Bolehkah Ngabuburit di Masjid Sultan Singapura? Ini Aturannya!

- Masjid Sultan Singapura memperbolehkan ngabuburit, namun dengan aturan ketat terkait area duduk, waktu kunjungan, dan prioritas ruang ibadah bagi jamaah salat.
- Pengunjung wajib berpakaian sopan sesuai standar masjid; bahu, lutut tertutup, dan perempuan mengenakan penutup kepala sebelum masuk ke area dalam.
- Makanan berbuka hanya boleh dikonsumsi di pelataran luar atau sekitar Kampong Glam, sementara ruang salat utama tetap steril demi kebersihan dan kegiatan ibadah.
Wisata religi ke Singapura sering terasa kurang lengkap tanpa mampir ke Masjid Sultan yang berdiri megah di kawasan Kampong Glam. Selama Ramadan, area sekitarnya berubah menjadi lebih hidup karena dipenuhi bazar makanan, lampu hias, dan aktivitas warga yang menunggu waktu berbuka.
Banyak pelancong kemudian bertanya apakah mereka boleh ikut ngabuburit di dalam kompleks masjid tersebut, ya? Jawabannya boleh, tetapi tidak sepenuhnya bebas, karena ada sejumlah ketentuan yang harus dipahami sejak awal. Berikut aturan detail yang perlu diketahui sebelum ngabuburit di Masjid Sultan Singapura.
1. Area tunggu berbuka hanya tersedia di titik tertentu

Ngabuburit di Masjid Sultan tidak dilakukan di sembarang tempat, karena pengelola sudah menata alur kunjungan dengan cukup rapi. Pelataran depan dan sisi samping masjid menjadi lokasi yang paling sering digunakan untuk menunggu magrib. Bagian dalam ruang salat utama biasanya hanya boleh dimasuki jika berniat beribadah, bukan sekadar duduk santai. Petugas sukarelawan biasanya berjaga untuk mengarahkan posisi duduk agar tidak mengganggu jamaah tetap.
Pengaturan ini berkaitan dengan kapasitas masjid yang sering penuh menjelang waktu salat. Saat Ramadan, jumlah jamaah lokal meningkat cukup signifikan, sehingga ruang ibadah diprioritaskan untuk kegiatan salat berjemaah. Situasi tersebut membuat pelataran luar menjadi area yang paling nyaman untuk menunggu waktu berbuka.
2. Busana harus sesuai standar masuk ruang ibadah

Masjid Sultan menerapkan standar berpakaian yang cukup jelas bagi siapa pun yang ingin masuk ke area dalam. Bahu, lengan atas, serta bagian lutut wajib tertutup, sementara perempuan diminta mengenakan penutup kepala saat memasuki ruang salat. Jika pakaian belum sesuai, petugas biasanya menyediakan jubah panjang yang bisa dipinjam secara gratis. Proses peminjaman dilakukan di pintu masuk dan cukup cepat.
Ketentuan ini berlaku sepanjang hari, termasuk saat Ramadan. Bagi pelancong yang ingin ngabuburit, datang dengan pakaian yang sudah sesuai akan menghemat waktu. Selain itu, suasana masjid terasa lebih nyaman ketika semua orang mengikuti aturan yang sama. Penampilan yang sopan juga memudahkan berpindah dari area wisata ke ruang ibadah tanpa perlu persiapan tambahan.
3. Makanan berbuka tidak boleh dikonsumsi di dalam bangunan utama

Membawa kurma atau minuman untuk berbuka memang diperbolehkan, tetapi tidak semua area bisa digunakan untuk makan. Ruang salat utama serta bagian dalam masjid termasuk zona bebas konsumsi makanan. Biasanya, aktivitas berbuka dilakukan di pelataran luar atau di sekitar kawasan Kampong Glam. Banyak pengunjung memilih berpindah ke deretan restoran halal di Bussorah Street setelah azan magrib.
Aturan ini berkaitan dengan kebersihan serta perawatan bangunan bersejarah yang sudah berdiri sejak abad ke-19. Selain itu, masjid sering mengadakan buka puasa bersama khusus bagi komunitas tertentu, sehingga area dalam perlu tetap steril. Memahami aturan ini penting, agar tidak perlu berpindah tempat secara mendadak saat waktu berbuka tiba. Dengan begitu, suasana ngabuburit tetap terasa santai.
4. Jam kunjungan wisata berbeda dengan waktu ibadah

Masjid Sultan memiliki jadwal kunjungan wisata yang berbeda dari waktu salat berjemaah. Tur biasanya dibuka pada jam siang hingga sore hari sebelum waktu ibadah utama dimulai. Menjelang magrib, aktivitas wisata dibatasi agar jamaah bisa bersiap untuk salat. Situasi ini membuat pengunjung yang datang mendekati waktu berbuka harus menyesuaikan posisi atau menunggu di luar area tur.
Datang lebih awal menjadi pilihan terbaik bagi yang ingin melihat interior masjid sekaligus ngabuburit. Selain bisa menikmati arsitektur kubah emas dan kaligrafi, waktu tersebut juga memungkinkan mengambil foto dengan lebih leluasa. Setelah jam tur berakhir, suasana masjid berubah menjadi lebih fokus pada kegiatan ibadah. Perubahan ini terasa cukup jelas bagi yang baru pertama kali berkunjung.
5. Suasana ngabuburit terasa hidup di sekitar Kampong Glam

Banyak pelancong justru memilih menunggu waktu berbuka di sekitar masjid, bukan di dalamnya. Jalan Bussorah Street yang berada tepat di depan masjid biasanya dipenuhi stan makanan, mulai dari kebab, biryani, hingga dessert khas Timur Tengah. Lampu dekorasi dan keramaian pejalan kaki membuat suasana menjelang magrib terasa meriah. Pemandangan kubah masjid yang terlihat dari kejauhan menjadi latar yang khas.
Area ini juga nyaman untuk berjalan santai sambil menunggu azan. Setelah waktu berbuka tiba, banyak orang langsung menuju restoran di sekitar kawasan tersebut. Perpaduan antara aktivitas ibadah dan wisata kuliner membuat pengalaman ngabuburit terasa berbeda dibanding kota lain. Inilah alasan Kampong Glam sering disebut sebagai titik Ramadan paling hidup di Singapura.
Wisata religi di Masjid Sultan tetap bisa dinikmati saat Ramadan selama memahami aturan yang berlaku di setiap area. Menunggu waktu berbuka diperbolehkan, tetapi lokasi duduk, pakaian, serta waktu kunjungan perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.
Dengan persiapan sederhana, suasana ngabuburit di Kampong Glam justru bisa terasa lebih berkesan. Jadi, sudah terbayang ingin menunggu azan magrib dari sudut mana di sekitar Masjid Sultan?




![[QUIZ] Gunung yang Cocok Didaki Berdasarkan Golongan Darahmu](https://image.idntimes.com/post/20250709/upload_b30e78706c1ba3f9b2189b870b7f9228_9e90c433-cc27-483a-9006-d00424bcfac6.jpg)
![[QUIZ] Ini Wisata Religi di Malaysia untukmu Berdasarkan Karakter Upin dan Ipin Favoritmu!](https://image.idntimes.com/post/20250220/cover-26-ff52a0c9ad0dc9c258a9d43a3be7a734.png)
![[QUIZ] Tebak Lokasi Wisata Religi Populer di Dunia Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250518/pexels-mutahir-jamil-3609907-11667465-f6ec56df3b789ce283e7146ded1ac25f.jpg)










