Kunjungan ke Aula Utama Istana Kyoto akan Ditutup selama 9 Tahun
- Aula upacara utama Shishinden di Istana Kekaisaran Kyoto akan ditutup untuk restorasi sekitar sembilan tahun, setelah kunjungan khusus musim gugur menjadi kesempatan terakhir publik melihatnya dari dekat.
- Ratusan pengunjung mengantre untuk menyaksikan Shishinden, termasuk singgasana Takamikura dan kursi Michodai yang terkait dengan upacara penobatan kaisar.
- Restorasi mencakup penggantian atap kulit kayu cemara, peningkatan pencegahan bencana, dan uji ketahanan gempa; aula diperkirakan dapat dilihat kembali pada 2035.
Pada 2025, Jepang berhasil mencetak rekor tertinggi dengan menyambut 42,7 juta wisatawan mancanegara. Negeri Sakura ini tidak sepi pengunjung setiap tahunnya karena menawarkan berbagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang tersebar di berbagai kota.
Namun, baru-baru ini, kunjungan ke aula utama Istana Kekaisaran Kyoto dilaporkan akan ditutup. Bahkan, kesempatan terakhir untuk melihat bagian luar aula upacara utama, Shishinden, Istana Kekaisaran Kyoto di Jepang Barat pada kunjungan khusus musim gugur adalah mulai Kamis (8/10/2026) lalu.
Kalau melewatkan momen ini, wisatawan mancanegara baru bisa mendapatkannya kembali 9 tahun kemudian. Kira-kira, kenapa begitu, ya?
1. Aula utama Istana Kekaisaran Kyoto di Jepang Barat akan ditutup selama 9 tahun

Aula upacara Shishinden di Istana Kekaisaran Kyoto di Jepang Barat (commons.wikimedia.org/Saigen Jiro) Istana Kekaisaran Kyoto atau Kyoto Gosho di Jepang Barat memulai kunjungan khusus musim gugur pada Kamis (8/10/2026) untuk memperlihatkan bagian luar aula upacara utama, Shishinden. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan terakhir bagi publik sebelum bangunan ini ditutup untuk proyek restorasi yang akan memakan waktu sekitar 9 tahun.
Sekitar 260 orang telah mengantre untuk melihat lebih dekat Shishinden sebelum gerbang dibuka pada pagi hari itu. Namun, periode kunjungan sangat terbatas, mulai pukul 09.00–15.20 waktu setempat dan hanya berlangsung hingga Senin (12/10/2010), dengan tiket gratis tanpa perlu reservasi.
"Ini pertama kalinya saya melihat begitu banyak orang mengantre di hari kerja," kata Hiroaki Imamura, seorang pejabat di Kantor Kyoto Badan Rumah Tangga Kekaisaran, seperti dilansir The Mainichi.
2. Pengunjung dapat melihat kemegahan Singgasana Kaisar dari luar Shishinden

Aula upacara Shishinden di Istana Kekaisaran Kyoto di Jepang Barat (commons.wikimedia.org/Wikiwikiyarou) Sementara itu, Shishinden dulunya digunakan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai upacara kenegaraan yang sangat penting, termasuk prosesi sakral penobatan kaisar baru. Meski sempat hancur total akibat kebakaran besar, seluruh struktur aula yang berdiri kokoh saat ini merupakan hasil rekonstruksi menyeluruh yang berhasil diselesaikan kembali pada tahun 1855.
Melalui area terbuka di depan aula utama, pengunjung dapat melihat kemegahan bagian dalam ruangan, yang secara khusus memamerkan singgasana Takamikura dengan kanopi megahnya yang ikonik, dan kursi Michodai yang dirancang khusus untuk permaisuri. Kedua benda sakral ini memegang peranan penting dalam seluruh rangkaian upacara penobatan kekaisaran zaman dulu.
Dilansir The Mainichi, Hiroaki Imamura juga mengatakan, setelah pekerjaan restorasi Shishinden dimulai, pengunjung tidak akan lagi dapat melihat aula dari dekat selama sekitar 9 tahun. Oleh karena itu, Istana Kekaisaran Kyoto membuka kesempatan terakhir bagi publik.
3. Aula utama Istana Kekaisaran Kyoto akan dibuka kembali pada 2035
Aula upacara Shishinden di Istana Kekaisaran Kyoto di Jepang Barat (commons.wikimedia.org/Saigen Jiro) Kamu pasti bertanya-tanya kenapa proses restorasi Shishinden membutuhkan waktu hingga 9 tahun, kan? Alasan utamanya adalah bahwa proyek ini mencakup banyak pekerjaan besar. Mulai dari mengganti atap kulit kayu cemara yang memang rutin diperbarui setiap 30 tahun, meningkatkan sistem pencegahan bencana, hingga menguji ketahanan bangunan terhadap gempa.
Selama Shishinden tersebut dilakukan pemugaran, struktur pelindung sementara akan menutupi aula untuk melindunginya dari angin, hujan, hingga salju. Jika berlangsung selama 9 tahun, publik baru bisa melihatnya lagi pada 2035. Tentunya, Istana Kekaisaran Kyoto akan memberikan pemberitahuan lebih lanjut apabila Shishinden siap dibuka kembali.






















