Comscore Tracker

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!

Jalan-jalan sambil paham budaya, asyik dong~

Banyuwangi, kota yang mulai dikenal oleh pelancong baik lokal maupun internasional. Kabupaten yang terletak diujung pulau Jawa ini mampu menarik banyak pengunjung dan meningkat di setiap tahunnya.

Mau tahu bagaimana aslinya masyarakat Banyuwangi yang disebut suku Osing? Bisa lho melancong ke Desa Wisata Kemiren untuk mengenal budaya asli suku Osing atau masyarakat Blambangan dan mengenal Budaya Asli Banyuwangi lebih dekat.

Apa saja sih yang menarik di Desa Wisata kemiren? Yuk simak semuanya di sini!

1. Masyarakat Osing yang ramah

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!Instagram.com/desa_kemiren

Masyarakat Asli Banyuwangi dikenal dengan masyarakat Osing atau suku Osing, Osing dalam bahasa Indonesia berarti 'bukan' atau 'tidak'. Masyarakat Osing terkenal dengan keramahannya.

Meskipun cara bicaranya terdengar kasar--tidak sehalus bahasa jawa, namun masyarakat Osing selalu menerima kehadiran siapa pun yang datang berkunjung dan memperlakukan orang tersebut seperti saudara sendiri.

2. Rumah Adat Osing

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!IDN Times/Fitria Madia

Rumah Adat Osing menggunakan kayu, mirip dengan rumah Joglo. Hanya saja, Rumah Adat Osing sedikit lebih tinggi. Ada tiga bagian penting dari bentuk rumah itu sendiri. Konon ada arti disetiap bentuk rumah adat Osing, mulai dari pelataran, ruang tamu, ruang tengah hingga dapur memiliki filosofi tersendiri.

Di Desa Kemiren, hampir semua rumah masih menggunakan konsep Rumah Adat Osing, meskipun sudah menggunakan bata dan semen konsep rumah yang mereka gunakan masih sama.

3. Batik tulis Osing

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!https://www.instagram.com

Banyuwangi juga memiliki Batik dengan berbagai macam motif dan warna. Namun di Desa kemiren terdapat batik yang sudah berusia puluhan tahun. Warna dan motifnya tidak terlalu banyak, namun batiknya ditulis oleh para sesepuh. Makanya, harga Batik di Desa Kemiren relatif mahal karena cukup langka.

Baca Juga: 5 Desa Wisata di Jawa Timur yang Harus Kamu Kunjungi

4. Kuliner yang enak

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!Instagram.com/desa_kemiren

Kuliner yang terkenal di Desa Kemiren adalah Pecel pitik. Yaitu, Ayam Kampung yang dibakar lalu diberi parutan kelapa yang sudah diberi bumbu rahasia oleh masyarakat kemiren.

Meskipun, dengan resep yang sama pecel pitik di Desa Kemiren rasanya tidak bisa sama. Konon, Ibu-ibu di Desa Kemiren memiliki jampi-jampi yang membuat rasa pecel pitik istimewa.

5. Kamu juga harus menikmati kopi Kemiren di sini

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!Instagram.com/desa_kemiren

Orang kemiren menyebut kopi sebagai ‘Bubukan’ atau kopi bubuk, namun dalam pengolahannya sudah dicampur dengan jagung kering atau beras. Rasanya, luar biasa enak.

Di Banyuwangi sudah terkenal dengan Kopi Kemiren, masyarakat Kemiren sudah ada yang mengirim kopi-kopi mereka hingga ke luar pulau.

Meminum kopi sudah menjadi bagian sehari-hari, tidak heran setiap pagi akan tercium aroma kopi yang mengepul dari tiap rumah. Dan biasanya kopi disandingkan dengan bolu kering yang disebut klemben sebagai pemanis.

6. Sepuluh Ewu cangkir kopi

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!Instagram.com/desa_kemiren

Di setiap tahunnya, di Kemiren diselenggarakan acara Sepuluh Ewu Cangkir Kopi atau sepuluh ribu cangkir kopi. Semua masyarakat Kemiren turun ke jalan, mengeluarkan kursi yang mereka punya dan menyediakan kopi untuk pengunjung yang lewat depan rumah mereka GRATIS.

Tidak hanya kopi, biasanya ditemani dengan makanan-makanan desa yang mereka buat seperti apem procot, tape gadung, kucur gula jawa dan lainnya.

7. Tradisi budaya setiap tahun yang meriah

7 Keseruan Wisata Budaya Banyuwangi di Desa Kemiren, Memorable!Instagram.com/desa_kemiren

Ada juga tradisi Tahunan yang menarik untuk dikunjungi setiap tahunnya, Yakni ada Ider Bumi, yang biasa diadakan hari kedua bulan syawal. Rombongan barong yang akan diarak disepanjang jalur desa kemiren dan diakhiri makan bersama Tumpeng Pecel Pitik.

Masih banyak hal menarik yang bisa dieksplore saat berkunjung ke Desa Kemiren, semakin mengenal budayanya semakin kita akan mencintai tempat tersebut. Yuk, berkunjung ke Desa kemiren!

Baca Juga: Pikat Wisatawan, Pasar Tradisional di Banyuwangi Adopsi Thailand

Ratih Puspa Sari Photo Community Writer Ratih Puspa Sari

seorang penulis amatir yang ingin melihat dunia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You