Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal yang Harus Diwaspadai Saat Traveling Pada Musim Panas di Eropa

5 Hal yang Harus Diwaspadai Saat Traveling Pada Musim Panas di Eropa
ilustrasi summer trip di Eropa (magnific.com/halayalex)
Share Article

Musim panas menjadi waktu yang paling populer untuk mengunjungi berbagai negara di Eropa. Cuaca yang cerah, durasi siang yang lebih panjang, hingga banyaknya festival membuat periode ini menjadi favorit wisatawan dari seluruh dunia. Namun, tingginya jumlah pengunjung juga membuat wisatawan perlu lebih waspada terhadap berbagai hal yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan.

Selain mempersiapkan itinerary, penting juga untuk mengetahui risiko yang mungkin ditemui selama liburan. Mulai dari cuaca ekstrem hingga aksi kejahatan yang mengincar para traveler, semuanya bisa diantisipasi dengan persiapan yang matang. Nah, berikut ini lima hal yang perlu diwaspadai saat traveling ke Eropa pada musim panas. Let’s check it out!

1. Heatwave atau gelombang panas

ilustrasi kepanasan
ilustrasi kepanasan (magnific.com/freepik)

Dalam beberapa tahun terakhir khususnya sebulan belakangan, banyak negara di Eropa mengalami heatwave saat musim panas dengan suhu yang bisa melampaui 40 derajat Celsius. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, selalu bawa air minum, gunakan pakaian yang nyaman, dan hindari terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung.

Jika prakiraan cuaca menunjukkan suhu yang sangat tinggi, sebaiknya sesuaikan jadwal perjalanan. Lakukan aktivitas luar ruangan pada pagi atau menjelang sore hari, lalu manfaatkan siang hari untuk mengunjungi museum, pusat perbelanjaan, atau tempat yang memiliki pendingin ruangan. Jangan memaksakan diri jika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

2. Pencopet di destinasi wisata

ilustrasi pencopetan
ilustrasi pencopetan (unsplash.com/Geoffrey Crofte)

Musim panas identik dengan lonjakan jumlah wisatawan, sehingga tempat-tempat populer seperti pusat kota, stasiun, hingga transportasi umum menjadi lokasi yang sering dimanfaatkan pencopet. Mereka biasanya mengincar wisatawan yang sedang sibuk mengambil foto atau membawa banyak barang bawaan. Oleh karena itu, simpan barang berharga di tempat yang aman dan hindari meletakkan ponsel atau dompet di saku belakang.

Gunakan tas yang dapat ditutup rapat dan jika memungkinkan, kenakan di bagian depan tubuh saat berada di keramaian. Hindari juga memamerkan uang tunai atau barang berharga secara berlebihan. Semakin waspada, semakin kecil peluang menjadi target pelaku kejahatan.

3. Antrean panjang di tempat wisata

ilustrasi wisatawan sedang antre masuk tempat wisata
ilustrasi wisatawan sedang antre masuk tempat wisata (unsplash.com/Meizhi Lang)

Musim panas merupakan peak season di banyak negara Eropa, sehingga antrean di objek wisata populer bisa berlangsung sangat lama. Tidak jarang wisatawan harus menunggu lebih dari satu jam hanya untuk masuk ke museum, istana, atau landmark terkenal. Kondisi ini tentu dapat menguras waktu dan tenaga jika tidak dipersiapkan sejak awal.

Untuk mengatasinya, pertimbangkan membeli tiket secara online sebelum keberangkatan atau datang lebih pagi saat tempat wisata baru dibuka. Selain menghemat waktu, cara ini juga memberi kesempatan menikmati destinasi sebelum terlalu ramai. Jangan lupa membawa air minum dan kipas angin genggam (portable fan) jika harus mengantre di luar ruangan.

4. Gangguan transportasi akibat cuaca atau aksi mogok

ilustrasi transportasi publik di Eropa
ilustrasi transportasi publik di Eropa (pexels.com/Alan Wang)

Selama musim panas, beberapa negara di Eropa terkadang mengalami gangguan layanan transportasi akibat cuaca ekstrem maupun aksi mogok kerja. Kereta, penerbangan, atau transportasi umum lainnya bisa mengalami keterlambatan bahkan pembatalan. Situasi seperti ini dapat memengaruhi jadwal perjalanan jika tidak memiliki rencana cadangan.

Sebelum berangkat, biasakan memeriksa informasi terbaru dari operator transportasi yang akan digunakan. Berikan waktu jeda yang cukup antarjadwal perjalanan agar tidak terburu-buru jika terjadi keterlambatan. Fleksibilitas dalam menyusun itinerary juga akan sangat membantu menghadapi kondisi yang tidak terduga.

5. Risiko sunburn dan paparan sinar UV

ilustrasi kulit terbakar
ilustrasi kulit terbakar (magnific.com/freepik)

Meski suhu di beberapa negara Eropa terasa lebih nyaman dibandingkan negara tropis, paparan sinar UV saat musim panas tetap bisa sangat tinggi. Beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), iritasi, hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit jika berlangsung terus-menerus. Karena itu, jangan menganggap remeh penggunaan pelindung dari sinar matahari.

Gunakan sunscreen dengan SPF yang sesuai dan aplikasikan kembali setiap beberapa jam, terutama setelah banyak berkeringat. Lengkapi juga dengan topi, kacamata hitam, atau payung saat berjalan kaki di bawah terik matahari. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kulit tetap terlindungi selama menikmati liburan.

Traveling ke Eropa saat musim panas tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik. Dengan mengetahui berbagai risiko yang mungkin ditemui dan mengambil langkah pencegahan sejak awal, kamu bisa menikmati liburan dengan lebih aman, nyaman, dan bebas dari kendala yang tidak diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

10 Bandara dengan Staf Terbaik di Asia 2026, Ada Indonesia Lho!

30 Jun 2026, 20:30 WIBTravel