Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Imbas Konflik, Ini Daftar Maskapai Dunia yang Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah

Imbas Konflik, Ini Daftar Maskapai Dunia yang Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah
ilustrasi pesawat terbang (unsplash.com/Claudio Schwarz)

Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah berdampak besar bagi industri penerbangan global. Sejumlah maskapai internasional terpaksa menghentikan atau membatalkan penerbangan demi alasan keselamatan, terutama setelah penutupan pusat-pusat penerbangan utama di Timur Tengah termasuk Dubai, Doha, dan Abu Dhabi.

Gangguan ini menyebabkan ribuan penumpang terdampak hingga beberapa maskapai penerbangan menambah rute lain untuk mengelola permintaan. Para penumpang pun disarankan untuk memeriksa informasi terbaru dengan maskapai penerbangan mereka.

Berikut informasi per Maret 2026 tentang penerbangan yang terdampak karena konflik tersebut. Simak informasi lengkapnya, yuk!

1. Daftar maskapai yang batalkan penerbangan

ilustrasi pesawat Cathay Pacific
ilustrasi pesawat Cathay Pacific (unsplash.com/Richard Liu)

Berikut daftar beberapa maskapai penerbangan dunia yang membatalkan penerbangannya melintasi Timur Tengah:

  • Aegean Airlines: membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, Beirut, dan Amman hingga 23 April, penerbangan ke Erbil dan Baghdad dibatalkan hingga 25 Mei, penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 19 April, dan penerbangan ke Riyadh dibatalkan hingga 18 April.
  • airBaltic: semua penerbangan ke Tel Aviv dibatalkan hingga 29 April dan semua penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 24 Oktober.
  • Air Canada: membatalkan semua penerbangan ke Dubai hingga 28 Maret dan semua penerbangan ke Tel Aviv hingga 2 Mei.
  • Air Europa: membatalkan semua penerbangan ke Tel Aviv hingga 10 April.
  • Air France-KLM: membatalkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 24 Maret, termasuk keberangkatan dari Dubai tangga 25 Maret. Selain itu, membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut hingga 28 Maret serta menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, Dubai hingga 17 Mei dan ke Tel Aviv hingga 11 April.
  • Cathay Pacific: membatalkan semua penerbangan penumpang dan kargo ke Dubai dan Riyadh hingga 30 April. Namun, menambahkan penerbangan tambahan ke London antara tanggal 21 Maret dan 28 Maret karena peningkatan permintaan.
  • Delta Air Lines: membatalkan penerbangan New York - Tel Aviv hingga 31 Mei dan penerbangan Tel Aviv - New York hingga 1 Juni. Pengaktifan kembali rute Atlanta - Tel Aviv ditunda, dengan penerbangan dari dan ke Tel Aviv dihentikan sementara 5 September.
  • El Al Israel Airlines: kendala operasional mencegah penerbangan reguler dari Israel, kecuali dalam kasus-kasus langka dan luar biasa, mereka akan terus berupaya untuk membawa penumpang pulang. Maskapai ini juga mendesak pihak berwenang untuk membuka Bandara Ramon di dekat Eilat.
  • Emirates: akan mengoperasikan jadwal penerbangan yang dikurangi setelah pembukaan kembali sebagian wilayah udara regional.
  • Etihad Airways: akan mengoperasikan jadwal penerbangan komersial terbatas antara Abu Dhabi dan beberapa tujuan tertentu.
  • Finnair: membatalkan penerbangan ke Dubai hingga 29 Maret dan penerbangan ke Doha hingga 2 Juli sambil terus menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel.
  • Flynas: memperpanjang penangguhan penerbangan ke Dubai, Abu Dhabi, Sharjah, Doha, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah hingga 31 Maret.
  • International Airlines Group (IAG): British Airways milik IAG memperpanjang pembatalan penerbangan ke Amman, Bahrain, Dubai, dan Tel Aviv hingga 31 Mei, serta ke Doha hingga 30 April sambil menambah penerbangan ke Bangkok dan Singapura. Penerbangan ke Abu Dhabi tetap ditangguhkan hingga akhir tahun ini.
  • IndiGo: menangguhkan operasi ke Doha, Kuwait, Bahrain, Dammam, Fujairah, Ras Al Khaimah, dan Sharjah hingga 28 Maret.
  • Japan Airlines: menangguhkan penerbangan terjadwal Tokyo - Doha hingga 31 Maret, dan penerbangan Doha - Tokyo hingga 1 April.
  • LOT Polish Airlines: semua penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 28 Maret dan ke Tel Aviv hingga 31 Mei. Selain itu, penerbangan ke Riyadh juga dibatalkan hingga 30 April dan ke Beirut pada 31 Maret - 30 April.
  • Lufthansa Group: menangguhkan penerbangan ke Beirut, Dubai, Amman, Erbil, dan Abu Dhabi hingga 28 Maret dan penerbangan ke Tel Aviv hingga 9 April. Selain itu, penerbangan ke Riyadh ditangguhkan hingga 5 April dan ke Teheran hingga 30 April.
  • Malaysia Airlines: menangguhkan semua penerbangan ke Doha hingga 15 April.
  • Norwegian Air: menunda peluncuran layanan Tel Aviv dan Beirut dari 1 April dan 4 April, yang direncanakan hingga 15 Juni. Di samping itu juga membatalkan semua penerbangan ke Dubai hingga 8 April.
  • Pegasus Airlines: membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 24 Maret, serta membatalkan penerbangan ke Iran, Irak, Amman, Beirut, Kuwait, Bahrain, Doha, Dammam, Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah hingga 13 April.
  • Qatar Airways: akan mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas yang telah direvisi hingga 28 Maret.
  • Singapore Airlines: akan memperpanjang penangguhan penerbangan Singapura - Dubai hingga 30 April. Selain itu, menambahkan layanan antara Singapura dan London Gatwick dari 31 Maret hingga 24 Oktober, rute Singapura - Melbourne dari 29 Maret hingga 24 Oktober untuk memenuhi permintaan lebih tinggi.
  • Turkish Airlines: membatalkan sebagian besar penerbangan ke Timur Tengah hingga akhir Maret. SunExpress, perusahaan patungan dengan Lufthansa, telah membatalkan penerbangan ke Dubai dan Bahrain hingga 23 Maret.
  • Vietnam Airlines: berencana membatalkan 23 penerbangan per minggu di beberapa rute domestik mulai bulan April.
  • Wizz Air: menangguhkan penerbangan ke Israel hingga 29 Maret, serta penerbangan ke Dubai, Abu Dhabi, Amman, Jeddah dari destinasi di daratan Eropa hingga pertengahan September.

2. Kota yang paling terdampak

ilustrasi kota Dubai
ilustrasi kota Dubai (unsplash.com/Aldo Loya)

Beberapa kota yang paling banyak mengalami pembatalan penerbangan antara lain adalah Tel Aviv di Israel, Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Doha di Qatar, Riyadh dan Dammam di Arab Saudi, serta Beirut di Lebanon. Kota-kota tersebut merupakan hub penerbangan internasional, sehingga gangguannya berdampak luas hingga ke Eropa, Asia, dan Amerika.

3. Tips bagi traveler

ilustrasi memeriksa update penerbangan
ilustrasi memeriksa update penerbangan (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Jika kamu memiliki rencana perjalanan ke Timur Tengah atau transit di beberapa wilayah di atas dalam waktu dekat, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Cek status penerbangan secara berkala untuk mengetahui update terbaru.
  • Hubungi maskapai untuk opsi refund atau reschedule penerbangan.
  • Pertimbangkan rute alternatif untuk sampai di tempat tujuanmu, dan memilih maskapai dengan rute yang menghindari wilayah udara berbahaya.
  • Siapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi penundaan yang lama, seperti beralih ke moda transportasi lain atau mencari akomodasi sementara.

Dengan banyaknya maskapai yang menghentikan penerbangan ke Timur Tengah, kamu sebaiknya lebih waspada dan rutin memeriksa update terbaru sebelum berangkat. Pastikan kamu mengetahui status penerbangan hingga rute alternatif agar perjalanan tetap lancar. Situasi bisa berubah sewaktu-waktu, jadi stay update mendapatkan informasi terkini supaya rencana liburan atau perjalanan bisnismu tidak terganggu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apa Itu Lintas Jalur Pendakian? Ini Pengertian dan Aturannya

30 Mar 2026, 21:15 WIBTravel