Potret milky way (pexels.com/Yuting)
Melansir akun Instagram @infoastronomy, musim kemarau (Mei-September) merupakan waktu terbaik untuk menyaksikan milky way. Hal ini dikarenakan sisi malam bumi mengarah langsung ke bentangan galaksi bimasakti. Sebaliknya, pada musim hujan (Oktober-April), bimasakti tidak berhadapan langsung dengan sisi malam bumi, karena posisinya ada di belakang matahari.
Menurut laporan BMKG, sekitar 26,3 persen wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau terlebih dahulu, tepatnya pada Mei 2026. Selain itu, BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini juga akan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Artinya, kesempatan untuk melihat milky way jadi semakin besar.
Umumnya, milky way memang akan terlihat pada malam hari. Namun, bukan berarti kita bisa melihatnya sepanjang malam dengan jelas. Ada jam tertentu yang membuatnya terlihat sangat jelas, antara lain:
Mei 2026.
Milky way akan mulai terbit pada pukul 23.30-00.30 WIB. Zenith atau kulminasi tertingginya sekitar pukul 03.00 WIB dan akan terbenam pada pukul 07.00-08.00 WIB.
Juni 2026.
Milky way akan mulai terbit pada pukul 21.30-22.30 WIB. Zenith atau kulminasi tertingginya sekitar pukul 01.30-02.00 WIB dan akan terbenam pada pukul 06.00-07.00 WIB.
Juli 2026.
Milky way akan mulai terbit pada pukul 19.30-20.30 WIB. Zenith atau kulminasi tertingginya sekitar pukul 23.30-00.30 WIB dan akan terbenam pada pukul 05.00-06.00 WIB.
Agustus 2026.
Milky way akan mulai terbit pada pukul 18.30-19.30 WIB. Zenith atau kulminasi tertingginya sekitar pukul 21.30-22.30 WIB dan akan terbenam pada pukul 03.00-04.00 WIB.
September 2026.
Milky way akan mulai terbit pada pukul 17.30-18.30 WIB. Zenith atau kulminasi tertingginya sekitar pukul 19.30-20.30 WIB dan akan terbenam pada pukul 01.00-02.00 WIB.
Selain jam kemunculan, ada hal lain yang gak kalah penting untuk diperhatikan jika hendak melihat milky way dengan jelas, yakni harinya. Melansir situs Astrotourism, berikut perkiraan hari yang tepat untuk melihat fenomena tersebut:
10-20 Mei 2026,
8-18 Juni 2026,
8-17 Juli 2026,
6-16 Agustus 2026, dan
4-14 September 2026.
Tanggal-tanggal di atas bertepatan dengan fase bulan sabit dan bulan baru, sehingga bulan tidak terlalu "bercahaya." Sebaliknya, fase bulan purnama harus dihindari, karena bulan yang memantulkan cahaya dari matahari akan membuat milky way jadi tidak terlihat jelas.