Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Hiking dan Trekking, Mana yang Cocok untuk Pemula?
ilustrasi sekelompok orang sedang hiking (unsplash.com/Samuel Quek)
  • Hiking merupakan aktivitas rekreasi outdoor berdurasi sekitar 2–8 jam di jalur yang relatif aman dan sering dilalui, seperti bukit atau gunung tidak terlalu tinggi.
  • Trekking menempuh perjalanan lebih jauh hingga beberapa hari, dengan medan alam liar seperti hutan lebat, lereng berbatu, jalur terjal, serta perubahan cuaca dan ketinggian ekstrem.
  • Persiapan trekking lebih lengkap, termasuk latihan fisik, tenda, sleeping bag, serta logistik lebih banyak; hiking lebih cocok bagi pemula, sementara trekking disarankan bersama pendaki berpengalaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mendaki gunung, ada dua istilah yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu hiking dan trekking. Kedua istilah ini populer di kalangan pendaki. Gak sedikit yang beranggapan kalau dua kata ini memiliki makna atau menggambarkan aktivitas yang sama.

Padahal secara umum, hiking adalah kegiatan outdoor atau rekreasi yang dilakukan sambil berolahraga. Sedangkan trekking adalah kegiatan yang dilakukan dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, ada perbedaan hiking dan trekking lainnya yang jarang diketahui.

1. Durasi hiking lebih pendek ketimbang hiking

ilustrasi dua orang pria hiking di gunung (unsplash.com/Godefroy Boutet)

Hiking merupakan pendakian santai dan biasanya dilakukan di bukit atau gunung yang gak terlalu tinggi. Nah, karena perjalanannya gak terlalu jauh, hiking memakan durasi waktu yang gak terlalu banyak.

Untuk hiking, durasinya berkisar antara 2-8 jam, atau kurang dari 1 hari. Sedangkan trekking bisa dibilang merupakan pendakian serius, dan dilakukan di gunung yang memiliki ketinggian cukup ekstrem. Durasinya sendiri bisa berlangsung lebih panjang bahkan memakan waktu selama beberapa hari, tergantung seberapa jauh jarak lokasi yang ingin dituju. Semakin jauh jaraknya, semakin lama juga durasi trekking-nya.

2. Trekking memiliki jalur yang lebih menantang daripada hiking

ilustrasi seorang pria trekking di pegunungan berbatu (unsplash.com/NEOM)

Trekking biasanya dilakukan di alam liar yang belum banyak terjamah manusia. Medan yang dilalui pun sangat bervariasi, mulai dari jalur terjal di pegunungan, hutan lebat, lereng berbatu, dan area lain yang terpencil. Mereka yang mengikuti trekking juga harus beradaptasi dengan alam luar, perubahan cuaca yang berlangsung cepat, hingga ketinggian ekstrem.

Sama seperti trekking, hiking juga bisa dilakukan di hutan, atau gunung. Namun, jalur yang dilalui memang merupakan jalur yang aman dan sering dilalui oleh pendaki. Nah, karena sering dilalui, jalurnya jelas lebih aman karena dilengkapi dengan papan petunjuk yang memudahkan para pendaki.

3. Dibandingkan dengan hiking, persiapan trekking jauh lebih banyak

ilustrasi tas dan perlengkapan trekking (unsplash.com/Mohamed Amiri)

Perlengkapan trekking dan hiking sebetulnya gak jauh berbeda. Keduanya membutuhkan perlengkapan seperti ransel yang bagus, sepatu yang nyaman, tongkat berjalan, perlengkapan antiair, hingga makanan dan minuman. Namun, karena durasi dan tingkat kesulitannya berbeda, persiapan trekking harus lebih matang.

Mulai dari perencanaan, persiapan fisik, hingga peralatan harus lengkap. Barang-barang seperti sleeping bag, tenda, makanan berat dan minuman yang lebih banyak, hingga sepatu yang nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh jelas harus ada. Sedangkan untuk hiking, karena jalurnya sudah tersedia dan perjalanannya hanya memakan waktu beberapa jam saja, persiapannya tetap harus matang. Namun, perlengkapan yang dibawa mungkin gak sebanyak trekking.

4. Hiking lebih cocok untuk rekreasi, sedangkan trekking Cocok untuk petualangan

ilustrasi seorang pendaki trekking di gunung sendirian (unsplash.com/Hayato Shin)

Jika kamu pemula atau belum pernah mendaki gunung, hiking ke bukit bisa jadi pilihan. Mengingat jalur yang dilewati cukup mudah dan durasinya yang hanya beberapa jam, hiking ini lebih cocok disebut sebagai kegiatan rekreasi.

Sementara itu, trekking memang cocok untuk mereka yang mau berpetualang di alam bebas. Namun, karena intensitasnya yang tinggi, trekking membutuhkan latihan fisik yang intens. Tujuannya tentu saja untuk menjaga agar fisik tetap bugar selama aktivitas.

Selain itu, trekking lebih cocok dilakukan oleh mereka yang sudah berpengalaman mendaki selama bertahun-tahun. Jika kamu pemula dan mau mencoba trekking, pastikan kamu pergi bersama dengan orang-orang yang memang sudah berpengalaman. Sebelum pergi, persiapkan segalanya dengan baik, termasuk urusan fisik. Terakhir, jangan memulai trekking di medan yang terlalu ekstrem supaya badan kamu gak kaget nantinya.

Banyak orang beranggapan bahwa trekking dan hiking itu sama. Padahal, dari definisi, durasi, medan yang ditempuh, sampai perlengkapan yang dibutuhkan, semuanya berbeda. Jadi jangan sampai salah nyebut lagi, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article