Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) resmi mengumumkan daftar 12 Global Geopark baru yang masuk ke dalam jaringan konservasi warisan geologi dunia mereka pada Rabu (22/4/2026).
Pengumuman ini tentu menjadi sorotan global, mengingat status tersebut bukan sekadar label prestisius, tetapi juga bentuk pengakuan internasional terhadap keunikan situs alam, keragaman hayati, hingga kekayaan budaya yang dimiliki suatu negara.
Melansir situs resmi UNESCO, saat ini terdapat 241 situs di 51 negara yang masuk ke dalam Jaringan Geopark Global UNESCO. "Setiap formasi batuan, setiap ngarai, dan setiap fosil menceritakan kisah yang menjadi milik seluruh umat manusia. Hanya dalam 10 tahun, UNESCO Global Geoparks telah menunjukkan bahwa melindungi warisan geologi juga berarti memajukan sains, memperkuat pendidikan, dan membangun ketahanan lokal," kata Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, dikutip dari laman resmi UNESCO, Rabu (22/4/2026).
Keberadaan situs-situs tersebut, kata Khaled, menjadi bentuk komitmen bersama untuk mewariskan pengetahuan, dengan komunitas lokal sebagai pusatnya. Bagi negara yang memiliki situs dengan dengan status global geopark tidak hanya bisa meningkatkan standar perlindungan alamnya, tetapi juga mendongkrak daya tarik wisata.
Penasaran mana saja tempat yang terpilih dan apakah Indonesia kembali menambah koleksi geopark kelas dunia miliknya? Simak daftar lengkap 12 UNESCO Global Geopark terbaru di bawah ini, yuk!
