Perang yang masih memanas di Timur Tengah berdampak signifikan terhadap operasional sejumlah maskapai dunia. Apalagi, setelah Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran pada Sabtu (18/4/2026). Thai Vietjet menjadi maskapai berikutnya yang akan memangkas sejumlah rute imbas dari harga bahan bakar jet yang meroket tajam.
Dilansir dari Nation Thailand, Thai Vietjet baru-baru ini mengumumkan akan mengurangi frekuensi penerbangan mereka pada musim panas 2026, sekitar Mei dan Juni. Sebelumnya, Qantas, American Airlines, hingga Air New Zealand juga telah lebih dulu menangguhkan beberapa rute karena mengalami krisis bahan bakar jet.
