Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Wisata Eropa yang Terancam Overtourism saat Musim Panas
ilustrasi destinasi yang terancam overtourism di Eropa (pexels.com/K)
  • Musim panas di Eropa memicu lonjakan wisatawan yang menyebabkan overtourism di berbagai kota populer, membuat pengalaman liburan jadi kurang nyaman dan penuh antrean.
  • Lima destinasi paling terdampak adalah Venesia, Dubrovnik, Santorini, Barcelona, dan Amsterdam yang menghadapi kepadatan ekstrem di area wisata utama mereka.
  • Perencanaan matang seperti datang lebih pagi, memilih area alternatif, serta memesan tiket lebih awal disarankan agar perjalanan musim panas tetap lancar dan menyenangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim panas selalu dinantikan wisatawan yang ingin menjelajahi Eropa. Langit yang cerah, festival yang berlangsung hampir setiap minggu, serta jam siang yang lebih panjang membuat banyak kota wisata mengalami lonjakan pengunjung dalam waktu bersamaan. Tidak heran jika beberapa destinasi populer mulai kewalahan menghadapi jumlah wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya.

Fenomena overtourism kini menjadi tantangan nyata bagi banyak kota di Eropa. Jalanan menjadi lebih padat, antrean objek wisata semakin panjang, dan pengalaman liburan yang diharapkan santai justru bisa berubah menjadi melelahkan. Sebelum menyusun itinerary musim panas, ada baiknya mengenal beberapa destinasi yang paling rentan mengalami overtourism agar perjalanan bisa direncanakan dengan lebih matang.

1. Mencari sudut sepi di Venesia kini makin sulit

Venesia (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Venesia selalu masuk daftar impian wisatawan yang ingin menikmati suasana romantis khas Italia. Kanal-kanal bersejarah, gondola yang lalu-lalang, serta bangunan klasik yang berdiri sejak ratusan tahun lalu menjadikan kota ini tampak seperti lukisan hidup.

Sayangnya, pesona tersebut juga membuat Venesia menjadi salah satu kota yang paling terdampak overtourism di Eropa. Saat musim panas tiba, ribuan wisatawan memenuhi area Piazza San Marco bahkan sebelum pukul 09.00.

Kepadatan juga terasa di Jembatan Rialto yang menghubungkan dua sisi Grand Canal. Banyak pengunjung harus berjalan perlahan karena jalur pejalan kaki dipenuhi wisatawan yang berhenti untuk mengambil foto. Jika tetap ingin menikmati sisi Venesia yang lebih tenang, kawasan Cannaregio bisa menjadi pilihan menarik karena suasananya masih relatif nyaman dibandingkan dengan pusat kota. Datang pada pagi hari dan menghindari akhir pekan juga dapat membantu mengurangi risiko terjebak keramaian ekstrem.

2. Berjalan santai di Dubrovnik tak semudah yang dibayangkan

Dubrovnik, Kroasia (pexels.com/Melvin Silva)

Dubrovnik, Kroasia, terkenal berkat tembok kota tua yang menghadap langsung ke Laut Adriatik. Pemandangan tersebut membuat kota ini menjadi salah satu destinasi paling populer saat musim panas, terutama setelah semakin dikenal oleh wisatawan internasional dalam satu dekade terakhir.

Ketika musim liburan mencapai puncaknya, jumlah pengunjung yang datang sering kali jauh lebih besar dibandingkan dengan kapasitas kawasan kota tua. Keramaian paling terasa di sepanjang Stradun, jalan utama yang menjadi pusat aktivitas wisatawan.

Antrean menuju City Walls dapat berlangsung sangat panjang sejak pagi hingga sore, terutama ketika kapal pesiar besar sedang bersandar di pelabuhan. Banyak pelancong kini memilih mengunjungi area Lapad atau berjalan ke Pantai Sveti Jakov untuk mencari suasana yang lebih santai. Selain lebih lengang, kawasan tersebut juga menawarkan panorama laut yang tidak kalah memukau.

3. Menikmati sunset di Santorini perlu strategi khusus

Santorini, Yunani (pexels.com/Mihaela Claudia Puscas)

Santorini sering dianggap sebagai salah satu pulau tercantik di Yunani. Deretan bangunan putih dengan kubah biru yang berdiri di atas tebing menciptakan panorama yang sangat ikonik. Saat musim panas berlangsung, pulau ini dipenuhi wisatawan yang ingin menyaksikan pemandangan tersebut secara langsung. Akibatnya, beberapa titik populer menjadi sangat padat hampir sepanjang hari.

Kawasan Oia merupakan lokasi yang paling terdampak oleh lonjakan wisatawan. Menjelang matahari terbenam, banyak orang mulai berkumpul berjam-jam lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menikmati sunset.

Jalan-jalan kecil yang menghubungkan hotel, restoran, dan toko suvenir sering berubah menjadi jalur yang sangat sesak. Jika ingin pengalaman yang lebih nyaman, area Imerovigli dan Pyrgos bisa menjadi alternatif karena menawarkan pemandangan serupa dengan jumlah pengunjung yang biasanya lebih sedikit.

4. Liburan ke Barcelona harus siap menghadapi keramaian

Barcelona, Spanyol (pexels.com/Jo Kassis)

Barcelona menawarkan kombinasi yang sulit ditolak, mulai dari pantai, kuliner, hingga karya arsitektur yang mendunia. Kota di Spanyol ini selalu menjadi magnet wisatawan ketika cuaca di musim panas sedang berada pada kondisi terbaiknya. Tidak mengherankan jika beberapa area populer hampir tidak pernah benar-benar sepi selama periode liburan sekolah dan musim panas.

La Rambla menjadi salah satu titik yang paling sering dipadati pengunjung. Selain itu, antrean panjang juga kerap terjadi di sekitar Sagrada Família dan Park Güell yang merupakan karya terkenal Antoni Gaudí. Banyak wisatawan akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu mengantre dibandingkan dengan menikmati atraksi itu sendiri. Untuk mengurangi risiko tersebut, pemesanan tiket secara online jauh hari sebelumnya menjadi langkah yang hampir wajib dilakukan.

5. Amsterdam menjadi salah satu kota paling padat saat summer

Amsterdam, Belanda (pexels.com/Martijn Stoof)

Amsterdam memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan dengan kota-kota lain di Eropa. Kanal bersejarah, bangunan bergaya khas Belanda, serta budaya bersepeda menciptakan pengalaman yang unik bagi wisatawan. Ketika musim panas tiba, kota ini berubah menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara yang ingin menikmati suasana santai di tepi kanal.

Kepadatan biasanya terlihat di sekitar Dam Square, kawasan pusat kota, serta jalur yang menghubungkan Amsterdam Centraal dengan berbagai atraksi utama. Museum Van Gogh dan Rijksmuseum juga sering dipenuhi pengunjung sehingga tiket masuk pada jam-jam tertentu dapat habis jauh sebelum hari kunjungan.

Banyak wisatawan berpengalaman memilih menjelajahi kawasan De Pijp atau Amsterdam-Noord untuk merasakan atmosfer lokal yang lebih tenang. Strategi sederhana seperti memulai aktivitas sejak pagi juga dapat membuat pengalaman liburan terasa jauh lebih nyaman.

Liburan musim panas ke Eropa memang menawarkan banyak pengalaman menarik, tetapi kepadatan wisatawan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Destinasi populer sering kali membutuhkan perencanaan yang lebih matang agar perjalanan tetap menyenangkan dan tidak dihabiskan untuk mengantre. Dengan riset yang tepat dan jadwal yang fleksibel, summer trip ke Eropa tetap bisa menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus nyaman dinikmati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article