Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Wilayah Terpanas di Dunia yang Masih Jadi Tempat Tinggal

5 Wilayah Terpanas di Dunia yang Masih Jadi Tempat Tinggal
Doha, Qatar (pexels.com/Atlantic Ambience)
Intinya Sih
  • Lima wilayah seperti Phoenix, Sri Ganganagar, Doha, Indio, dan Jizan dikenal memiliki suhu ekstrem yang bisa mencapai hingga 50 derajat Celsius namun tetap dihuni secara aktif.
  • Setiap kota mengembangkan cara adaptasi unik, mulai dari penggunaan pendingin udara massal, pengaturan aktivitas malam hari, hingga sistem irigasi yang membuat lahan gurun tetap produktif.
  • Kehidupan di daerah panas ini menunjukkan kemampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan ekstrem sambil mempertahankan pertumbuhan ekonomi, budaya, dan teknologi modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tinggal di daerah dengan suhu panas memang terdengar melelahkan. Banyak orang bahkan sudah mengeluh saat cuaca menyentuh angka 30 derajat Celsius, apalagi jika harus hidup di tempat yang suhunya bisa mencapai lebih dari 45 derajat.

Namun, uniknya, ada beberapa wilayah di dunia yang justru tetap ramai dihuni meski terkenal dengan panasnya yang ekstrem sepanjang tahun. Mulai dari kota gurun di Amerika Serikat hingga kawasan pesisir Timur Tengah, tempat-tempat ini membuktikan bahwa manusia bisa beradaptasi dengan kondisi alam yang luar biasa keras.

1. Phoenix, Arizona, Amerika Serikat

Phoenix, Arizona, Amerika Serikat
Phoenix, Arizona, Amerika Serikat (Unsplash.com/Nils Huenerfuerst)

Phoenix, yang berada di kawasan Gurun Sonora, dikenal sebagai salah satu kota besar terpanas di Amerika Serikat. Saat musim panas datang, suhu rata-rata harian bisa berada pada kisaran 41—43 derajat Celsius. Bahkan, pada kondisi ekstrem, kota ini pernah mencatat suhu hingga sekitar 50 derajat Celsius. Malam hari di Phoenix juga tetap terasa panas sehingga warga jarang benar-benar mendapat udara sejuk.

Meski begitu, populasi Phoenix terus bertambah setiap tahun. Kota ini berkembang menjadi pusat bisnis, pendidikan, dan teknologi di wilayah barat daya Amerika. Hampir semua bangunan dilengkapi pendingin udara, sementara ruang hijau dan pepohonan mulai diperbanyak untuk mengurangi efek panas.

2. Sri Ganganagar, India

Sri Ganganagar, India
Sri Ganganagar, India (unsplash.com/Ishan Jain)

Sri Ganganagar berada di negara bagian Rajasthan, India, dekat Gurun Thar. Kota ini mengalami suhu musim panas yang sangat tinggi, dengan rata-rata harian di atas 38 derajat Celsius selama berbulan-bulan. Pada 2025, wilayah ini bahkan mencatat suhu ekstrem sekitar 49 derajat Celsius yang membuatnya masuk daftar tempat berpenghuni terpanas di dunia.

Menariknya, Sri Ganganagar justru dikenal sebagai salah satu daerah pertanian penting di Rajasthan. Hal itu terjadi berkat sistem irigasi Kanal Ganga yang membuat tanah di kawasan gurun menjadi subur. Warga setempat juga terbiasa mengatur aktivitas pada pagi atau malam hari untuk menghindari panas menyengat di siang hari. Adaptasi seperti ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di sana.

3. Doha, Qatar

Doha, Qatar
Doha, Qatar (unsplash.com/Radoslaw Prekurat)

Sebagai ibu kota Qatar, Doha terkenal dengan iklim gurun yang sangat panas dan lembap. Pada puncak musim panas, suhu siang hari sering melewati 38 derajat Celsius dan kelembapan dari Teluk Persia membuat udara terasa jauh lebih menyiksa. Bahkan suhu tertinggi yang pernah tercatat di kota ini mencapai sekitar 50 derajat Celsius.

Walau kondisi cuacanya ekstrem, Doha terus berkembang menjadi kota metropolitan modern dengan gedung pencakar langit mewah dan fasilitas kelas dunia. Pendingin udara tersedia hampir di setiap ruang publik, mulai dari pusat perbelanjaan hingga halte transportasi.

Banyak aktivitas warga juga dipindahkan ke malam hari ketika suhu mulai menurun. Kombinasi teknologi dan perencanaan kota membuat kehidupan di Doha tetap berjalan aktif sepanjang tahun.

4. Indio, California, Amerika Serikat

Indio, California, Amerika Serikat
Indio, California, Amerika Serikat (unsplash.com/Ben den Engelsen)

Indio terletak di wilayah Coachella Valley, California Selatan, dan terkenal dengan cuacanya yang sangat panas serta langit cerah hampir sepanjang tahun. Saat musim panas tiba, suhu rata-rata siang hari mendekati 37 derajat Celsius dan bisa melonjak jauh lebih tinggi. Rekor suhu tertinggi di kota ini pernah mencapai sekitar 51 derajat Celsius.

Meski panasnya ekstrem, Indio tetap ramai dan menjadi pusat berbagai festival musik terkenal. Selain sektor hiburan, pertanian juga menjadi sumber ekonomi penting di kota ini. Warga setempat sudah terbiasa menghadapi udara kering gurun dengan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Kehidupan di Indio terasa unik karena perpaduan antara panas ekstrem, budaya festival, dan suasana gurun yang khas.

5. Jizan, Arab Saudi

Jizan, Arab Saudi
Jizan, Arab Saudi (pexels.com/Ahmed Rashed)

Jizan berada di pesisir barat daya Arab Saudi, tepat di tepi Laut Merah. Wilayah ini terkenal dengan suhu tinggi dan kelembapan yang membuat cuaca terasa lebih berat dibandingkan dengan kawasan gurun kering biasa. Pada musim panas, suhu harian rata-rata bisa mendekati 35 derajat Celsius, sementara suhu ekstrem pernah mencapai sekitar 47 derajat Celsius.

Walaupun cuacanya terasa menyengat hampir sepanjang tahun, Jizan tetap menjadi kawasan penting untuk perdagangan dan pertanian. Daerah ini bahkan dijuluki sebagai keranjang buah karena menghasilkan mangga dan berbagai buah tropis lainnya dalam jumlah besar.

Kehidupan masyarakat pesisir yang aktif membuat Jizan tetap ramai dan berkembang, membuktikan bahwa manusia memang mampu bertahan di lingkungan paling panas sekalipun.

Tempat-tempat ini menunjukkan bahwa suhu ekstrem bukan halangan bagi manusia untuk membangun kehidupan. Dari semua tempat tadi, wilayah mana yang paling membuatmu tidak sanggup membayangkan hidup di sana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More