5 Kota di Negara Mayoritas Non-Muslim yang Punya Banyak Masjid

- Lima kota besar di negara mayoritas non-muslim, yaitu London, Moskow, Berlin, New York, dan Paris, dikenal memiliki banyak masjid serta fasilitas ibadah yang ramah bagi wisatawan muslim.
- Setiap kota menampilkan karakter unik: London dengan ratusan masjid, Moskow dengan masjid megah berkapasitas besar, hingga Berlin yang kental nuansa Turki di distrik tertentu.
- New York dan Paris juga menunjukkan toleransi tinggi melalui keberadaan pusat kebudayaan Islam serta masjid bersejarah yang menjadi simbol inklusivitas dan destinasi wisata religi.
Ibu kota Jepang, Tokyo, telah berkembang menjadi kota sekaligus destinasi yang sangat perhatian terhadap kebutuhan wisatawan muslim. Siapa sangka jika Tokyo masuk dalam daftar kota di negara mayoritas non-muslim yang punya banyak tempat ibadah umat muslim, yakni masjid.
Tentu hal tersebut menjadi kabar baik bagi wisatawan muslim khususnya, supaya tidak kesulitan mencari tempat ibadah ketika hendak menjalankan salat. Tahu gak, sih? Selain Tokyo, kota-kota di negara non-muslim ini juga terdapat banyak masjid, lho. Kota mana saja, ya?
1. London, Inggris

London bisa dibilang sebagai salah satu kota paling kosmopolitan di dunia. Di sini, pengaruh budaya Islam sangat terasa, terutama di area-area, seperti Edgware Road atau Whitechapel. Berdasarkan berbagai sumber, di London ternyata terdapat kurang lebih 400 masjid yang tersebar di berbagai sudut kota, lho.
Salah satu masjid yang paling ikonik di London adalah London Central Mosque di Regent's Park. Masjid dengan kubah emas raksasa ini memiliki taman yang cukup syahdu dan tenang. Selain masjid besar, hampir di setiap distrik utama di London terdapat prayer room atau musala kecil. Pemerintah setempat dan komunitas muslim lokal sangat inklusif, sehingga tidak jarang gedung perkantoran hingga universitas di London menyediakan ruang khusus untuk salat bagi para mahasiswanya.
2. Moskow, Rusia

Kota yang terkenal dengan kemegahan gerejanya ini juga masuk dalam daftar kota di negara mayoritas non-muslim yang memiliki banyak masjid. Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa Moskow adalah rumah bagi salah satu populasi muslim terbesar di Eropa, lho.
Sebagai ibu kota Rusia, Moskow memiliki sejarah panjang interaksi dengan budaya Islam dari wilayah Kaukasus hingga Asia Tengah. Moscow Cathedral Mosque, salah satu masjid terbesar dan digadang-gadang sebagai tercanggih di Eropa, mampu menampung hingga 10.000 jemaah. Moscow Cathedral Mosque juga memiliki arsitektur yang megah dengan balutan warna biru dan emas yang konon menjadi simbol toleransi di Rusia.
Meskipun jumlah masjid resminya tidak sebanyak di London, ukuran masjid di Moskow sangat masif, dan komunitas muslim di kota tersebut sangat aktif. Mencari tempat salat berjemaah di hari Jumat bukanlah hal yang sukar.
3. Berlin, Jerman

Salah satu negara di Eropa, Jerman, mengalami peningkatan populasi muslim yang signifikan, terutama dari keturunan Turki. Di distrik Neukölln atau Kreuzberg, kamu akan merasa seperti sedang berada di Istanbul karena banyak plang bertuliskan camii. Dalam bahasa Turki, camii memiliki arti masjid.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid-masjid di Berlin sering kali berfungsi sebagai pusat kebudayaan tentang Islam yang terbuka untuk umum, lho. Karena itu, Belin masuk dalam daftar kota di negara non-muslim yang terdapat banyak masjid.
4. New York, Amerika Serikat

Sebagai kota multietnis, perkembangan Islam di New York meningkat. Selain ada tradisi salat tarawih berjamaah yang dilakukan di Times Square, kota yang tidak pernah tidur ini juga terdapat banyak masjid, lho.
New York memiliki ratusan masjid dan musala yang terselip di antara gedung-gedung pencakar langit Manhattan hingga pemukiman padat di Queens dan Brooklyn. Islamic Cultural Center of New York di Upper East Side sendiri jadi titik utama umat Islam di kota ini, lho. Konon ada yang menyebut jika mencari tempat salat di New York sering kali semudah mencari gerai kopi.
5. Paris, Prancis

Meskipun Prancis dikenal sebagai negara yang memiliki kebijakan sekularisme sangat ketat, Paris tetap menjadi rumah bagi salah satu masjid paling bersejarah di Eropa Barat, yaitu Grande Mosquée de Paris. Masjid tersebut dulunya dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi tentara muslim yang membantu Prancis selama Perang Dunia I.
Selain masjid agung, terdapat puluhan masjid kecil dan pusat komunitas Islam di pinggiran kota Paris, lho. Di daerah-daerah seperti Arondisemen ke-18, suasana Islaminya sangat kental dengan banyaknya toko buku Islam hingga restoran halal. Bagi turis, keberadaan Grande Mosquée de Paris tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga menjadi destinasi wisata karena taman-tamannya yang indah serta kedai tehnya yang autentik.
Kota-kota di negara non-muslim, seperti London, Moskow, Berlin, New York, dan Paris, telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang bagi penyediaan fasilitas publik. Kelima kota tadi cocok sekali jadi pilihan destinasi ramah umat muslim, lho. Jadi, kapan merencanakan perjalanan liburan ke sana?
![[QUIZ] Dari Lagu Religi Ramadan Favoritmu, Kamu Bakal Pelesiran ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20221114/img-20221114-072034-9d2bf6657d15fcbc12338e2c325d9ffd.jpg)




![[QUIZ] Kami Tahu Kamu Bakal Salat Tarawih di Masjid Bersejarah Ini](https://image.idntimes.com/post/20260227/upload_81de37bc19637132b36f826b079257f9_28f56781-244e-4b80-beb1-c2356dca4e34.jpg)












