Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Masjid Agung Kairouan, Monumen Islam Terbesar di Afrika Utara

Masjid Agung Kairouan, Monumen Islam Terbesar di Afrika Utara
Masjid Agung Kairouan, juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia. (unsplash.com/A M)
Intinya Sih
  • Masjid Agung Kairouan didirikan tahun 670 M oleh Uqbah bin Nafi’ dan terus diperluas hingga masa Dinasti Aghlabiyyah, menjadi simbol kejayaan Islam di Afrika Utara.
  • Arsitekturnya memadukan seni Islam, Romawi, dan Bizantium dengan menara kuno setinggi 31,5 meter serta ratusan pilar pualam yang mencerminkan kemegahan sejarahnya.
  • Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1988, masjid ini tetap berfungsi sebagai pusat ibadah dan destinasi wisata sejarah yang terbuka bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Terletak di pesisir utara Afrika yang berbatasan dengan Laut Mediterania dan Gurun Sahara, Tunisia menyimpan kekayaan sejarah dunia yang luar biasa, salah satunya adalah Masjid Agung Kairouan. Sebagai masjid tertua di Afrika Utara yang berdiri kokoh di kota Kairouan, bangunan ini merupakan mahakarya arsitektur yang memadukan seni Islam dan Romawi. Hingga saat ini, masjid tersebut menjadi saksi bisu masa kejayaan Islam yang masih memancarkan suasana religius dan nilai sejarah yang kental bagi siapa pun yang mengunjunginya.

Lantas, bagaimana sebuah bangunan berusia lebih dari 1.300 tahun tetap berdiri kokoh di tanah Afrika? Mari kita telusuri sejarah dan keindahan Masjid Agung Kairouan!

1. Didirikan pada tahun 670 M

Pemandangan udara Masjid Agung Kairouan, juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia.
Pemandangan udara Masjid Agung Kairouan, juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia. (commons.wikimedia.org/tourism landscapes)

Masjid Agung Kairouan didirikan pada tahun 670 M oleh Panglima Uqbah bin Nafi', tak lama setelah kedatangan Muslim Arab ke Afrika Utara. Awalnya, masjid ini dibangun di pusat kota sebagai simbol penting bagi pemerintahan baru. Namun, perjalanan sejarahnya tidak selalu mulus karena pada tahun 690 M, masjid ini sempat hancur akibat serbuan pasukan suku Berber. Beruntung, pada tahun 703 M, Hassan bin Nu'man membangunnya kembali dengan desain yang diperkuat seperti benteng pertahanan untuk melindunginya dari serangan di masa depan.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, masjid ini terus mengalami perluasan dan perbaikan, terutama pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul-Malik di tahun 724–728 M. Keindahan dan struktur megah yang kita lihat hari ini merupakan hasil dari sentuhan berbagai penguasa, termasuk penambahan ornamen artistik pada tahun 774 M. Puncak kejayaan masjid ini terjadi pada era Dinasti Aghlabiyyah, di mana perluasan besar-besaran dilakukan, menjadikan masjid ini sebagai warisan bersejarah yang luar biasa pada masa keemasan Islam di tanah Tunisia.

2. Perpaduan seni Islam dan warisan Romawi

Bagian dalam ruang salat Masjid Agung Kairouan, yang juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia.
Bagian dalam ruang salat Masjid Agung Kairouan, yang juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia. (commons.wikimedia.org/Dennis G. Jarvis)

Masjid Agung Kairouan merupakan contoh luar biasa dari arsitektur hipostyle, alias ruangan beratap yang ditopang banyak tiang, yang memadukan keindahan seni Islam dengan pengaruh budaya Romawi dan Bizantium. Masjid ini tampak sangat kokoh dengan tembok besar dan sembilan gerbang utama. Halaman tengahnya dirancang dengan sangat cerdas menggunakan batu-batu besar dan sistem drainase modern pada masanya. Daya tarik utamanya terletak pada sekitar 400 pilar pualam kuno yang konon diambil dari bekas bangunan gereja dan situs bersejarah di sekitar wilayah tersebut.

Di sisi utara, berdiri menara setinggi 31,5 meter yang diakui sebagai salah satu menara masjid tertua di dunia. Menara yang menyerupai benteng ini terdiri dari tiga lantai dan masih menyimpan ukiran batu kuno dari zaman Romawi. Memasuki ruang utama, pengunjung akan disambut oleh 17 lorong yang ditopang oleh 414 tiang serta lantai yang dilapisi permadani. Bagian paling sakral adalah mihrab abad ke-9 yang menghadap ke arah Mekah, dilengkapi dengan mimbar kayu berukiran indah yang didatangkan langsung dari Baghdad.

3. Simbol kejayaan dan pusat ilmu

Jam matahari horizontal bersejarah yang terletak di halaman tengah Masjid Agung Kairouan di Tunisia.
Jam matahari horizontal bersejarah yang terletak di halaman tengah Masjid Agung Kairouan di Tunisia. (commons.wikimedia.org/Tab59)

Masjid Agung Kairouan berdiri megah di atas lahan seluas kurang lebih 9.000 meter persegi, yang menjadikannya salah satu kompleks bangunan keagamaan terbesar di Afrika Utara. Skala bangunannya yang masif dengan tembok-tembok tebal yang kokoh tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai pernyataan kekuatan bagi para penguasa di zamannya. Dengan kapasitas yang luas, masjid ini mampu menampung ribuan jemaah, yang menunjukkan betapa pentingnya peran kota Kairouan sebagai pusat populasi dan kebudayaan yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Lebih dari sekadar tempat untuk menunaikan salat, Masjid Agung Kairouan dulunya adalah jantung kehidupan intelektual dan sosial. Pada masa kejayaannya, masjid ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran yang setara dengan universitas-universitas besar, tempat para ulama dan cendekiawan berkumpul untuk menimba ilmu agama serta ilmu pengetahuan umum. Hingga hari ini, fungsinya tetap terjaga sebagai rumah ibadah yang suci, sekaligus menjadi simbol identitas keislaman yang abadi dan destinasi wisata sejarah yang sangat dihormati di Tunisia.

4. Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Masjid Agung Kairouan, juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia.
Masjid Agung Kairouan, juga dikenal sebagai Masjid Uqba, yang terletak di Kairouan, Tunisia. (unsplash.com/Brahim Guedich)

Masjid Agung Kairouan memegang peranan vital dalam pengakuan internasional karena statusnya sebagai bagian dari Kota Kairouan yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1988. Pengakuan ini diberikan bukan hanya karena nilai arsitekturnya yang luar biasa sebagai model masjid tertua di Afrika Utara, tetapi juga karena peran historis Kairouan sebagai salah satu kota tersuci dan pusat penyebaran agama Islam yang paling berpengaruh di dunia Arab-Muslim bagian barat.

Status UNESCO ini memastikan bahwa situs tersebut mendapatkan perlindungan dan pelestarian yang ketat agar tetap terjaga keasliannya dari generasi ke generasi. Bagi dunia, status warisan dunia ini menegaskan bahwa Masjid Agung Kairouan adalah "harta karun" kemanusiaan yang menjadi bukti nyata pertemuan berbagai kebudayaan dan perkembangan peradaban Islam di benua Afrika. Dengan label ini, Kairouan diakui sebagai destinasi yang sangat penting bagi sejarah peradaban dunia.

5. Menyambut baik wisatawan dari berbagai latar belakang

Momen wisata di Masjid Agung Kairouan, yang juga dikenal sebagai Masjid Uqba, di Tunisia.
Momen wisata di Masjid Agung Kairouan, yang juga dikenal sebagai Masjid Uqba, di Tunisia. (commons.wikimedia.org/Noomen9)

Masjid Agung Kairouan menyambut baik wisatawan dari berbagai latar belakang yang ingin mengagumi kemegahan arsitektur dan nilai sejarahnya. Namun, karena tempat ini masih berfungsi aktif sebagai pusat ibadah yang suci, terdapat beberapa aturan khusus yang diterapkan. Bagi pengunjung non-Muslim, area yang dapat diakses umumnya dibatasi pada halaman tengah dan beberapa bagian luar ruang salat utama. Akses ke dalam ruang salat utama yang tertutup biasanya dikhususkan bagi jemaah yang hendak beribadah.

Selain pembatasan area, pengunjung juga diharapkan untuk selalu menjaga etika dan ketertiban. Hal yang paling utama adalah mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian masjid. Dengan mengikuti panduan ini, wisatawan dapat menikmati keindahan detail bangunan, menara tua, serta atmosfer spiritual masjid dengan nyaman tanpa mengganggu ketenangan jemaah yang sedang menunaikan ibadah.

Kini Masjid Agung Kairouan pun menjadi simbol kejayaan peradaban Islam di Afrika Utara yang masih berdiri kokoh melintasi zaman. Seolah-olah membawa kita kembali ke masa ribuan tahun silam untuk merasakan langsung jejak sejarah yang masih terjaga keindahannya hingga hari ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Travel

See More