Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bertualang di Kawasan Sejarah Pecinan Glodok, Harta Karun Peradaban
Potret gapura Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Kawasan Glodok Pancoran di Jakarta Barat terkenal sebagai salah satu pusat Pecinan tertua di Indonesia. Kawasan ini identik dengan deretan bangunan bersejarah, kelenteng, pasar tradisional, hingga aneka kuliner legendaris. Tak heran jika Glodok menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah, sekaligus mencicipi kuliner khas Tionghoa yang menggugah selera.

Keberadaan Glodok juga tak lepas dari perjalanan panjang sejarah etnis Tionghoa di Jakarta. Kawasan ini memiliki peran penting dalam proses berdirinya Kota Batavia hingga berkembang menjadi Kota Jakarta seperti sekarang.

Saat masa pemerintahan Kolonial Belanda, kawasan Pancoran Glodok menjadi pintu gerbang utama menuju Batavia dari arah selatan. Hingga saat ini, jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui bangunan tua, gang-gang kecil, hingga tempat ibadah yang tetap terawat.

Dalam acara Jalan Jajan: Petak ke Petak, Nyok! yang digagas Gojek, IDN Times berkesempatan menjelajahi kawasan Glodok pada Kamis (25/6/2026). Selama kegiatan berlangsung, kami diajak menyusuri berbagai destinasi bersejarah. Mulai dari area pertokoan, gang-gang ikonik, hingga rumah ibadah yang menjadi saksi perjalanan panjang kawasan Pecinan Jakarta.

Menurut Head of Marketing Gojek, Marsela Renata, Gojek mengamati adanya tren menarik terkait mobilitas masyarakat di momen libur sekolah, baik untuk berwisata maupun melakukan petualangan kuliner. Melalui Jalan Jajan, masyarakat dapat menjelajahi ruang-ruang komunal, destinasi lokal yang menjadi tren, hingga menikmati kuliner autentik dan viral di setiap kota.

Jalan Jajan merupakan kumpulan rekomendasi destinasi wisata dan kuliner yang telah dikurasi di aplikasi Gojek. Pelanggan dapat langsung terhubung ke layanan GoRide dan GoCar untuk mengunjungi destinasi pilihan, maupun memesan rekomendasi kuliner melalui GoFood. Dengan begitu, pengalaman liburan menjadi lebih praktis dan nyaman.

Lantas, destinasi apa saja yang dikunjungi dalam perjalanan menyusuri kawasan Glodok bersama Jalan Jajan Gojek? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Toko Tian Long

Potret toko Tian Long, Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Spot pertama dalam tur kami adalah Toko Lian Tong. Salah satu toko peralatan dapur legendaris di kawasan Glodok yang telah berdiri sejak 1935. Toko ini didirikan oleh mendiang Tian Woen Liong bersama sang istri, Lioe Kang Njong, yang merantau ke Batavia pada 1920-an. Hingga kini, Lian Tong masih menjadi tujuan utama masyarakat yang mencari berbagai kebutuhan dapur.

Di dalam toko, tersedia beragam peralatan memasak yang sangat lengkap,seperti perlengkapan dapur untuk kebutuhan rumah tangga, peralatan usaha kuliner, hingga perlengkapan yang digunakan restoran dan hotel berbintang. Selain mengenal sejarah toko, kami juga mendapat penjelasan mengenai asal-usul nama Glodok dari pemandu wisata, Abimantra. Menurutnya, nama Glodok memiliki cerita yang berbeda dibandingkan banyak nama wilayah lain di Jakarta.

"Biasanya nama wilayah diambil dari nama tumbuhan. Berbeda dengan Glodok, menurut cerita warga lokal, nama Glodok terinspirasi dari bunyi air, yaitu glodok, glodok," tutur Abimantra.

2. Gang Gloria

Potret Gang Gloria, Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Kami melanjutkan perjalanan ke Gang Gloria. Hal ini merupakan salah satu gang yang terkenal dengan berbagai kuliner legendaris. Di dalam gang ada penjual buah-buahan, tempat makan Karilam, Soto Betawi Afung, pioh tauco, bakmi, dan lain-lain.

Setelah menyusuri Gang Gloria, kami berjalan keluar melewati area pertokoan. Di sepanjang lorong, banyak penjual barang-barang antik dan apotek yang menawarkan obat-obatan tradisional China.

3. Gapura Kawasan Glodok Pancoran

Potret gapura Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Perjalanan berlanjut ke Gapura Kawasan Glodok Pancoran, salah satu landmark paling ikonik di sini. Gapura berwarna merah dengan sentuhan arsitektur khas Tionghoa ini menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto, sekaligus pintu masuk menuju ke kawasan Glodok.

Gapura tersebut diresmikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 2022. Kehadirannya sekaligus menghidupkan kembali identitas kawasan yang telah menjadi pusat permukiman dan perdagangan etnis Tionghoa sejak dahulu.

Kawasan ini sebenarnya pernah memiliki gapura pada masa lalu. Namun, bangunan tersebut hancur pada abad ke-20, sehingga jejaknya sempat menghilang selama bertahun-tahun.

Meski demikian, pengunjung masih bisa menyaksikan sejumlah bangunan tua dan peninggalan bersejarah di sekitar kawasan Glodok Pancoran. Suasana tersebut membuat kawasan ini terasa seperti membawa pengunjung menelusuri perjalanan panjang sejarah Jakarta dari masa lalu hingga sekarang.

4. Vihara Dharma Bakti

Potret Vihara Dharma Bakti, Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Destinasi berikutnya adalah Vihara Dharma Bhakti. Vihara tertua di Jakarta yang menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah kawasan Pecinan Glodok. Bangunan bersejarah ini berada di gang yang dikelilingi pemukiman warga keturunan Tionghoa dan deretan pasar tradisional.

Menurut Abimantra, keberadaan vihara menjadi salah satu penanda kawasan tua di Jakarta. Pasalnya, rumah ibadah seperti ini ada di sekitar pusat perdagangan yang berkembang pada masanya.

Vihara Dharma Bhakti pertama kali didirikan pada 1650 oleh seorang Letnan Tionghoa Kwee Hoen bernama Koan Im Teng. Vihara ini dibangun sebagai tempat penghormatan kepada Dewi Kwan Im. Namun, bangunan aslinya sempat musnah akibat kebakaran besar yang terjadi saat Tragedi Geger Pecinan pada 1740. Setelah peristiwa tersebut, vihara kembali dibangun dan terus dipertahankan hingga kini.

Saat memasuki area vihara, pengunjung masih bisa merasakan suasana yang tenang. Arsitekturnya bergaya khas Tionghoa, ornamen berwarna merah, serta aroma dupa yang menjadi ciri khas tempat ibadah ini.

5. Gereja Katolik Santa Maria De Fatima

Potret Gereja Katolik St.Maria De Fatima, Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (IDN Times/ Dhiya Awlia Azzahra)

Tempat ibadah lainnya yang kami kunjungi adalah Gereja Katolik Santa Maria de Fatima. Salah satu rumah ibadah ikonik di kawasan Glodok ini tampilannya berbeda dari gereja pada umumnya. Nama Santa Maria de Fatima diambil dari kisah penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal. Kisah tersebut diabadikan melalui relief Gua Maria yang ada di sisi kanan gereja.

Dari bagian depan, bangunannya terlihat menyerupai kelenteng. Didominasi warna merah, atap melengkung, serta ornamen khas budaya Tionghoa. Sebelum menjadi gereja, bangunan ini merupakan kediaman seorang Kapitan China di Batavia yang bermarga Tjioe.

Rumah besar tersebut dahulu dihuni bersama para asisten rumah tangga dan para selirnya. Seiring berjalannya waktu, bangunan bersejarah ini kemudian diubah menjadi gereja tanpa menghilangkan banyak unsur arsitektur aslinya.

Demikian pengalaman IDN Times mengeksplorasi kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Tur kali ini mengajak pengunjung mengenal sejarah panjang Jakarta dari berbagai sudut. Jadi, kalau kamu ingin mengisi akhir pekan dengan pengalaman yang berbeda, kawasan Glodok bisa menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi.

Editorial Team

Related Article