5 Denda Travelling di Thailand yang Jarang Diketahui Turis Indonesia

Kalau kamu berencana liburan ke Thailand, ada baiknya kamu tahu aturan-aturan kecil yang sering luput dari perhatian wisatawan. Banyak turis Indonesia yang datang hanya untuk menikmati street food, pantai, dan kuil-kuil indah tanpa memahami peraturan dasar yang berlaku. Akibatnya, beberapa dari mereka harus membayar denda karena kesalahan sederhana yang sebenarnya bisa dihindari.
Supaya perjalananmu aman dan bebas dari masalah, penting untuk memahami apa saja aturan yang wajib dipatuhi di negara ini. Beberapa denda mungkin terlihat sepele, tapi pemerintah Thailand cukup tegas dalam menegakkannya. Yuk, simak lima denda yang paling sering dilupakan di Thailand yang bisa jadi panduan agar liburanmu tetap nyaman dan menyenangkan.
1. Denda merokok di tempat umum dan pantai

Thailand memiliki peraturan ketat terkait area bebas rokok, terutama di tempat umum dan pantai populer. Banyak turis yang tidak sadar bahwa merokok di area yang dilarang bisa berujung denda puluhan ribu Baht. Bahkan, beberapa pantai di Phuket dan Pattaya menetapkan zona bebas rokok yang diawasi cukup ketat.
Untuk menghindari masalah, pastikan kamu hanya merokok di area yang sudah ditentukan. Cari tanda khusus atau area smoking zone sebelum menyalakan rokok. Dengan begitu, kamu bisa tetap menikmati liburan tanpa takut kena denda besar.
2. Denda membuang sampah sembarangan

Meskipun terlihat sepele, membuang sampah sembarangan bisa membuatmu kena denda langsung saat itu juga. Pemerintah Thailand ingin menjaga kebersihan kota, terutama daerah wisata yang ramai dikunjungi turis. Banyak wisatawan tidak tahu bahwa denda ini bisa mencapai angka yang cukup besar.
Pastikan untuk membuang sampah di tempat yang tersedia, meski tempat sampah terasa jauh. Bawa kantong kecil untuk sampah pribadi jika kamu sedang jalan-jalan di area yang ramai. Kebiasaan sederhana ini bisa menyelamatkanmu dari denda yang tidak perlu.
3. Denda melanggar aturan transportasi, seperti tidak pakai helm di motor sewa

Banyak turis Indonesia suka menyewa motor untuk keliling Phuket, Bangkok, atau Krabi. Namun sering juga mereka lupa atau sengaja tidak memakai helm karena merasa perjalanan pendek. Padahal, polisi Thailand sering melakukan razia dan memberikan denda di tempat bagi yang melanggar.
Selalu minta dua helm saat menyewa motor, baik untuk kamu maupun penumpang. Pastikan juga helm yang dipinjam sesuai standar dan nyaman dipakai. Ini bukan hanya tentang denda, tapi juga soal keselamatanmu selama liburan.
4. Denda karena vaping atau menggunakan rokok elektrik

Di Thailand, vape dan rokok elektrik secara resmi dilarang. Banyak turis Indonesia yang tidak tahu hal ini dan tetap membawa vape ke tempat umum. Jika kamu tertangkap menggunakan atau bahkan hanya membawa vape, kamu bisa dikenakan denda yang cukup berat.
Untuk keamanan, sebaiknya tinggalkan vape saat bepergian ke Thailand. Jangan mencoba menggunakannya sembunyi-sembunyi di tempat umum karena risikonya sangat besar. Lebih aman mengikuti aturan yang berlaku daripada menanggung denda atau masalah hukum.
5. Denda menginjak atau duduk di atas koin dan uang kertas

Uang Thailand bergambar Raja sangat dihormati oleh masyarakat. Menginjak uang, misalnya untuk menghentikannya saat jatuh ke tanah, dianggap tidak sopan dan bisa berujung denda. Banyak wisatawan tidak menyangka kalau hal sekecil ini bisa dianggap pelanggaran.
Selalu ambil uang dengan tangan, bukan kaki, meski uang itu sedang terbang tertiup angin. Simpan uang dengan rapi agar tidak mudah jatuh saat kamu bertransaksi. Dengan bersikap hati-hati, kamu bisa terhindar dari masalah yang tidak perlu.
Liburan ke Thailand akan jauh lebih menyenangkan jika kamu tahu aturan kecil yang sering terlewat wisatawan. Jadi, pastikan kamu tetap santai tapi tetap patuh agar setiap momen perjalanan berjalan tanpa hambatan.



















