis. Pemerintah Kota Solo akhirnya mendukung Grebeg Sudiro sebagai acara tahunan, bahkan acara ini sudah masuk ke dalam daftar Karisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata RI.
Pada 2026 ini, rangkaian Grebeg Sudiro akan berlangsung selama 5-21 Februari. Lokasinya dipusatkan di sekitar Pasar Gede, Sudiroprajan, dan Balai Kota Solo. Kamu wajib menyaksikan acara ini sekali seumur hidup.
Sebelum ke sana, kamu pasti penasaran apa saja rangkaian acaranya, kan? Melansir dari laman Instagram resmi @grebeg_sudiro, simak informasi tentang jadwal Grebeg Sudiro Solo 2026 di bawah ini, yuk!
Table of Content
1. Umbul Mantram

Umbul Mantram menjadi pembuka dari rangkaian Grebeg Sudiro. Acara ini akan digelar pada Kamis, 5 Februari 2026 pukul 18.00 WIB-selesai di Bok Teko, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo. Tujuan acara ini sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, berkah, dan keselamatan yang diberikan selama ini, khususnya untuk masyarakat Kelurahan Sudiroprajan.
Umbul Mantram dilaksanakan dengan prosesi kirab budaya dengan dua jenis jodang (sejenis tandu), yakni jodang lanang (melambangkan laki-laki) dan jodang wadon (melambangkan perempuan). Di dalam jodang lanang, terdapat makanan khas Kelurahan Sudiroprajan, dan jodang wadon berisi hasil bumi, seperti sayuran dan buah-buahan.
Selain itu, terdapat pula kendi berisi air suci, kembang, dan obor yang akan dikirab. Setelah seluruh prosesi kirab dan doa bersama dilakukan, makanan dan hasil bumi di jodang tersebut akan menjadi rebutan masyarakat yang hadir di sana.
2. Wisata Perahu Hias

Selanjutnya, ada atraksi yang tak kalah seru, yakni Wisata Perahu Hias. Perahu ini akan tersedia di Dermaga Kali Pepe (belakang kantor BRI) selama 6-21 Februari 2026 pukul 17.00 WIB sampai selesai. Sesuai dengan namanya, perahu-perahu ini dihiasi pernak-pernik khas Imlek dan menyala pada malam hari dengan beragam warna unik.
Wisatawan bisa naik perahu ini dari Dermaga Kali Pepe menuju Dermaga Kelurahan Sudiroprajan denga melintasi bagian bawah Jembatan Gantung Loji Wetan, lalu kembali lagi ke tempat semula. Ada pun durasi perjalanannya sekitar 15 menit dan perkiraan tarifnya berkisar Rp10 ribu-Rp15 ribu per orang sekali jalan.
3. Festival Kuliner Pembauran

Gak hanya nonton kirab dan naik perahu hias, wisatawan bisa kulineran dan jajan enak di Festival Kuliner Pembauran di Ketandan. Acara ini akan berlangsung selama 6-17 Februari 2026 di kawasan Ketandan, Solo (tak jauh dari Pasar Gede).
Ada banyak makanan dan minuman yang dijajakan para pelaku UMKM di festival ini. Ada jajanan tradisional khas Solo dan berbagai daerah, hingga makanan modern dan viral. Wisatawan bisa mencicipi sate kere, bubur lebu, selat Solo, sosis Solo, serabi, aneka es, tanghulu, aneka gorengan, dan makanan-makanan khas Tionghoa lainnya.
4. Bazar UMKM dan Showdratari Kreasi Baru
Selain festival kuliner, ada juga Bazar UMKM dan Showdratari Kreasi Baru yang digelar di Balai Kota Solo selama 10-16 Februari 2026. Dalam acara ini, wisatawan dapat menyaksikan atau membeli produk-produk UMKM Solo dan beragam pernak-pernik khas Imlek. Terdapat cheongsam (pakaian tradisional Tionghoa), barongsai mini, lampion-lampion dengan berbagai bentuk, dan sebagainya.
Sementara itu, Showdratari merupakan singkatan dari Show Drama dan Tari. Dalam acara ini, akan ada pertunjukan seni berupa drama, serta tari kreasi baru sebagai bentuk perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa. Siapa pun yang menonton pasti akan terpukau.
5. Karnaval Budaya

Nah, ini dia acara yang paling dinanti wisatawan dan masyarakat setempat, yakni Karnaval Budaya. Karnaval ini akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai di kawasan Pasar Gede, Solo. Peserta karnaval ini adalah komunitas kesenian dari Solo dan sekitarnya.
Selama acara, wisatawan akan disuguhi parade budaya perpaduan Jawa dan Tionghoa. Ada tarian barongsai, liong, patung-patung unik, reog, lampion-lampion raksasa, tarian Jawa, dan arak-arakan lainnya. Selain itu, juga ada beragam jodang yang diarak, mulai dari Jodang Bok Teko, Jodang Kue Keranjang, Jodang Utama (bangunan ikonik Solo), hingga Jodang Kuliner (jajajan tradisional).
6. Malam Heritage in Harmony dan Pesta Kembang Api
Kemeriahan Grebeg Sudiro akan ditutup dengan Malam Heritage in Harmony dan Pesta Kembang Api. Acara ini akan digelar sehari setelah Karnaval Budaya, yakni Senin, 16 Februari 2026 mulai pukul 18.00 WIB sampai selesai. Lokasi penyelenggaraannya di kawasan Pasar Gede dan Balaikota Surakarta (Solo).
Dalam acara ini, wisatawan dan masyarakat setempat akan disuguhi pertunjukan musik dari penyanyi-penyanyi populer dan seniman lokal. Sementara itu, Pesta Kembang Api akan dilaksanakan di depan Balai Kota Solo pada pukul 24.00 WIB.
Demikian rangkaian acara dan jadwal Grebeg Sudiro Solo 2025 sebagai panduan liburanmu sebelum ke sana. Seru banget, kan? Selamat merencanakan liburan Imlek ke Solo, ya!

















