Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Alasan Kenapa Posisi Duduk Berpengaruh saat Evakuasi Pesawat

ilustrasi penumpang pesawat
ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/Kelly)

Saat naik pesawat, posisi duduk biasanya dipilih berdasarkan kenyamanan atau preferensi pribadi. Kamu mungkin memilih kursi dekat jendela agar bisa menikmati pemandangan atau kursi lorong supaya lebih leluasa bergerak. Gak sedikit pula penumpang yang mempertimbangkan jarak ke toilet atau ruang kaki yang lebih lega. Namun, ada satu aspek penting yang jarang dipikirkan, yaitu pengaruh posisi duduk terhadap proses evakuasi darurat. Dalam kondisi kritis, letak kursi bisa menentukan seberapa cepat dan aman kamu keluar dari pesawat. Hal ini menjadikan posisi duduk sebagai faktor keselamatan yang patut diperhatikan.

Keadaan darurat menuntut respons cepat, terarah, dan minim kesalahan. Situasi kabin yang penuh tekanan membuat segala keputusan terasa lebih sulit. Kamu gak hanya bergantung pada arahan kru, tapi juga pada kondisi sekitar tempat dudukmu. Posisi duduk memengaruhi jarak ke pintu darurat, ruang gerak, serta kemampuan melihat jalur evakuasi. Faktor-faktor ini biasanya luput dari perhatian saat kondisi normal. Padahal, pemahaman sederhana mengenai posisi duduk bisa membantu kamu lebih siap menghadapi situasi tak terduga. Inilah alasan mengapa posisi duduk memiliki peran penting dalam keselamatan penerbangan.

1. Jarak ke pintu darurat menentukan kecepatan evakuasi

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Jeffry Surianto)

Posisi duduk sangat berkaitan dengan jarak menuju pintu darurat terdekat. Semakin dekat jaraknya, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mencapai jalur keluar. Kamu yang duduk dekat pintu darurat cenderung memiliki peluang lebih besar untuk keluar lebih cepat. Kondisi ini menjadi sangat penting saat evakuasi harus dilakukan dalam waktu singkat. Kabin yang penuh asap atau minim pencahayaan membuat orientasi ruang menjadi sulit. Jarak yang lebih dekat membantu mengurangi kebingungan saat bergerak.

Penumpang yang duduk jauh dari pintu darurat perlu melewati lebih banyak baris kursi. Situasi ini bisa menjadi lebih rumit jika lorong dipenuhi orang atau terjadi antrean panjang. Kamu mungkin harus menunggu giliran lebih lama sebelum bisa bergerak. Waktu tunggu ini berpotensi meningkatkan risiko, terutama jika kondisi kabin memburuk. Mengetahui jarak ke pintu darurat sejak awal membantu kamu menentukan arah evakuasi yang paling memungkinkan. Kesadaran ini dapat menghemat waktu berharga dalam kondisi darurat.

2. Akses ke lorong memengaruhi kelancaran pergerakan

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Pixabay)

Kursi lorong, tengah, dan jendela menawarkan pengalaman berbeda saat evakuasi. Penumpang di kursi lorong memiliki akses langsung ke jalur utama evakuasi. Kamu gak perlu meminta izin atau menunggu penumpang lain untuk berdiri terlebih dahulu. Situasi ini memberi keuntungan dalam hal kecepatan dan fleksibilitas bergerak. Akses langsung ke lorong sangat membantu saat evakuasi dilakukan secara cepat. Pergerakan pun bisa dilakukan tanpa banyak hambatan.

Sebaliknya, penumpang di kursi tengah atau jendela harus melewati orang lain sebelum mencapai lorong. Kondisi ini bisa menjadi lebih sulit jika penumpang di sebelah panik atau bergerak lambat. Kamu mungkin harus menunggu beberapa saat sebelum bisa berdiri dan berjalan. Waktu tunggu ini bisa terasa singkat dalam kondisi normal, tapi sangat berarti dalam keadaan darurat. Posisi duduk menentukan seberapa bebas kamu bisa bergerak sejak detik pertama evakuasi. Faktor ini patut dipertimbangkan, terutama bagi penumpang yang ingin lebih siap secara mental.

3. Ruang gerak memengaruhi kemampuan bangkit dan bergerak cepat

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Marina Hinic)

Setiap posisi duduk menawarkan ruang gerak yang berbeda. Kursi di baris tertentu, seperti dekat sekat atau pintu darurat, biasanya memiliki ruang kaki lebih luas. Ruang ekstra ini memudahkan kamu untuk berdiri dan bergerak dengan cepat. Saat evakuasi, kemampuan bangkit dari kursi tanpa hambatan sangatlah penting. Gerakan yang terhambat bisa memperlambat proses keluar dari kabin. Ruang gerak yang cukup membantu menjaga keseimbangan saat berdiri.

Kursi dengan ruang terbatas dapat menyulitkan pergerakan, terutama bagi penumpang bertubuh besar atau membawa anak kecil. Kamu mungkin perlu waktu tambahan untuk menyesuaikan posisi tubuh. Kondisi ini bisa memengaruhi alur evakuasi secara keseluruhan. Ruang yang sempit juga meningkatkan risiko tersandung atau kehilangan keseimbangan. Pemahaman tentang ruang gerak di sekitar kursi membantu kamu mengantisipasi langkah yang perlu diambil. Kesiapan ini berperan penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

4. Visibilitas jalur evakuasi dipengaruhi oleh letak kursi

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Pascal Borener)

Letak kursi turut menentukan seberapa jelas kamu bisa melihat jalur evakuasi. Penumpang yang duduk di dekat lorong atau pintu darurat biasanya memiliki pandangan lebih terbuka. Kondisi ini memudahkan kamu mengenali arah lampu penunjuk di lantai kabin. Saat pencahayaan utama mati, visibilitas menjadi faktor krusial. Jalur evakuasi yang terlihat jelas membantu mengurangi kepanikan. Orientasi ruang menjadi lebih mudah dikenali.

Penumpang yang duduk jauh dari lorong biasanya memiliki pandangan terbatas. Kursi dan tubuh penumpang lain dapat menghalangi pandangan ke arah depan atau belakang kabin. Kamu mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan arah gerak. Situasi ini bisa diperparah jika kabin dipenuhi asap. Letak kursi yang strategis membantu kamu tetap fokus pada jalur keluar. Visibilitas yang baik memberi rasa aman saat bergerak di tengah kondisi darurat.

5. Posisi duduk memengaruhi peran penumpang saat evakuasi

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Brett Sayles)

Beberapa posisi duduk memiliki tanggung jawab tambahan, terutama kursi di dekat pintu darurat. Penumpang di area ini biasanya diminta membantu kru jika diperlukan. Kamu yang duduk di baris tersebut perlu memahami prosedur dasar evakuasi. Peran ini menuntut kesiapan mental dan fisik yang lebih besar. Gak semua penumpang merasa siap menjalankan tanggung jawab tersebut. Oleh sebab itu, posisi duduk bukan sekadar soal kenyamanan.

Penumpang yang gak berada di area pintu darurat tetap memiliki peran penting. Posisi duduk menentukan bagaimana kamu berinteraksi dengan penumpang lain saat evakuasi. Ada posisi yang memungkinkan kamu membantu anak-anak atau lansia dengan lebih mudah. Ada pula posisi yang membuat kamu perlu lebih mandiri. Kesadaran akan peran ini membantu kamu bersikap lebih tepat saat situasi darurat terjadi. Setiap posisi memiliki kontribusi masing-masing dalam proses evakuasi.

6. Kondisi psikologis ikut dipengaruhi oleh posisi duduk

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Atlantic Ambience)

Posisi duduk gak hanya berdampak secara fisik, tapi juga psikologis. Duduk dekat pintu darurat atau lorong sering memberi rasa lebih siap dan terkendali. Kamu bisa merasa lebih yakin karena mengetahui jalur keluar berada dalam jangkauan. Rasa percaya diri ini membantu mengurangi kepanikan saat keadaan darurat muncul. Kondisi mental yang lebih stabil memengaruhi cara kamu mengambil keputusan. Keputusan yang lebih tenang cenderung lebih tepat.

Sebaliknya, posisi duduk yang terasa sempit atau jauh dari jalur keluar bisa meningkatkan kecemasan. Kamu mungkin merasa terjebak atau sulit bergerak. Perasaan ini dapat memperburuk kepanikan jika gak diantisipasi. Kesadaran sejak awal membantu kamu menyiapkan strategi mental. Mengetahui kelebihan dan keterbatasan posisi duduk membuat kamu lebih siap secara emosional. Kesiapan mental menjadi bagian penting dari keselamatan saat evakuasi.

Posisi duduk di pesawat sering dipilih tanpa banyak pertimbangan selain kenyamanan. Padahal, letak kursi memiliki pengaruh nyata terhadap proses evakuasi darurat. Jarak ke pintu keluar, akses ke lorong, ruang gerak, hingga kondisi psikologis semuanya berkaitan erat dengan posisi duduk. Kamu gak perlu selalu memilih kursi tertentu, tapi memahami implikasinya sangatlah penting. Pengetahuan ini membantu kamu lebih siap menghadapi situasi yang gak diharapkan. Keselamatan dimulai dari kesadaran sederhana seperti ini.

Perjalanan udara yang aman melibatkan banyak faktor, termasuk sikap dan kesiapan penumpang. Kamu memiliki peran dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang di sekitar. Memahami pengaruh posisi duduk adalah salah satu bentuk kesiapan tersebut. Informasi ini mungkin terasa sederhana, tapi dampaknya bisa sangat besar dalam kondisi darurat. Setiap penerbangan memberi kesempatan untuk menjadi penumpang yang lebih sadar keselamatan. Kesadaran itu bisa menjadi pembeda saat detik-detik paling menentukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Itinerary 4 Hari 3 Malam di Phu Quoc beserta Biayanya

15 Jan 2026, 18:50 WIBTravel