ilustrasi Typhoon Dolphin mengganggu aktivitas penerbangan (commons.wikimedia.org/Francisco Huerta)
Pembatalan penerbangan bukan sekadar karena badai berada di dekat Jepang. Topan Dolphin membawa kondisi cuaca yang cukup berbahaya bagi penerbangan, mulai dari angin kencang, hujan deras hingga gelombang tinggi.
Saat mendekati wilayah Jepang, Typhoon Dolphin tercatat memiliki kecepatan angin berkelanjutan sekitar 144 kilometer per jam dengan hembusan mencapai 198 kilometer per jam. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap aktivitas penerbangan dan operasional bandara.
Cuaca ekstrem bisa memengaruhi jarak pandang, kondisi landasan pacu, hingga proses pesawat saat lepas landas dan mendarat. Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan maskapai untuk membatalkan penerbangan ketika kondisi dinilai tidak memungkinkan untuk terbang dengan aman.
Dampaknya, lebih dari 500 penerbangan di Jepang dibatalkan ketika Topan Dolphin mendekati wilayah barat daya negara ini. Gangguan juga meluas ke sektor transportasi serta industri, termasuk Toyota yang menghentikan sementara operasional di sembilan pabriknya sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Sementara itu, otoritas setempat juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi hampir 260.000 warga di Prefektur Kagoshima serta Okinawa guna mengantisipasi ancaman angin kencang serta hujan lebat yang berpotensi merusak bangunan dan memicu banjir.