Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Vietnam Targetkan 50 Juta Wisatawan Asing pada 2030
Hanoi, Vietnam (unsplash.com/Ryan Le)
  • Vietnam mengesahkan Resolusi 26-NQ/TW untuk menjadikan pariwisata sektor ekonomi unggulan, berbasis budaya, teknologi, transformasi digital, kualitas layanan, pertumbuhan hijau, dan tata kelola modern.
  • Pada 2030, Vietnam membidik 50 juta wisatawan asing, 160 juta domestik, pendapatan pariwisata 90 miliar dolar, serta pengembangan pusat pertumbuhan di Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang.
  • Menuju 2045, Vietnam menargetkan 70 juta wisatawan asing, kontribusi pariwisata 14-15 persen terhadap GDP, dan posisi 30 besar dunia dalam daya saing pariwisata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Vietnam terus berupaya untuk menjadi yang terdepan di Asia Tenggara. Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis dan Presiden To Lam baru-baru ini menandatangani kebijakan untuk mengembangkan industri pariwisata Negeri Naga Biru tersebut menjadi sektor ekonomi unggulan di era baru.

Dengan kebijakan tersebut, Vietnam menargetkan 50 juta wisatawan asing dan 160 juta wisatawan domestik pada 2030 dengan fokus pada pengembangan 3 pusat pertumbuhan pariwisata, yakni Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang. Lantas, apa yang dipersiapkan Vietnam untuk mencapai target, ya?

1. Vietnam sahkan kebijakan baru demi jadi Raja Pariwisata di Asia Tenggara

Ha Long, Vietnam (unsplash.com/Ammie Ngo)

Kebijakan yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam dan Presiden To Lam baru-baru ini, Resolusi 26-NQ/TW, dipandang sebagai tonggak penting, yang akan membuka orientasi baru dan peluang pengembangan bagi sektor pariwisata negara tersebut. Oleh karena itu, biro politik menetapkan 5 panduan yang harus dipahami secara menyeluruh dan diadopsi secara tegas, komprehensif, dan efektif.

Pertama, pengembangan pariwisata harus benar-benar menjadikan sektor tersebut sebagai ujung tombak ekonomi dan penggerak pertumbuhan baru. Budaya diidentifikasi sebagai fondasi inti, sementara identitas nasional dan kualitas pengalaman pengunjung menjadi keunggulan yang ditawarkan. Pengembangan pariwisata akan didorong oleh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital.

Pariwisata harus dibangun sebagai ekosistem ekonomi terintegrasi, yang menghasilkan momentum bagi perdagangan, jasa, transportasi, industri budaya dan kreatif, pertanian, ekonomi digital, ekonomi malam hari, dan sektor lainnya. Keterkaitan ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah, memastikan pembangunan berkelanjutan di seluruh pilar ekonomi, budaya, sosial, dan lingkungan, serta mendukung pertahanan nasional, keamanan, keselamatan dan ketertiban sosial, diplomasi budaya, hingga integrasi internasional.

Orientasi lainnya adalah merestrukturisasi industri dari model pertumbuhan yang berorientasi pada kuantitas menuju kualitas, pengembangan cerdas, pertumbuhan hijau, dan inovasi. Fokusnya akan tertuju pada peningkatan kualitas produk, layanan, dan pengalaman serta daya saing, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penanganan isu-isu ketenagakerjaan, pekerjaan, dan kesejahteraan sosial.

Resolusi tersebut menyerukan modernisasi tata kelola pariwisata, mempromosikan teknologi digital dan manajemen berbasis data, menghubungkannya dengan perencanaan tata ruang, memperluas ruang kreatif, serta melestarikan dan memanfaatkan nilai-nilai warisan budaya dan tradisi luhur. Pengembangan ini menjadi tugas seluruh sistem politik di bawah kepemimpinan partai dan pengelolaan negara, dengan perusahaan sebagai pelopor dan warga negara sebagai peserta sekaligus penerima manfaat.

2. Vietnam targetkan 50 juta wisatawan asing pada 2030

Da Nang, Vietnam (unsplash.com/Andreea Popa)

Pada 2030, Vietnam menargetkan pariwisata sebagai sektor unggulan, yang secara langsung berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) dan mempertahankan posisi terdepan di Asia Tenggara dalam hal skala dan pertumbuhan. Negara ini akan menyasar hingga 50 juta wisatawan asing dan 160 juta wisatawan domestik yang berpenghasilan tinggi dan tinggal lebih lama, dengan total pendapatan pariwisata mencapai 90 miliar dolar atau sekitar Rp1,5 triliun.

Proyek ini akan mengembangkan 3 pusat pertumbuhan pariwisata di Vietnam, yakni Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang, dengan 10 pusat pariwisata utama, 20 zona pariwisata nasional, dan 15 perusahaan pariwisata yang berdaya saing global. Pada 2030, sektor ini bertekad untuk menyediakan sekitar 1,5 juta kamar penginapan dan menciptakan 2,3 juta lapangan kerja langsung serta 3,5 juta lapangan kerja tidak langsung. Sasaran lainnya adalah ekosistem pariwisata cerdas yang komprehensif, basis data pariwisata nasional, dan platform pariwisata digital nasional.

3. Vietnam ingin tembus pasar global lewat pariwasata modern pada 2045

Phu Quoc, Vietnam (unsplash.com/Chris Slupski)

Namun, target Vietnam untuk menjadi yang terunggul di Asia Tenggara tentunya tidak hanya berhenti pada tahun tersebut. Pada 2045, Negeri Naga Biru ini membayangkan sektor pariwisata mereka yang semakin modern dan berkelanjutan yang terus berfungsi sebagai penggerak ekonomi yang penting.

Industri ini bertujuan untuk memberikan kontribusi langsung sebesar 14-15 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP), sehingga menempatkan Vietnam di antara 30 negara teratas di dunia dalam daya saing pariwisata dan menarik 70 juta wisatawan asing. Sementara itu, Vietnam telah menyambut 13,9 juta kedatangan internasional dalam 7 bulan terakhir ini, yang meningkat 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan target 25 juta wisatawan asing pada akhir tahun ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article