Belakangan ini, dunia traveling tidak lagi hanya tentang mengunjungi banyak tempat dalam waktu singkat. Semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan lokal. Di tengah tren tersebut, istilah living travel dan slow travel mulai sering muncul dan menarik perhatian para pencinta perjalanan.
Sekilas, kedua konsep ini memang terlihat serupa karena sama-sama mengutamakan pengalaman dibanding sekadar berburu destinasi wisata. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, living travel dan slow travel memiliki tujuan serta cara menjalani perjalanan yang berbeda. Supaya tidak salah memahami keduanya, yuk simak ulasan perbedaan living travel dan slow travel berikut ini sampai selesai.
