ilustrasi tidur (unsplash.com/Kinga Cichewicz)
Meski memiliki konsep berbeda, sleep tourism dan staycation sebenarnya punya satu kesamaan, yaitu memberikan kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas. Perbedaannya terletak pada cara mendapatkan pengalaman tersebut. Sleep tourism secara khusus merancang lingkungan dan aktivitas untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. Sementara itu, staycation memberikan kebebasan kepada wisatawan untuk menentukan sendiri bagaimana mereka ingin menggunakan waktu libur.
Orang yang ingin meningkatkan kualitas tidur dan mencoba program khusus untuk mendukung istirahat bisa memilih sleep tourism. Sementara itu, staycation lebih cocok bagi mereka yang ingin rehat sejenak dari pekerjaan dan rutinitas. Apalagi, staycation tidak mengharuskan seseorang bepergian jauh atau membuat rencana liburan yang rumit.
Kesimpulannya, sleep tourism adalah tren wisata yang menjadikan tidur dan pemulihan sebagai tujuan utama. Pengalamannya dapat melibatkan fasilitas khusus, pemantauan tidur, meditasi, hingga program kesehatan yang berkaitan dengan istirahat. Sementara itu, staycation merupakan liburan di rumah atau lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Fokusnya lebih luas, yaitu menikmati waktu luang tanpa harus melakukan perjalanan jauh.