Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deretan Masjid di Makkah selain Masjidil Haram, Wajib ke Sini!
Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Minggu (19/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)

Bagi jemaah haji dan umrah, beribadah di Makkah identik dengan menghabiskan seluruh waktu di Masjidil Haram demi mengejar keutamaan pahala yang berlipat ganda. Namun, Tanah Suci ini sebenarnya dikelilingi banyak masjid, terutama masjid-masjid bersejarah di berbagai sudut kotanya.

Mengunjungi masjid selain Masjidil Haram tak hanya untuk beribadah, tetapi juga memperdalam wawasan sejarah dan perjuangan dakwah Rasulullah SAW secara langsung.

Setiap masjid di luar area utama haram ini memiliki latar belakang peristiwa yang unik dan nilai spiritual yang tinggi. Penasaran di mana saja masjidnya?

Berikut IDN Times bagikan adalah rekomendasi masjid di Makkah selain Masjidil Haram yang wajib kamu kunjungi saat haji atau umrah!

1. Masjid Al-Jinn

Potret Masjid Al Jinn di Makkah (visitsaudi.com)

Masjid pertama yang bisa dikunjungi adalah Masjid Al Jinn. Di sinilah Nabi Muhammad SAW bertemu dengan rombongan jin dan menerima mereka masuk Islam.

Hal inilah yang menjadi dasar penamaan masjid. Selain itu, nama Al Haras (bermakna penjaga) juga kerap disematkan untuk masjid ini, karena dulunya menjadi titik henti para penjaga yang melakukan tawaf.

Masjid ini diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-2 Hijriah dan mengalami beberapa kali renovasi selama era Kekhalifahan Islam. Struktur bangunan sekarang adalah hasil renovasi tahun 1700-an. Jaraknya Masjid Al Jinn hanya sekitar 3,5 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa dikunjungi di sela-sela aktivitas haji atau umrah.

2. Masjid Aisyah

Potret Masjid Aisyah atau Masjid Tan'eem di Makkah (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Masjid Aisyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Tan'eem merupakan salah satu masjid paling penting bagi jemaah yang ingin melaksanakan ibadah umrah berkali-kali. Lokasinya sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram, masjid ini berfungsi sebagai salah satu titik miqat resmi (tempat memulai niat umrah) bagi penduduk lokal Makkah maupun para pendatang.

Namanya terinspirasi dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, yang diperintahkan Sang Nabi untuk mengambil miqat dari tempat ini saat melaksanakan Haji Wada. Secara arsitektur, Masjid Aisyah memiliki ciri khas bangunan yang megah dengan menara yang menjulang tinggi dan fasilitas yang sangat lengkap bagi jemaah.

Di dalamnya terdapat area wudu dan kamar mandi yang luas untuk menampung ribuan orang yang ingin berganti kain ihram setiap harinya. Suasana di sekitar masjid biasanya sangat hidup dengan deretan pedagang perlengkapan ibadah.

3. Masjid Al Ji'ranah

Terletak sekitar 28 kilometer ke arah timur laut Masjidil Haram, Masjid Al Ji'ranah ini sangat istimewa, karena menjadi salah satu lokasi Rasulullah SAW mengambil miqat dan saksi sejarah pembagian harta rampasan perang setelah kemenangan kaum Muslim dalam Perang Hunain.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menetap selama beberapa malam sebelum akhirnya mengenakan kain ihram untuk kembali menuju Makkah dan melaksanakan umrah. Masjid ini memiliki bangunan yang cukup luas dengan desain interior yang elegan dan pencahayaan yang terang.

Meskipun lokasinya cukup jauh dari pusat kota, banyak jemaah yang menyempatkan diri datang ke sini, karena meyakini keutamaan melakukan miqat dari tempat yang pernah digunakan langsung oleh Baginda Nabi. Area luar masjid dipenuhi pepohonan yang memberikan kesejukan di tengah teriknya suhu udara Makkah.

4. Masjid Nimra

Masjid Namirah Arafah (IDN Times/Umi Kalsum)

Masjid Nimra atau Masjid Namirah terletak di dataran Arafah atau sekitar 30 kilometer dari Masjidil Haram. Masjid ini dibangun di tempat yang dulunya digunakan Rasulullah SAW untuk mendirikan tenda dan menyampaikan khotbah Wada saat menunaikan haji terakhir.

Uniknya, sebagian bangunan masjid ini berada di dalam batas wilayah Arafah. Sedangkan, bagian depannya berada di luar batas wilayah tersebut, yang menjadi pengingat penting bagi jemaah tentang batas-batas Tanah Haram saat melakukan wukuf.

Luas Masjid Nimra mencapai lebih dari 110 ribu meter persegi dan menjadi salah satu masjid terbesar di Arab Saudi, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masjid ini memiliki enam menara yang menjulang tinggi dan mampu menampung hingga 350 ribu jemaah sekaligus.

Setiap tanggal 9 Dzulhijah, Masjid NImra menjadi pusat perhatian dunia, karena jutaan jemaah haji berkumpul di sini untuk mendengarkan khotbah Arafah, sekaligus melaksanakan Salat Zuhur dan Asar sebelum memulai prosesi puncak haji.

5. Masjid Asy Syajarah

Masjid Asy Syajarah berlokasi tak jauh dari Masjid Al Jinn. Nama Asy Syajarah berarti pohon dalam Bahasa Arab. Hal ini merujuk pada peristiwa sebuah pohon bergerak mendekat ke arah Rasulullah SAW atas izin Allah SWT sebagai bukti kenabian beliau di hadapan kaum Quraisy.

Masjid Asy Syajarah menawarkan suasana yang tenang di tengah hiruk-pukuk pemukiman padat di Makkah. Meskipun ukurannya tidak seluas masjid-masjid miqat, Masjid ini sering dikunjungi para peziarah yang melakukan napak tilas sejarah dakwah Nabi di area pemakaman Ma'la.

Bagian dalamnya sangat bersih dan nyaman. Jemaah biasanya melaksanakan salat sunah atau sekadar beristirahat sejenak dari teriknya cuaca.

Menelusuri masjid-masjid bersejarah di Makkah akan memberikan wawasan baru bagi perjalanan ibadah, baik saat haji maupun umrah. Semoga kamu dapat mengunjungi masjid-masjid di atas selama haji atau umrah, ya!

Editorial Team