Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wisata Sejarah Gunung Penanggungan: HTM, Jalur Pendakian, dan Deretan Candinya
ilustrasi Gunung Penanggungan (pexels.com/Dax Dexter Delada)
  • Gunung Penanggungan di Jawa Timur dikenal sebagai gunung suci dengan ketinggian 1.653 mdpl dan menyimpan banyak peninggalan purbakala seperti candi, petirtaan, serta ceruk pertapaan.
  • Terdapat berbagai candi bersejarah di lereng Gunung Penanggungan, seperti Candi Bayi, Candi Putri, Candi Pura, hingga Candi Wisnu yang menjadi daya tarik utama bagi pendaki.
  • Lima jalur pendakian tersedia—Wonosunyo, Jolotundo, Kedungudi, Tamiajeng, dan Ngoro—dengan tiket sekitar Rp16.000 termasuk fasilitas basecamp umum serta layanan medis dan SAR.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gunung Penanggungan adalah salah satu wisata alam yang ada di Jawa Timur. Kalau ke sini, kamu gak hanya disuguhi oleh panorama indah, tapi juga situs sejarahnya di mana kamu diajak mendaki sambil menapaki jejak spiritual masa lalu.

Buat kami yang tertarik untuk merasakan langsung sensasi mendaki Gunung Penanggungan harus punya perencanaan yang matang. Selain itu, ada beberapa hal terkait sejarah, tarif, dan jalur yang wajib diketahui. Yuk, simak ulasan mengenai Gunung Penanggungan selengkapnya di bawah ini!

1. Sejarah Gunung Penanggungan

ilustrasi gunung (pixabay.com/klaus_schrodt)

Gunung Penanggungan dikenal juga dengan nama kuno Gunung Pawitra. Gunung berapi yang sudah tidak aktif ini terletak di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Gunung Penanggungan sering dijuluki "Miniatur Gunung Semeru" karena bentuk puncaknya menyerupai kerucut.

Gunung Penanggungan memiliki ketinggian sekitar 1.653 meter di atas permukaan laut. Dianggap sebagai satu dari sembilan gunung suci di Jawa, di gunung ini banyak ditemukan peninggalan purbakala, seperti ceruk pertapaan, candi, atau petirtaan di sekitar lerengnya.

Salah satu ciri khas Gunung Penanggungan adalah adanya bangunna candi yang menempel pada dinding gunung atau lereng. Karena banyaknya kekayaan peninggalan budaya di Gunung Penanggungan, kawasan tersebut ditetapkan sebagai Satuan Ruang Geografis Kawasan Penanggungan sebagai cagar budaya tingkat provinsi melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur dengan nomor 188/18 Kpts/013/2015 tanggal 14 Januari 2015.

2. Candi di jalur pendakian Gunung Penanggungan

ilustrasi gunung (freepik.com/freestockcenter)

Gunung Penanggungan dipenuhi oleh ratusan situs-situs arkeologi dan spiritual Indonesia dari era Hindu-Buddha. Candi-candi ini bisa kamu lihat langsung saat mendaki Gunung Penanggungan. Namun, tidak ada penjelasan lengkap terkait candi-candi di Gunung Penanggungan dan hanya ada tulisan nama. Berikut beberapa candi bersejarah yang bisa dijumpai:

  • Candi Bayi (setelah Pos Warung Gubug)

  • Candi Putri (letaknya tersembunyi di pepohonan)

  • Candi Pura (berada di atas Pos IV dan berbentuk punden berundak)

  • Candi Gentong (berbentuk batu dengan lubang di atasnya)

  • Candi Shinta

  • Candi Siwa

  • Candi Guru

  • Candi Wisnu

  • Candi Lurah

  • Candi Carik

3. Jalur pendakian di Gunung Penanggungan

ilustrasi gunung (pixabay.com/sunu_dhadho)

Untuk mendaki Gunung Penanggungan kamu bisa melewati lima jalur berbeda. Lima jalur ini terletak di daerah Mojokerto dan Pasuruan. Berikut lima jalur pendakian ke Gunung Penanggungan.

  • Rute Wonosunyo: Berlokasi di timur laut Gunung Penanggungan, tepatnya di kawasan Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan. Ciri khas utama dari rute ini adalah keberadaan sebuah situs purbakala bernama Sumber Tetek.

  • Rute Jolotundo: Jalur ini paling terkenal di antara para pendaki dan wisatawan karena terdapat delapam situs bersejarah. Perjalanan dimulai dari wilayah barat melalui Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto.

  • Rute Kedungudi: Berada di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Jika lewat sini nanti kamu akan langsung terhubung dengan jalur Jolotundo.

  • Rute Tamiajeng: Jalurnya cukup pendek dan punya empat pos perhentian.

  • Rute Ngoro: Terletak di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Jadi jalur terpendek, tapi medannya cukup terjal.

Buat kamu yang tertarik berwisata ke Gunung Penanggungan bisa membeli tiket melalui website resmi dengan kuota harian yang sudah ditentukan. Harga tiket berkisar Rp 16.000 (sudah termasuk biaya admin) dengan akses fasilitas basecamp umum dan layanan medis serta SAR.

Gunung Penanggungan bukan hanya sebatas wisata alam, tapi juga bukti sejarah di Indonesia. Jadi, siap menyusuri keindahan Gunung Penanggungan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article