Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Hilton Bertaruh Besar pada Industri Wisata India?

5 min read
Kenapa Hilton Bertaruh Besar pada Industri Wisata India?
ilustrasi hotel Hilton (unsplash.com/Kenjiro Yagi)
  • Hilton menilai India berpotensi menjadi pasar akomodasi terbesar ketiga dunia, didukung 2,9 miliar kunjungan domestik pada 2024 dan 84,6 juta pekerjaan pariwisata pada 2023–2024.
  • Pertumbuhan kelas menengah dan perjalanan domestik mendorong Hilton menargetkan segmen upper midscale melalui 125 hotel Hampton by Hilton di India barat dan selatan hingga 2035.
  • Hilton membidik destinasi religi serta kota tingkat dua dan tiga, memanfaatkan peningkatan konektivitas dan kemitraan lokal, termasuk model waralaba bersama Royal Orchid Hotels.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

India kini menjadi salah satu pasar pariwisata yang menarik perhatian perusahaan hotel global. Potensinya bahkan membuat Hilton berani memperluas bisnisnya secara agresif di negara tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan wisata domestik, kelas menengah yang semakin besar, dan pembangunan infrastruktur menjadi beberapa faktor yang membuat pasar India terlihat menjanjikan.

Di saat yang sama, pemerintah India juga terus mendorong pengembangan destinasi dan konektivitas untuk memperkuat sektor pariwisatanya. Lantas, apa saja alasan yang membuat Hilton begitu yakin dengan masa depan industri wisata India?

  1. 1. India diprediksi jadi pasar hotel terbesar ketiga

    Taj Mahal, India
    Taj Mahal, India (pexels.com/Ryan Thomas)

    Salah satu alasan terbesar Hilton begitu serius menggarap India adalah ukuran pasar yang berpotensi sangat besar. Alan Watts, presiden Hilton untuk kawasan Asia Pasifik, menilai India sebagai pasar perjalanan dan pariwisata yang paling menarik secara global untuk satu dekade ke depan. Ia bahkan memprediksi India bisa menjadi pasar akomodasi terbesar ketiga di dunia. Prediksi tersebut menunjukkan bahwa Hilton gak melihat India sebagai pasar sementara, melainkan sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.

    Potensi itu juga didukung oleh besarnya aktivitas pariwisata di dalam negeri. Data pemerintah India menunjukkan terdapat sekitar 2,9 miliar kunjungan wisatawan domestik pada 2024, bahkan sudah melampaui tingkat sebelum pandemik.

    Sektor pariwisata dan hospitality India juga disebut mendukung sekitar 84,6 juta lapangan kerja pada 2023-2024. Dengan jumlah perjalanan yang sangat besar seperti ini, wajar jika perusahaan hotel global melihat peluang untuk memperluas jaringan akomodasinya.

  2. 2. Wisata domestik dan kelas menengah terus berkembang

    ilustrasi festival di India
    ilustrasi festival di India (pexels.com/Rayhan Ahmed)

    Hilton tidak hanya mengandalkan wisatawan asing untuk mengembangkan bisnisnya di India. Perusahaan tersebut justru melihat meningkatnya perjalanan domestik dan pertumbuhan kelas menengah sebagai peluang besar di segmen hotel menengah. Hilton bahkan menjalin kerja sama dengan Regenta Hotels Private Limited yang dimiliki Royal Orchid Hotels untuk menandatangani dan membuka 125 hotel Hampton by Hilton di India. Hotel-hotel tersebut ditargetkan hadir terutama di wilayah barat dan selatan India hingga 2035.

    Strategi tersebut menunjukkan bahwa Hilton ingin mendekati wisatawan India yang bepergian di dalam negeri, bukan hanya mengejar pasar premium. Hampton by Hilton sendiri berada di segmen upper midscale yang menawarkan akomodasi dengan standar merek global, tetapi tetap menyasar wisatawan yang lebih memperhatikan nilai dan harga. Hilton juga menyebut perkembangan ekonomi, pertumbuhan kelas menengah, serta meningkatnya perjalanan domestik sebagai faktor yang menciptakan peluang besar di pasar tersebut.

  3. 3. Destinasi religi menawarkan peluang yang masih luas

    ilustrasi India
    ilustrasi India (pexels.com/Nav Photography)

    India juga punya keunggulan lain yang sulit diabaikan, yaitu wisata religi. Negara tersebut memiliki banyak destinasi spiritual yang dikunjungi wisatawan dalam jumlah besar, mulai dari Ayodhya, Tirupati, Kashi hingga berbagai pusat ziarah lainnya. Pemerintah India menyebut investasi pada konektivitas, infrastruktur, dan fasilitas pengunjung terus dilakukan untuk memperkuat posisi negara tersebut sebagai tujuan wisata spiritual.

    Peluang ini menjadi semakin menarik karena sejumlah destinasi religi masih memiliki pasokan hotel bermerek yang terbatas. Hilton melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk masuk ke lokasi yang sebelumnya belum menjadi fokus utama perusahaan hotel internasional. Apalagi, pemerintah India juga memiliki program PRASHAD yang telah menyetujui 54 proyek dengan nilai lebih dari 1.726 rupee India atau sekitar Rp3,3 triliun untuk meningkatkan infrastruktur di destinasi ziarah dan warisan budaya. Jadi, ketika fasilitas destinasi semakin baik, kebutuhan terhadap akomodasi yang nyaman dan terpercaya juga berpotensi meningkat.

  4. 4. Hilton mulai memperluas target ke kota-kota yang lebih kecil

    ilustrasi stasiun kereta api di India
    ilustrasi stasiun kereta api di India (unsplash.com/Aditya Hegde)

    Kalau sebelumnya hotel internasional lebih banyak berkonsentrasi di kota-kota besar, Hilton kini melihat peluang di kota tingkat dua dan tiga di India. Perusahaan tersebut menyebut kebutuhan terhadap akomodasi bermerek mulai berkembang di luar pusat metropolitan terbesar seiring membaiknya konektivitas dan pertumbuhan perjalanan domestik. Oleh karena itu, Hilton gak hanya membawa hotel mewah, tapi juga merek seperti Hampton by Hilton yang lebih cocok untuk pasar kelas menengah.

    Perluasan ke kota-kota yang lebih kecil juga sejalan dengan perkembangan infrastruktur pariwisata India. Pemerintah India mencatat bahwa pembangunan jalan, modernisasi stasiun kereta, pengembangan bandara, hingga peningkatan konektivitas udara regional terus dilakukan. Melalui fase baru program UDAN (Ude Desh ka Aam Nagrik) yang dikenal sebagai Viksit UDAN, pemerintah mengalokasikan 28.840 rupee India atau sekitar Rp54 triliun untuk memperkuat konektivitas udara di kota tingkat dua dan tiga serta wilayah terpencil. Semakin mudah sebuah destinasi dijangkau, semakin besar pula peluang wisatawan untuk datang dan membutuhkan tempat menginap.

  5. 5. Ekspansi bisa dilakukan bersama mitra lokal

    ilustrasi India, pariwisata India, wisatawan
    ilustrasi India, pariwisata India, wisatawan (pexels.com/Regan Dsouza)

    Ada alasan lain yang membuat strategi Hilton di India terlihat cukup agresif, tetapi tetap terukur. Hilton tidak harus membangun dan mengelola semua hotel dengan menggunakan sumber daya sendiri karena perusahaan bisa menggandeng operator dan pemilik properti lokal. Kerja sama dengan Royal Orchid menjadi salah satu contohnya, dengan 125 Hampton by Hilton yang akan dikembangkan melalui model waralaba di sejumlah wilayah India. Strategi semacam ini memungkinkan Hilton memperluas jaringan mereknya dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman mitra lokal.

    Model tersebut juga membuat Hilton bisa bergerak lebih cepat ketika peluang baru muncul di berbagai daerah. Dalam kerja sama dengan Royal Orchid, Hilton menyebut bahwa kemitraan strategis telah menjadi salah satu penggerak penting ekspansinya di India. Bahkan, kerja sama tersebut merupakan kemitraan strategis ketiga Hilton di negara tersebut untuk mempercepat pengembangan portofolionya. Dengan cara ini, Hilton bisa memperluas jangkauan mereknya sekaligus menyesuaikan produk dengan kebutuhan wisatawan lokal, termasuk melalui riset konsumen untuk menyesuaikan desain, layanan, dan fasilitas hotel di India.

    Melihat berbagai faktor tersebut, keputusan Hilton untuk bertaruh besar pada India memang punya dasar yang cukup kuat. Pasarnya besar, perjalanan domestik terus berkembang, kelas menengah semakin penting, sementara pembangunan infrastruktur membuat semakin banyak destinasi menjadi mudah dijangkau.

    Pemerintah India juga sedang mendorong pengembangan berbagai jenis pariwisata, mulai dari wisata religi hingga wisata alam dan bisnis, sehingga peluang industri hospitality menjadi semakin luas.

    Hilton sendiri sudah menunjukkan keseriusannya lewat berbagai kerja sama dan rencana ekspansi, termasuk target 125 Hampton by Hilton di wilayah barat dan selatan India. Ditambah rencana pengembangan hotel di berbagai kota yang lebih kecil, perusahaan ini tampaknya ingin mengambil posisi sejak awal sebelum pasar hotel India semakin matang. Kalau pertumbuhan wisata dan pembangunan infrastruktur terus berjalan sesuai arah saat ini, India berpotensi menjadi salah satu pasar paling penting bagi ekspansi Hilton di kawasan Asia-Pasifik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More