ilustrasi seorang pendaki trekking di gunung sendirian (unsplash.com/Hayato Shin)
Jika kamu pemula atau belum pernah mendaki gunung, hiking ke bukit bisa jadi pilihan. Mengingat jalur yang dilewati cukup mudah dan durasinya yang hanya beberapa jam, hiking ini lebih cocok disebut sebagai kegiatan rekreasi.
Sementara itu, trekking memang cocok untuk mereka yang mau berpetualang di alam bebas. Namun, karena intensitasnya yang tinggi, trekking membutuhkan latihan fisik yang intens. Tujuannya tentu saja untuk menjaga agar fisik tetap bugar selama aktivitas.
Selain itu, trekking lebih cocok dilakukan oleh mereka yang sudah berpengalaman mendaki selama bertahun-tahun. Jika kamu pemula dan mau mencoba trekking, pastikan kamu pergi bersama dengan orang-orang yang memang sudah berpengalaman. Sebelum pergi, persiapkan segalanya dengan baik, termasuk urusan fisik. Terakhir, jangan memulai trekking di medan yang terlalu ekstrem supaya badan kamu gak kaget nantinya.
Banyak orang beranggapan bahwa trekking dan hiking itu sama. Padahal, dari definisi, durasi, medan yang ditempuh, sampai perlengkapan yang dibutuhkan, semuanya berbeda. Jadi jangan sampai salah nyebut lagi, ya!