ilustrasi Transjakarta (commons.wikimedia.org/Desta231206)
Meskipun rute ini baru dalam tahap uji coba, pembahasan soal tarif sudah menjadi perhatian penting dari pihak penyelenggara. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa tarif yang akan diberlakukan nantinya menyesuaikan dengan pola layanan Transjakarta yang sudah ada. Saat ini, dua jenis layanan Transjakarta yang tersedia yakni BRT reguler seharga Rp3.500 dan Royal Trans dengan tarif antara Rp20.000 hingga Rp35.000.
Tarif akhir untuk rute Transjakarta Alam Sutera - Blok M masih dalam proses kajian. Namun, besar kemungkinan tarif tersebut tetap masuk akal dan bisa bersaing dengan transportasi daring maupun kendaraan pribadi. Harapannya, penumpang tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kenyamanan, kecepatan, dan kepastian waktu yang ditawarkan rute ini.
Bila rute ini resmi diluncurkan dengan tarif yang bersahabat, maka itu bisa jadi solusi mobilitas jangka panjang. Terutama bagi masyarakat kelas pekerja yang selama ini merasa terjebak dalam dilema antara mahalnya tarif ojek daring dan ribetnya moda transportasi berganti-ganti. Apalagi jika nantinya tersedia paket langganan atau diskon khusus untuk pengguna harian, rute ini bisa makin diminati semua kalangan.
Jalur baru Transjakarta yang menghubungkan Alam Sutera dan Blok M memberi opsi perjalanan yang lebih simpel bagi warga Jakarta dan Tangerang Selatan yang ingin bepergian tanpa harus berpindah moda transportasi. Jalur ini menghadirkan efisiensi, kenyamanan, serta opsi mobilitas modern yang dapat mengurangi beban lalu lintas harian.
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan moda transportasi publik yang efisien, cepat, dan terjangkau, rute Transjakarta Alam Sutera menuju Blok M bisa jadi pilihan yang layak dicoba.