4 Hal yang Harus Kamu Pertimbangan sebelum Liburan saat Low Season

- Liburan saat low season menawarkan tiket penerbangan dan penginapan lebih murah karena jumlah wisatawan lebih sedikit, terutama pada musim gugur dan akhir musim dingin.
- Cuaca low season sulit diprediksi; hujan atau salju lebat dapat menghambat akses jalan, kegiatan wisata, hingga perjalanan ke restoran terdekat.
- Sejumlah objek wisata dan restoran bisa mengurangi layanan atau tutup, sementara cuaca buruk berpotensi menunda maupun membatalkan transportasi udara, darat, dan laut.
Banyak orang memutuskan pergi liburan saat low season karena mempertimbangkan budget yang terbatas. Gak bisa dipungkiri, low season yang jatuh di musim gugur dan akhir musim dingin memang bukan waktu favorit banyak turis. Minimnya turis bikin harga tiket penerbangan dan penginapan jadi jauh lebih murah.
Meski begitu, bukan berarti liburan saat low season bikin segalanya otomatis jadi lancar. Bagaimana pun setiap musim pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan liburan saat low season!
1. Cuaca gak bisa diprediksi

ilustrasi jalanan yang dipenuhi oleh tumpukan salju (unsplash.com/Shawn Dearn) Salah satu faktor utama kenapa banyak orang enggan liburan saat low season adalah karena cuacanya. Dibandingkan dengan high season, cuaca selama bulan-bulan low season memang lebih sulit untuk diprediksi. Jika kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan cuaca cerah dan hangat sepanjang hari.
Sebaliknya terkadang hujan atau bahkan salju lebat bisa turun tiba-tiba. Lebih parahnya lagi, hujan atau salju bisa turun sepanjang hari, menyebabkan jalanan banjir atau gak bisa dilalui karena tumpukan salju di mana-mana. Jika sudah begitu, jangankan mengunjungi tempat wisata, mau makan di restoran terdekat pun akan sulit rasanya.
2. Beberapa objek wisata mungkin tutup selama low season

ilustrasi aneka atraksi di Disneyland (unsplash.com/Brandi Alexandra) Menurunnya kunjungan turis membuat banyak tempat wisata memilih untuk menutup beberapa layanan dan atraksi yang dianggap kurang populer. Gak jarang mereka juga memanfaatkan musim sepi untuk melakukan renovasi besar-besaran dan membuat tempat tersebut harus tutup sepenuhnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk menghindari situasi seperti ini, kamu bisa mengecek informasi terbaru yang ada di internet.
Agar lebih aman, jangan ragu untuk menghubungi tempat wisata melalui telepon atau email dan memastikan mereka tetap buka saat low season. Terakhir jangan lupa juga untuk membuat rencana cadangan. Jaga-jaga kalau ternyata destinasi yang kamu tuju tutup, kamu gak akan terlalu kecewa.
3. Banyak restoran juga tutup lebih awal

ilustrasi tanda tutup di pintu restoran (unsplash.com/Tim Mossholder) Gak hanya tempat wisata, banyak restoran juga akan tutup lebih awal selama low season. Bahkan di kota-kota kecil Eropa, gak sedikit restoran yang buka di musim tertentu seperti musim panas saat kunjungan turis membludak dan tutup selama beberapa bulan setelahnya. Di kota-kota besar, restoran yang buka memang cukup banyak.
Namun kadang cuaca buruk juga bisa membuat mereka terpaksa tutup lebih awal dari jadwal yang seharusnya. Selain opening hours yang gak menentu, beberapa restoran juga mengganti menu mereka sesuai musim. Makanan yang disajikan selama musim panas, belum tentu bisa kamu temukan di musim lainnya, begitu pun sebaliknya.
4. Cuaca buruk juga menyebabkan banyaknya penundaan transportasi

ilustrasi suasana bandara yang ramai (unsplash.com/Scott Fillmer) Gak bisa dipungkiri, transportasi umum juga sangat bergantung pada situasi dan kondisi. Selama low season, cuaca buruk yang datang tiba-tiba bisa membuat pesawat yang akan kamu tumpangi mengalami delay selama beberapa jam atau bahkan di-cancel secara permanen. Hal ini bukan hanya berlaku bagi transportasi udara saja, melainkan juga transportasi darat dan laut.
Saat musim dingin tiba, hujan salju lebat akan membuat jalanan berubah jadi putih karena tertutup salju. Dengan kondisi seperti itu, mustahil bagi bus atau kendaraan apapun untuk lewat. Satu-satunya pilihan adalah menunggu hujan salju reda dan petugas selesai membersihkan tumpukan salju yang ada sehingga kendaraan bisa kembali beroperasi.
Sebenarnya liburan di musim apapun pasti ada plus minusnya. Jika kamu pergi saat high season, harga tiket dan akomodasi akan lebih mahal. Belum lagi antrian tiket tempat wisata yang bisa mengular sangat panjang. Sedangkan di saat low season, akomodasi memang jadi lebih murah. Namun di sisi lain, cuaca buruk bisa juga merusak semua rencana yang sudah kamu buat sejak lama.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Aktivitas Malammu saat Staycation Bisa Ungkap Kepribadian Kamu Lho!](https://image.idntimes.com/post/20241210/woman-4373078-1280-a9b86914ba33fca85ab078094226c771-d80c5fb2a95403fdc5805bed6e934efa.jpg)
![[QUIZ] Tebak Wisata Surabaya dari Potongan Gambarnya!](https://image.idntimes.com/post/20250528/kota-lama-surabaya-ede7f88f47b194ddbad605f674c56773.jpg)

![[QUIZ] Destinasi Honeymoon 2026 yang Cocok buat Kamu dan Pasangan](https://image.idntimes.com/post/20250205/pexels-asadphoto-3601456-aa9fadc5275967334006c45e77701175-af09bdeaab1edf922da0af86b0428f88.jpg)


![[QUIZ] Kamu Cocoknya Liburan ke Eropa atau Asia?](https://image.idntimes.com/post/20250717/upload_597959e172843936ff6c46487250c3e9_755a8a40-70ed-44c7-b99c-80f45f8971a0.jpg)








