Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Pegunungan Alpen Jepang Utara Jadi Favorit Pendaki?
Kamikochi, Pegunungan Alpen Jepang Utara (unsplash.com/Joris Beugels)
  • Pegunungan Alpen Jepang Utara, dikenal sebagai Pegunungan Hida, membentang di empat prefektur dengan puncak tertinggi Gunung Hotaka setinggi 3.190 mdpl dan menawarkan panorama berbeda tiap musim.
  • Kawasan ini mudah dijangkau dari Tokyo maupun Nagoya lewat jaringan transportasi umum terintegrasi, dengan titik pendakian populer seperti Kamikochi dan Tatamidaira menuju Gunung Norikura.
  • Beragam jalur pendakian dari santai hingga menantang berpadu dengan budaya lokal seperti gunung suci, kuil spiritual, serta onsen yang menjadikan pengalaman mendaki semakin lengkap dan bermakna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pegunungan Alpen tidak hanya ada di Eropa dan Amerika, kamu juga dapat menjumpainya di Jepang. Salah satu yang terkenal adalah Pegunungan Alpen Utara Jepang, dikenal juga sebagai Pegunungan Hida. Pegunungan tersebut membentang dari Prefektur Nagano, Toyama, Gifu, dan Niigata dengan puncak tertingginya Gunung Hotaka yang mencapai 3.190 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Keberadaannya telah memikat para pelancong lokal maupun dari berbagai belahan dunia. Sebagian pendaki lebih memilih menjelajah pegunungan alpen tersebut dibanding Gunung Fuji yang ikonik. Lantas, kenapa Pegunungan Alpen Jepang Utara jadi favorit para pendaki? Berikut beberapa alasannya.

1. Lanskap dengan nuansa berbeda setiap musim

Pegunungan Alpen Jepang Utara merupakan tujuan wisata yang dapat dikunjungi sepanjang tahun, meski periode pendakian umumnya dibuka mulai bulan pertengahan April hingga pertengahan November. Wisata ini cocok buat kamu yang ingin melihat salju tanpa harus datang saat musim dingin.

Saat musim semi, hawanya sejuk, biasanya masih terdapat salju yang belum mencair, cuaca relatif bersahabat, berpadu dengan hijaunya pepohonan yang rimbun. Nuansanya akan lebih cerah dan semarak ketika musim panas, karena bunga-bunga alpen bermekaran. 

Saat musim gugur, Pegunungan Alpen ini menyajikan lanskap yang lebih kaya warna, dan akan berubah menjadi tempat bermain ski pada musim dingin. Panoramanya cantik banget!

2. Mudah dijangkau dari berbagai kota besar

Terminal Bus Tatamidaira, Norikura (commons.wikimedia.org/Alpsdake)

Daya tarik lainnya terletak pada kemudahan akses dari berbagai kota besar di Jepang. Pegunungan Alpen Jepang Utara dapat diakses dari Tokyo dan Nagoya dengan naik transportasi umum yang telah terintegrasi. Kamu bisa naik kereta dan bus menuju titik awal pendakian terdekat.

Titik awal pendakian yang populer dan tergolong mudah, salah satunya Kamikochi. Kamu bisa naik kereta Limited Express Azusa dari Tokyo menuju Stasiun Matsumoto dan dilanjutkan dengan naik Matsumoto Dentetsu. Pilihan lainnya, kamu bisa naik bus dari Terminal Bus Shinjuku Expressway menuju Terminal Bus Kamikochi.

Lokasi lainnya di Kota Matsumoto, kamu bisa naik bus menuju ke Halte Tatamidaira. Halte tersebut berada pada ketinggian 2.702 mdpl. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam untuk mendaki sampai puncak Gunung Norikura, salah satu gunung setinggi 3.000 mdpl yang paling mudah didaki di Jepang.

3. Pilihan jalur bervariasi, santai hingga menantang

Formasi pegunungan alpen punya keunggulan sendiri, karena banyak pilihan jalur pendakian. Kamu bisa menyesuaikan tingkat kesulitannya dengan kemampuanmu. Rute sehari hingga lebih dari 3 hari pun ada di sini, tergantung gunung mana yang dituju.

Jalur pendakian gunung paling ikonik di Pegunungan Alpen Jepang Utara antara lain Gunung Norikura dan Karamatsu untuk perjalanan satu hari. Sedangkan, pendakian 1–2 hari, dapat menuju ke Gunung Yake, Chougatake, dan Tsubakuro. Jika ingin lebih lama lagi, bahkan lebih dari tiga hari, Gunung Yari menjadi pilihan populer yang sering disandingkan dengan Matterhorn di Swiss.

Durasi pendakian dapat menjadi indikator bahwa semakin tinggi gunungnya dan jalurnya lebih panjang. Selain itu, tingkat kesulitannya pun akan semakin meningkat. Jalur pendakian di Pegunungan Alpen seringkali terasa landai di awal, tetapi biasanya semakin sulit ketika sudah berada di tengah hingga puncaknya.

4. Perpaduan alam dan budaya Jepang

Potret shelter hut di Jepang (commons.wikimedia.org/Koda6029)

Pegunungan Alpen Jepang bisa lebih indah dari yang diperkirakan, karena terdapat danau-danau tersembunyi, deretan tebing dramatis, hingga hutan purba. Di balik lanskapnya yang memukau, kawasan Pegunungan Alpen Jepang Utara juga punya nilai budaya. Masyarakat Jepang menganggap beberapa gunung sakral, salah satunya Gunung Tateyama bersama Fuji dan Haku sebagai Tiga Gunung Suci.

Selain itu, budaya pendakian Pegunungan Alpen berbeda, karena seringkali dilengkapi fasilitas mountain hut. Para pendaki dapat memanfaatkannya sebagai tempat istirahat maupun sekadar menitipkan barang sebelum summit. Kamu juga bisa melakukan hut to hut hiking selama beberapa hari.

Setelah turun gunung, banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas (onsen) seperti di Prefektur Nagano atau Toyama. Tak hanya itu, di beberapa jalur pendakian juga terdapat kuil. Bukan semata-mata sebagai tempat berdoa, tetapi juga bentuk penghormatan pada alam dan menjadi bagian dari tradisi pendakian spiritual. 

Kombinasi antara lanskap yang beragam, mudah diakses, hingga sentuhan budayanya menawarkan pengalaman mendaki yang lengkap. Bukan sekadar sampai puncak, tetapi dapat membuat perjalanan lebih bermakna. Pantas saja kalau Pegunungan Alpen Jepang Utara menjadi favorit pendaki dari berbagai belahan dunia. Kamu tertarik mengunjunginya?

Editorial Team