Potret shelter hut di Jepang (commons.wikimedia.org/Koda6029)
Pegunungan Alpen Jepang bisa lebih indah dari yang diperkirakan, karena terdapat danau-danau tersembunyi, deretan tebing dramatis, hingga hutan purba. Di balik lanskapnya yang memukau, kawasan Pegunungan Alpen Jepang Utara juga punya nilai budaya. Masyarakat Jepang menganggap beberapa gunung sakral, salah satunya Gunung Tateyama bersama Fuji dan Haku sebagai Tiga Gunung Suci.
Selain itu, budaya pendakian Pegunungan Alpen berbeda, karena seringkali dilengkapi fasilitas mountain hut. Para pendaki dapat memanfaatkannya sebagai tempat istirahat maupun sekadar menitipkan barang sebelum summit. Kamu juga bisa melakukan hut to hut hiking selama beberapa hari.
Setelah turun gunung, banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas (onsen) seperti di Prefektur Nagano atau Toyama. Tak hanya itu, di beberapa jalur pendakian juga terdapat kuil. Bukan semata-mata sebagai tempat berdoa, tetapi juga bentuk penghormatan pada alam dan menjadi bagian dari tradisi pendakian spiritual.
Kombinasi antara lanskap yang beragam, mudah diakses, hingga sentuhan budayanya menawarkan pengalaman mendaki yang lengkap. Bukan sekadar sampai puncak, tetapi dapat membuat perjalanan lebih bermakna. Pantas saja kalau Pegunungan Alpen Jepang Utara menjadi favorit pendaki dari berbagai belahan dunia. Kamu tertarik mengunjunginya?