Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pendaki (pexels.com/Saikat Ghosh)
ilustrasi pendaki (pexels.com/Saikat Ghosh)

Mendaki gunung merupakan kegiatan yang perlu dengan tantangan, namun bisa memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk para pecinta alam. Aktivitas ini jelas memiliki risiko yang harus diwaspadai dengan seksama, terutama ketika harus mendaki di area yang sangat rawan bahaya.

Banyak pendaki yang kurang memperhatikan soal kondisi jalur lingkungan sekitar hingga area tertentu yang semestinya dapat dihindari demi menjaga keselamatan. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa area berikut ini yang memang harus kamu hindari saat mendaki gunung agar tetap aman dan nyaman.

1. Lereng curam dan longsor

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Nina Uhlikova)

Lereng curam merupakan area yang sangat berbahaya karena rawan longsor atau pergeseran tanah yang diakibatkan karena hujan dan getaran kecil. Jika pendaki melewati jalur ini tanpa persiapan yang memadai, maka risiko tergelincir atau tertimpa material longsoran pun akan semakin besar.

Lereng curam pada umumnya memiliki tanah yang tidak stabil, sehingga pijakan kaki bisa mudah goyah begitu saja. Oleh sebab itu, lebih baik mencari jalur alternatif yang lebih aman meski memerlukan waktu yang lebih lama.

2. Sungai dengan arus deras

ilustrasi air terjun (pexels.com/Francesco Ungaro)

Banyak gunung memiliki aliran sungai yang tampak dangkal, tetapi arus di dalamnya sangat kuat dan berbahaya, sehingga sebaiknya tidak didekati. Pendaki yang memaksakan diri untuk menyeberang bisa saja terseret arus dan pada akhirnya berisiko mengalami cederasi serius atau bahkan hilang.

Jika memang harus melewati sungai, maka pastikan untuk mencari bagian yang dangkal dengan arus yang terasa lebih tenang. Gunakan tongkat untuk menyeimbangkan diri dan usahakan menyeberang bersama kelompok bukan sendirian.

3. Kawasan dengan tanda satwa liar

ilustrasi beruang (pexels.com/Janko Ferlic)

Gunung merupakan habitat alami bagi berbagai satwa liar, mulai dari ular, babi hutan, hingga hewan-hewan karnivora tertentu. Jika pendaki menemukan kotoran hewan atau suara hewan liar, sebaiknya memang dapat segera menjauh dari area tersebut.

Bukan hanya berpotensi menimbulkan serangan, namun keberadaan satwa liar juga bisa mengganggu jalur pendakian yang akan dilewati. Dengan menghindari area tersebut, maka keselamatan pun akan lebih terjamin, sekaligus memastikan satuan tetap berada di habitatnya tanpa mengalami gangguan.

4. Puncak terbuka saat cuaca buruk

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Miroslav Staševskij)

Puncak gunung memang menjadi tujuan utama setiap pendakian yang dilakukan, namun ketika cuaca buruk, seperti petir, badai, atau angin kencang, area ini bisa sangat berbahaya. Pendaki bisa mengalami hipotermia atau bahkan tersambar petir karena berada di tempat yang terbuka.

Jika kondisi cuaca sudah mulai memburuk, maka sebaiknya segera turun ke area yang lebih rendah untuk berlindung. Keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan diri untuk mencapai puncak di tengah risiko yang sebetulnya besar.

Mendaki gunung memerlukan kewaspadaan tinggi agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan. Setidaknya dengan menghindari beberapa area di atas, maka bisa menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan diri selama berada di pendakian. Ingatlah bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas mendaki yang dilakukan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team