Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Base Weight Hiking dan Bagaimana Cara Menghitungnya dengan Benar?

ilustrasi pendaki menggunakan daypack
ilustrasi pendaki menggunakan daypack (pexels.com/Katya Wolf)

Buat kamu yang hobi naik gunung atau lagi mulai serius di dunia hiking, istilah base weight hiking pasti sering muncul. Apalagi kalau kamu ngulik konten ultralight hiking, base weight hampir selalu jadi topik utama. Tapi sebenarnya, apa itu base weight hiking dan kenapa penting banget buat pendaki?

Secara sederhana, base weight adalah berat seluruh perlengkapan di dalam tas, tidak termasuk barang habis pakai. Konsep ini dipakai buat membantu pendaki mengontrol beban bawaan agar lebih ringan, efisien, dan ramah buat tubuh.

Nah, supaya gak cuma ikut tren, yuk pahami base weight hiking dari dasar sampai cara menghitungnya dengan benar.

1. Apa itu base weight hiking?

ilustrasi pendaki menggunakan daypack
ilustrasi pendaki menggunakan daypack (pexels.com/Peter Fowler)

Base weight adalah total berat perlengkapan inti yang kamu bawa selama hiking. Barang-barang ini biasanya tetap ada dari awal sampai akhir pendakian, tidak peduli berapa hari kamu di gunung.

Yang termasuk base weight antara lain:

  • Tas carrier atau backpack
  • Tenda atau shelter
  • Sleeping bag dan matras
  • Pakaian cadangan
  • Alat masak dan peralatan pribadi

Sementara itu yang tidak termasuk base weight adalah barang consumable seperti air minum, makanan, bahan bakar, dan obat-obatan yang habis dipakai. Konsep ini populer karena semakin ringan base weight kamu, semakin kecil risiko cedera, kelelahan, dan masalah lutut saat turun gunung.

2. Kenapa base weight penting buat pendaki?

ilustrasi mendaki bersama guide lokal
ilustrasi mendaki bersama guide lokal (pexels.com/Kamaji Ogino)

Banyak pendaki pemula fokus ke total berat tas, padahal base weight jauh lebih krusial. Air dan makanan memang berat, tapi bisa habis. Base weight gak akan berkurang selama perjalanan.

Dengan base weight yang terkontrol:

  • Stamina lebih awet
  • Langkah jadi lebih stabil
  • Recovery tubuh lebih cepat
  • Pendakian jadi lebih aman dan nyaman

Makanya, pendaki berpengalaman lebih suka “mengulik gear” daripada menambah otot.

3. Cara menghitung base weight hiking dengan benar

ilustrasi packing peralatan pendakian
ilustrasi packing peralatan pendakian (pexels.com/Timur Weber)

Berikut ini langkah paling simpel buat menghitung base weight hiking ala pendaki profesional:

  • Siapkan semua perlengkapan inti
    Kumpulkan seluruh gear yang bakal kamu bawa, mulai dari tas, tenda, pakaian, sampai peralatan masak. Pastikan tidak ada air, makanan, atau bahan bakar di dalamnya.
  • Timbang satu per satu perlengkapan
    Gunakan timbangan digital. Catat berat masing-masing item supaya kamu tahu mana yang paling menyumbang beban terbesar.
  • Pisahkan consumable dan non-consumable
    Air, makanan, gas, dan obat masuk kategori consumable, jadi gak dihitung ke base weight. Fokus hanya ke barang yang gak akan habis.
  • Jumlahkan total berat non-consumable
    Setelah semua dicatat, jumlahkan seluruh berat perlengkapan inti. Angka inilah yang disebut base weight kamu.

Sebagai gambaran:

  • Base weight di atas 10 kg = konvensional
  • Base weight 7–10 kg = lightweight
  • Base weight di bawah 7 kg = ultralight

4. Tips menurunkan base weight tanpa mengorbankan keamanan

ilustrasi mendaki gunung sendirian
ilustrasi mendaki gunung sendirian (pexels.com/Maël BALLAND)

Menurunkan base weight bukan berarti nekat. Prinsipnya tetap aman dan fungsional. Beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Pilih gear multifungsi
  • Ganti perlengkapan lama yang terlalu berat
  • Bawa pakaian secukupnya
  • Hindari barang “kalau-kalau” yang jarang dipakai

Ingat, tujuan base weight bukan pamer ringan, tapi bikin pendakian lebih efisien dan menyenangkan.

Sekarang kamu sudah tahu apa itu base weight hiking dan cara menghitungnya dengan benar. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa lebih bijak memilih perlengkapan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pendakian.

Kalau kamu serius ingin naik level sebagai pendaki, mulai sekarang coba timbang tasmu. Bisa jadi, yang bikin capek bukan jalurnya, tapi base weight kamu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Gandeng OTA Indonesia, Resort World Genting Permudah WNI Liburan ke Malaysia

22 Jan 2026, 15:00 WIBTravel