Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Syarat Pendakian Gunung Kerinci, Wajib Pakai Guide Lokal!
Potret gunung Kerinci (pexels.com/Atlantic Ambience)
  • Pendakian Gunung Kerinci kini wajib registrasi online, membawa dokumen identitas, surat sehat, dan izin orang tua bagi pendaki di bawah 17 tahun.
  • Setiap pendaki harus registrasi ulang di Pos R10 Kersik Tuo serta wajib menggunakan guide lokal demi keselamatan selama jalur ekstrem Kerinci.
  • Pendaki diwajibkan membawa perlengkapan lengkap termasuk tenda, jaket hangat, dan trash bag, serta dilarang membawa speaker portable atau senjata berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendaki Gunung Kerinci menjadi impian banyak pendaki di Indonesia. Sebagai gunung tertinggi di Pulau Sumatra dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), jalur pendakiannya menawarkan pengalaman yang menantang sekaligus pemandangan yang luar biasa. Tidak heran kalau syarat pendakian Gunung Kerinci selalu ramai dicari, terutama oleh pendaki pemula yang baru pertama kali ingin menaklukkan atap Sumatra ini.

Sebelum berangkat, ada beberapa aturan penting yang wajib kamu pahami. Pendakian ke Gunung Kerinci tidak bisa dilakukan sembarangan karena kawasan ini berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat. Mulai dari registrasi online, dokumen kesehatan, sampai aturan logistik, semuanya harus dipenuhi agar perjalanan kamu aman dan lancar.

1. Registrasi dan dokumen wajib pendakian

ilustrasi Gunung Kerinci (commons.wikimedia.org/Attomy)

Hal pertama yang wajib kamu urus adalah proses registrasi. Saat ini, pendaki Gunung Kerinci diwajibkan melakukan pendaftaran dan pemesanan tiket secara online, melalui eticket-tnks.fst.unja.ac.id, sebelum hari keberangkatan. Sistem ini dibuat untuk membatasi jumlah pendaki sekaligus menjaga kelestarian jalur pendakian.

Setelah registrasi online selesai, kamu harus menyiapkan dokumen identitas yang masih berlaku. Untuk Warga Negara Indonesia, dokumen yang dibutuhkan adalah KTP asli. Sementara itu, pendaki asing wajib membawa paspor atau KITAS yang masih aktif.

Dokumen penting lainnya adalah surat keterangan sehat dari dokter. Surat ini wajib menunjukkan bahwa kondisi fisik kamu prima, terutama dari sisi pernapasan dan kesehatan jantung. Ini bukan formalitas semata, karena trek Gunung Kerinci cukup berat dengan elevasi yang menuntut stamina maksimal.

Kalau usia kamu masih di bawah 17 tahun, ada syarat tambahan berupa surat izin orang tua atau wali bermaterai. Materainya bisa menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku, biasanya Rp10.000. Pastikan semua dokumen disimpan dalam map atau plastik tahan air supaya tetap aman selama perjalanan menuju basecamp.

2. Prosedur pendakian yang harus dipatuhi

ilustrasi Gunung Kerinci (unsplash.com/Ikhwanul Furqon)

Setelah semua dokumen siap, kamu tetap belum bisa langsung naik. Setibanya di kawasan pendakian, semua pendaki wajib melakukan registrasi ulang di Pos R10 Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Jambi.

Di pos ini, petugas akan melakukan pengecekan ulang dokumen, jumlah anggota tim, dan perlengkapan dasar. Kalau ada persyaratan yang kurang, kamu biasanya diminta melengkapinya dulu sebelum diizinkan masuk jalur.

Hal penting lainnya adalah pendakian Gunung Kerinci wajib menggunakan jasa guide lokal. Aturan ini dibuat demi keselamatan pendaki karena jalur Kerinci terkenal cukup ekstrem, terutama saat cuaca berubah drastis atau kabut turun tebal.

Selain itu, waktu pendakian juga sudah diatur, yaitu hanya diperbolehkan antara pukul 06.00—17.00 WIB. Jadi kamu tidak bisa memulai pendakian sembarangan di malam hari. Ada juga aturan minimal jumlah pendaki, yaitu 2 orang dalam satu tim. Pendakian solo tidak dianjurkan karena risiko tersesat atau mengalami kendala di jalur yang cukup tinggi.

3. Perlengkapan yang wajib kamu bawa

ilustrasi packing peralatan pendakian (pexels.com/Timur Weber)

Gunung Kerinci punya suhu yang cukup ekstrem, terutama saat malam hari di area shelter. Oleh karena itu, membawa perlengkapan lengkap adalah syarat mutlak. Beberapa perlengkapan standar yang wajib kamu siapkan antara lain:

  1. tenda,

  2. sleeping bag,

  3. matras,

  4. kompor portable,

  5. logistik makanan,

  6. jaket gunung,

  7. pakaian hangat berlapis,

  8. headlamp, dan

  9. sepatu gunung dengan grip kuat.

Selain perlengkapan utama, kamu juga wajib membawa trash bag atau tas sampah. Semua sampah yang kamu hasilkan harus dibawa turun kembali. Gunung Kerinci punya aturan ketat soal kebersihan dan pelanggaran bisa berujung pada sanksi.

Selain itu, ada juga barang-barang yang tidak boleh dibawa, seperti speaker portable, senjata api, dan senjata tajam berlebihan di luar kebutuhan pendakian. Larangan speaker portable cukup sering dilanggar, padahal suara bising bisa mengganggu pendaki lain dan merusak suasana alami gunung. Jangan lupa cek ulang isi carrier sebelum berangkat. Beban ideal biasanya sekitar 15–20 persen dari berat badan kamu agar tetap nyaman saat trekking.

4. Tips agar pendakian Gunung Kerinci lancar

ilustrasi pendaki (unsplash.com/Diego Marín)

Selain memenuhi syarat administrasi dan perlengkapan, ada beberapa tips penting agar pendakian kamu lebih aman.

  1. Lakukan latihan fisik minimal 2 minggu sebelum berangkat. Fokus pada kardio, seperti jogging, naik turun tangga, atau hiking ringan.

  2. Pilih musim yang tepat. Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Kerinci biasanya saat musim kemarau karena jalur cenderung lebih aman dan tidak terlalu licin.

  3. Jangan memaksakan summit kalau kondisi tubuh tidak memungkinkan. Banyak pendaki terlalu ambisius hingga mengabaikan sinyal tubuh.

  4. Jaga etika pendakian. Hormati sesama pendaki, jangan buang sampah sembarangan, dan ikuti arahan guide lokal.

  5. Siapkan mental. Trek Gunung Kerinci terkenal cukup panjang dan melelahkan, tapi semua perjuangan itu bakal terbayar saat kamu melihat sunrise dari puncaknya.

Kalau semua syarat pendakian Gunung Kerinci sudah kamu penuhi, perjalanan menuju salah satu gunung terbaik di Indonesia ini pasti terasa jauh lebih aman dan menyenangkan. Jadi, kapan kamu mau mendaki Gunung Kerinci, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team