Apa Itu Digital Arrival Card? Ini Informasi Lengkapnya!

- Digital arrival card adalah formulir kedatangan elektronik bagi turis asing, menggantikan kartu kertas dan mengintegrasikan data penumpang dengan sistem imigrasi negara tujuan.
- Di Indonesia, deklarasi dilakukan gratis melalui All Indonesia sejak tiga hari sebelum hingga hari kedatangan, mencakup imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina serta menghasilkan kode QR.
- Digital arrival card berbeda dari visa; pengisian memerlukan data paspor, perjalanan, akomodasi, kesehatan atau barang bawaan, dengan informasi harus akurat dan melalui situs resmi.
Ada sensasi tersendiri ketika pesawat mulai mendekati negara tujuan. Pemandangan dari jendela perlahan berganti, sementara rencana liburan sudah terbayang di kepala. Tapi, sebelum benar-benar memulai petualangan, kamu masih harus melewati satu tahap penting sebelum mengunjungi negara baru yaitu proses kedatangan. Di sinilah digital arrival card menjadi bagian dari persiapan perjalanan yang perlu diketahui.
Buat kamu yang baru pertama kali mendengar istilah ini, mungkin muncul pertanyaan; apa itu digital arrival card? Lalu, dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mengisinya? Nah, agar gak bingung tentang digital arrival card saat traveling, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, yuk!
1. Apa itu digital arrival card?

ilustrasi mengisi formulir online (pexels.com/Kindel Media) Secara sederhana, digital arrival card adalah formulir kedatangan dalam bentuk digital atau elektronik yang wajib diisi oleh turis asing sebelum memasuki suatu negara untuk menggantikan kartu kedatangan berbasis kertas. Formulir ini berisi informasi penumpang dan perjalanan, serta berfungsi mempercepat proses pemeriksaan di imigrasi karena data telah terintegrasi secara online dengan sistem keimigrasian setempat.
Di Indonesia, layanan ini terintegrasi dalam platform All Indonesia. Penumpang pesawat internasional dapat melakukan deklarasai kedatangan yang mencakup beberapa kebutuhan sekaligus, seperti keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina.
Pengisian digital arrival card melalui aplikasi tersebut dapat dilakukan mulai 3 hari sebelum kedatangan hingga hari kedatangan. Setelah data selesai dikirim, penumpang akan mendapatkan kode QR yang nantinya digunakan dalam proses kedatangan. Pengisian formulir melalui All Indonesia tidak dipungut biaya.
2. Apa bedanya digital arrival card dengan visa?

ilustrasi kedatangan di bandara (pexels.com/Muneeb Babar) Seringkali, digital arrival card dan visa dianggap sebagai dokumen yang sama. Padahal, keduanya punya fungsi yang berbeda.
Visa berkaitan dengan ketentuan izin keimigrasian seseorang untuk melakukan perjalanan dan mengajukan masuk ke suatu negara berdasarkan tujuan serta jenis visa yang dimiliki. Sedangkan digital arrival card merupakan deklarasi kedatangan yang isinya berkaitan dengan data penumpang, perjalanan, serta informasi lain yang diperlukan oleh pihak berwenang ketika seseorang tiba di negara tujuan.
Jadi, mengisi digital arrival card bukan berarti sudah memiliki visa. Jika suatu negara mensyaratkan visa untuk kewarganegaraan atau tujuan perjalanan tertentu, wisatawan tetap harus mengurus visa sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Beberapa hal yang disiapkan untuk mengisi digital arrival card

ilustrasi paspor (pexels.com/RDNE Stock project) Supaya proses pengisian digital arrival card lebih cepat dan gak ribet, kamu bisa mempersiapkan beberapa informasi sebelum mulai mengisinya. Paspor menjadi dokumen utama yang perlu disiapkan. Data pada paspor digunakan dalam pengisian informasi penumpang dalam digital arrival card.
Selain itu, siapkan informasi penerbangan dan perjalanan, termasuk tanggal kedatangan serta detail transportasi yang digunakan. Informasi akomodasi termasuk nama hotel, alamat tempat menginap di negara tujuan pun harus dipersiapkan. Tidak hanya itu saja, deklarasi tambahan seperti riwayat kesehatan atau informasi barang bawaan juga harus disiapkan. Hal ini mencakup ketentuan bea cukai serta barang yang berkaitan dengan karantina.
Karena pengisian dapat dilakukan beberapa hari sebelum kedatangan, sebaiknya jangan menunggu sampai tiba di bandara. Luangkan waktu sebentar sebelum berangkat agar proses kedatangan bisa lebih praktis.
4. Kesalahan yang sering terjadi saat pengisian digital arrival card

ilustrasi mengisi formulir online (pexels.com/Anna Shvets) Meski terlihat sederhana, pengisian digital arrival card tetap perlu dilakukan dengan teliti. Salah memasukkan data bisa membuat proses kedatangan menjadi kurang lancar.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengisi data tidak sesuai dengan paspor. Pastikan nama, nomor paspor, kewarganegaraan, dan informasi pribadi lainnya ditulis sesuai dokumen perjalanan. Jangan sampai ada typo hanya karena terburu-buru mengisinya.
Kesalahan berikutnya adalah salah memasukkan informasi penerbangan atau tanggal kedatangan. Sebelum menekan tombol kirim, cek kembali detail penerbangan yang sudah dimasukkan. Hal kecil seperti ini bisa membuat data deklarasi tidak sesuai dengan perjalanan sebenarnya.
Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak mengisi formulir melalui situs yang tidak resmi. Terakhir, jangan lupa menyimpan atau memastikan kode QR sudah tersedia setelah deklarasi sistem. Dengan begitu, kamu gak perlu panik mencari-cari bukti pengisian ketika sudah berada di bandara.
Pada akhirnya, digital arrival card adalah formulir kedatangan digital yang perlu diketahui wisatawan sebelum melakukan perjalanan internasional. Perlu diingat bahwa digital arrival card berbeda dengan visa sehingga keduanya tidak bisa saling menggantikan. Dengan menyiapkan paspor, detail perjalanan, alamat tujuan, dan informasi barang bawaan sejak awal, proses pengisiannya bisa dilakukan dengan lebih mudah serta perjalanan pun terasa lebih tenang.









![[QUIZ] Member ATEEZ yang Menemanimu Nonton Event Dieng Culture](https://image.idntimes.com/post/20240622/img-20240622-104621-fb3eae35599fb8471cb9a2073c1b2b0f.jpg)
![[QUIZ] Taman Hiburan di Jepang yang Sesuai dengan Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260320/f36d770a-450f-4aee-8c95-2f20175cdc60_5d6f2aa3-84c9-4006-bb08-984f29cf9f4c.jpeg)









