Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Turis yang Paling Banyak Belanja di Jepang 2026

Daftar Turis yang Paling Banyak Belanja di Jepang 2026
ilustrasi panorama di Jepang (unsplash.com/Edmund Lou)
Intinya Sih
  • Wisatawan Meksiko mencatat rata-rata belanja tertinggi di Jepang pada April–Juni 2026, sebesar 514.925 yen per orang; khusus pelancong liburan, angkanya tetap tertinggi, 511.867 yen.
  • Total pengeluaran wisatawan asing mencapai 2,5096 triliun yen, naik 0,2 persen secara tahunan. Amerika Serikat menyumbang belanja terbesar 384,8 miliar yen, diikuti Taiwan 363,9 miliar yen.
  • Akomodasi menjadi pos terbesar dengan 927,8 miliar yen atau 37 persen dari total belanja wisatawan asing, melampaui belanja, makanan-minuman, transportasi domestik, dan hiburan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi banyak orang, liburan ke Jepang bukan sekadar melihat Gunung Fuji atau menikmati mekarnya bunga sakura. Ada yang berburu kuliner lokal, menginap di ryokan tradisional, menjelajahi taman hiburan, hingga berburu produk khas yang sulit ditemukan di negara lain. Gak heran kalau biaya liburan di Jepang bisa lebih tinggi untuk satu kali perjalanan.

Di balik ramainya kunjungan wisatawan asing, muncul fakta menarik mengenai siapa yang paling banyak mengeluarkan uang selama berada di Jepang. Data terbaru menunjukkan ada satu negara yang rata-rata pengeluaran setiap orangnya jauh melampaui wisatawan dari China maupun Amerika Serikat.

1. Pengeluaran per orang tertinggi berasal dari Meksiko

ilustrasi wisata di Jepang
ilustrasi wisata di Jepang (unsplash.com/Jérémy Stenuit)

Badan Pariwisata Jepang (Japan Tourism Agency), bagian dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Pemerintah Jepang, merilis hasil Survey on Inbound Tourism Spending Trends yang menganalisis data dari April—Juni 2026. Berdasarkan survei tersebut, wisatawan asal Meksiko mencatat rata-rata pengeluaran per orang tertinggi selama berada di Jepang.

Wisatawan asal Meksiko menghabiskan rata-rata 514.925 yen Jepang, lebih dari dua kali lipat rata-rata total untuk semua pengunjung. Bahkan, Meksiko juga menjadi satu-satunya negara yang melampaui ambang batas 500 ribu yen Jepang, dan posisi berikutnya ditempati oleh gabungan wisatawan dari Timur Tengah dengan rata-rata pengeluaran 482.836 yen.

Tingginya angka pengeluaran wisatawan Meksiko ini bukan disebabkan oleh segelintir pemimpin industri yang berkunjung ke Jepang dalam perjalanan bisnis yang didanai perusahaan. Saat Badan Pariwisata Jepang mengolah data untuk memisahkan pengeluaran khusus wisatawan liburan, Meksiko tetap mencatat pengeluaran per orang tertinggi, yaitu di angka 511.867 yen Jepang.

2. Total belanja wisatawan asing tetap naik

ilustrasi belanja di Jepang
ilustrasi belanja di Jepang (unsplash.com/Hoyoun Lee)

Dalam laporan yang sama, Japan Tourism Agency mencatat wisatawan mancanegara menghabiskan sekitar 2,5096 triliun yen di Jepang sepanjang April—Juni 2026. Nilai tersebut naik sekitar 0,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menariknya, kenaikan ini terjadi meskipun pengeluaran wisatawan dari Tiongkok mengalami penurunan. Sebaliknya, pengeluaran dari sejumlah negara lain meningkat secara signifikan sehingga mampu menjaga tren positif sektor pariwisata Jepang.

Berikut daftar pengeluaran wisatawan asing di Jepang berdasarkan negara asal periode April—Juni 2026:

  1. Amerika Serikat: 384,8 miliar yen (naik 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu)
  2. Taiwan: 363,9 miliar yen (naik 27,9 persen )
  3. Tiongkok: 259,2 miliar yen (naik 48,8 persen)
  4. Korea: 248,9 miliar yen (naik 12,2 persen)
  5. Hong Kong: 145,2 miliar yen (naik 7,8 persen)
  6. Australia: 105,9 miliar yen (naik 5,9 persen)
  7. Thailand: 71,8 miliar yen (naik 0,3 persen)
  8. Inggris: 68,7 miliar yen (naik 0,4 persen)
  9. Kanada: 68,1 miliar yen (naik 10,4 persen)
  10. Singapura: 60 miliar yen (naik 20,1 persen)

Di luar daftar 10 besar di atas, terdapat juga lonjakan pengeluaran wisatawan dari Prancis, Filipina, Indonesia, India, Malaysia, dan Rusia. Menariknya, kenaikan ini tetap terjadi meski pada paruh pertama 2026 Jepang mengalami penurunan jumlah wisatawan asing untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir.

3. Biaya hotel jadi pengeluaran terbesar wisatawan

ilustrasi menginap di Jepang
ilustrasi menginap di Jepang (unsplash.com/Masaaki Komori)

Selain mengungkap negara dengan rata-rata pengeluaran tertinggi, survei Japan Tourism Agency juga menunjukkan bahwa akomodasi atau biaya hotel menjadi pos pengeluaran terbesar wisatawan asing selama berada di Jepang. Pada periode April—Juni 2026, pengeluaran untuk hotel mencapai 927,8 miliar yen Jepang atau 37 persen dari total pengeluaran wisatawan asing. Pos ini mengungguli pengeluaran untuk belanja, makanan dan minuman, transportasi di dalam Jepang, dan layanan hiburan.

Besarnya porsi biaya hotel menunjukkan bahwa banyak wisatawan asing memilih menginap lebih lama atau memesan akomodasi dengan fasilitas yang lebih lengkap selama menikmati liburan di Jepang. Faktor meningkatnya tarif hotel di sejumlah kota wisata populer seperti Tokyo dan Osaka, juga turut berkontribusi terhadap tingginya pengeluaran pada kategori ini.

Daftar turis yang paling banyak pengeluarannya di Jepang pada periode April–Juni 2026 memperlihatkan bahwa Meksiko menempati posisi teratas berdasarkan rata-rata pengeluaran per wisatawan. Temuan ini menjadi gambaran bahwa sektor pariwisata Jepang tidak hanya ditopang oleh tingginya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga oleh besarnya pengeluaran setiap pelancong untuk akomodasi, kuliner, belanja, hingga berbagai aktivitas wisata selama berada di Negeri Sakura.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More