Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Etika Bermain di Playground yang Sering Dilupakan Orangtua
ilustrasi bermain di playground (unsplash.com/Rainier Ridao)

Mengajak anak bermain ke playground sering jadi cara sederhana untuk quality time bersama keluarga sekaligus membantu mereka belajar bersosialisasi. Di tempat bermain ini, anak-anak belajar antre, berbagi, hingga berinteraksi dengan banyak orang di luar rumah. Namun karena digunakan bersama-sama, ada etika bermain di playground yang penting dipahami oleh anak maupun orangtua.

Sayangnya, aturan bermain di playground sering dianggap sepele karena banyak yang tidak tertulis secara langsung. Padahal, kebiasaan sederhana seperti menunggu giliran, menjaga sikap, hingga menghormati pengunjung lain bisa membuat suasana bermain terasa lebih aman dan nyaman untuk semua orang. Nah, supaya waktu bermain anak tetap menyenangkan, yuk pahami dan ajarkan pada si kecil beberapa aturan playground yang sering terlupakan berikut ini!

1. Menghormati hak milik orang lain

ilustrasi anak kecil sedang bermain (pexels.com/Kampus Production)

Mengajari si kecil buat menghargai barang milik orang lain itu penting, apalagi waktu lagi seru-seruan di tempat umum seperti taman bermain. Mereka perlu paham sejak dini kalau mengambil mainan yang bukan haknya tetap gak bisa dibenarkan, bahkan saat gak ada mata yang mengawasi. Lewat pemahaman sederhana ini, anak-anak bakal belajar caranya menghormati batasan dan hak orang lain dengan cara yang seru.

​Prinsip dasar ini ampuh banget buat membangun rasa aman dan saling percaya antar sesama anak saat mereka lagi asyis bersosialisasi. Bayangkan betapa tenangnya suasana bermain kalau setiap anak bisa saling menjaga tanpa perlu khawatir mainan mereka bakal hilang atau tertukar. Nah, menanamkan kebiasaan positif ini sejak dini jelas bakal menciptakan vibes taman bermain yang ramah, rukun, dan menyenangkan buat semua orang.

2. Menjaga ucapan dan berkomunikasi dengan sopan

ilustrasi anak kecil (unsplash.com/Edi Libedinsky)

Anak-anak itu ibarat spons yang mudah menyerap informasi sampai kata-kata di sekitar mereka, jadi orangtua wajib menjaga lisan dan nada bicara saat di taman bermain. Dengan konsisten memilih kosakata yang positif, kita sebenarnya sedang memberikan contoh nyata yang bakal mereka tiru. Langkah sederhana ini gak cuma mengajarkan anak cara berkomunikasi yang keren, tapi juga bikin suasana taman bermain jadi jauh lebih ramah.

​Memilih kalimat dengan bijak juga menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga lain yang sedang menghabiskan waktu di sana. Ketika semua orang tua kompak menjaga bahasanya tetap positif, energi kebersamaan yang hangat bakal langsung terasa di lingkungan sekitar. Makanya, penting banget bisa menularkan good vibes lewat ucapan yang santun demi kenyamanan bersama.

3. Mengajarkan berbagi dan bergantian

ilustrasi anak bermain (unsplash.com/@paige_cody)

Saat bermain di playground, anak juga perlu belajar bahwa semua permainan digunakan bersama-sama. Karena itu, mereka mungkin tidak bisa langsung memakai ayunan, perosotan, atau wahana yang sedang digunakan anak lain. Mengajarkan anak untuk menunggu giliran tanpa berebut bisa jadi langkah sederhana untuk membantu mereka belajar sabar sejak kecil.

Kebiasaan antre dan bergantian juga membantu anak memahami bahwa semua orang punya kesempatan yang sama untuk bermain. Dari situ, anak perlahan belajar menghargai orang lain sekaligus mengendalikan emosinya saat berada di tempat umum. Meski terlihat sederhana, etika bermain di playground seperti ini bisa jadi bekal penting untuk kehidupan sosial mereka di masa depan.

4. Membereskan mainan dan membuang sampah pribadi pada tempatnya

ilustrasi meja bermain anak (unsplash.com/Compagnons)

Sebagai area bermain umum yang digunakan bersama, orangtua juga perlu mengajarkan anak untuk membereskan barang setelah selesai bermain. Misalnya saat anak memakai mainan bersama, memindahkan kursi kecil, atau membuat area bermain jadi berantakan karena pasir dan tisu, mereka bisa dibiasakan untuk merapikannya kembali. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini membantu anak memahami pentingnya menjaga fasilitas umum agar tetap nyaman digunakan bersama.

Anak tentu tetap bebas bereksplorasi dan bermain sesuka hati, tetapi setelah selesai mereka perlu diajak untuk mengembalikan barang ke tempat semula. Dari kebiasaan kecil ini, anak bisa belajar tentang tanggung jawab dengan cara yang ringan dan natural. Selain membuat playground tetap bersih dan aman, suasana bermain juga jadi lebih nyaman untuk pengunjung lain yang datang setelahnya.

5. Menghindari bermain terlalu kasar

ilustrasi bermain di playground (unsplash.com/Rainier Ridao)

Playground memang jadi tempat yang menyenangkan untuk anak bebas bergerak dan menghabiskan energi. Namun, orangtua juga perlu mengingatkan anak agar tidak bermain terlalu kasar, seperti mendorong, menarik teman, atau bercanda berlebihan saat menggunakan wahana permainan. Dengan begitu, suasana playground bisa tetap aman dan nyaman untuk semua anak yang sedang bermain bersama.

Selain itu, setiap permainan di playground juga dirancang untuk digunakan dengan cara tertentu. Misalnya perosotan digunakan untuk meluncur bergantian, bukan dipanjat dari arah depan saat ada anak lain yang sedang bermain. Saat anak memahami batas aman ketika bermain, mereka tetap bisa bebas bersenang-senang tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain di area playground.

6. Menyesuaikan jarak pengawasan dan membiarkan anak bersosialisasi

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Barbara Olsen)

Cara orangtua mengawasi anak di playground sebenarnya bisa disesuaikan dengan usianya. Kalau masih balita, orangtua atau wali memang harus menempel dekat-dekat supaya aman tapi jangan sampai membatasi rasa penasaran mereka. Nah, kalau anaknya sudah agak besar, bisa dipantau dari jauh saja sambil tetap siaga kalau mereka butuh bantuan.

​Selain itu, biarkan anak-anak mengenali batas kemampuan tubuh mereka sendiri lewat permainan. Daripada buru-buru menggendong ke wahana yang tinggi, lebih baik biarkan mereka memanjat sedapatnya. Lewat proses ini, anak akan belajar lebih mandiri, percaya diri, dan tahu sendiri mana batas aman buat mereka.

​Playground bisa jadi tempat yang asyik buat anak maupun orang tua untuk bersosialisasi. Makanya, kita tidak perlu selalu membuntuti atau ikut campur dalam setiap interaksi yang mereka lakukan. Sesekali memberi mereka ruang sambil tetap memantau justru bikin anak main lebih lepas dan suasana jadi terasa santai.

Pada akhirnya, etika bermain di playground bukan hanya tentang aturan sederhana saat anak berada di area bermain, tetapi juga tentang cara mereka belajar menghargai orang lain sejak kecil. Mulai dari antre, berbagi permainan, hingga menjaga sikap saat bermain bersama, semua kebiasaan kecil ini bisa membantu menciptakan playground yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk semua pengunjung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article