Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Pesawat Baling-baling? Ini Pengertian dan Aturan Lengkapnya

ilustrasi pesawat baling-baling
ilustrasi pesawat baling-baling (unsplash.com/Nopparuj Lamaikul)
Intinya sih...
  • Pesawat baling-baling (propeller/turboprop) adalah pesawat yang menghasilkan daya dorong dari baling-baling yang digerakkan mesin (piston atau turboprop), umumnya terbang di kecepatan serta ketinggian lebih rendah dibanding pesawat jet, sehingga cocok untuk rute pendek/domestik dan menjangkau wilayah terpencil.
  • Dari sisi kapasitas, pesawat baling-baling biasanya lebih kecil (sekitar 30–70 penumpang) dibanding pesawat jet komersial yang bisa menampung 100–600+ penumpang; contoh armada yang disebut adalah ATR 72/ATR 42 yang dipakai beberapa operator di Indonesia.
  • Aturan penumpang pada dasarnya sama seperti pesawat komersial: membawa identitas dan boarding pass, mengikuti pemeriksaan keamanan, mematikan perangkat saat take-off/landing, serta mengikuti instruksi keselamatan; sabuk pengaman disarankan dipakai selama penerbangan karena pesawat lebih kecil dan lebih rentan guncangan.
  • Aturan bagasi cenderung lebih ketat karena keterbatasan ruang: bagasi kabin umumnya 7 kg (plus tas kecil), sedangkan bagasi tercatat bervariasi tergantung kapasitas kursi (sekitar 10–15 kg untuk pesawat >30 kursi, atau 0–10 kg untuk yang lebih kecil) dan sering kali tidak gratis, sehingga kelebihan berat/ukuran dapat dikenai biaya tambahan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Transportasi udara menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk bepergian jarak jauh karena mampu menghemat waktu perjalanan secara signifikan.

Selain pesawat jet komersial yang umum digunakan pada rute jarak jauh, ada pula jenis pesawat yang sering melayani penerbangan jarak pendek dan wilayah terpencil yaitu pesawat baling-baling. Meski ukurannya lebih kecil, pesawat ini mempunyai peran penting dalam menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Berikut ulasan lengkap tentang apa itu pesawat baling-baling dan aturan naik yang berlaku. Termasuk juga ketentuan penumpang dan bagasi agar perjalanan udara dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Table of Content

1. Pengertian pesawat baling-baling

1. Pengertian pesawat baling-baling

ilustrasi pesawat baling-baling
ilustrasi pesawat baling-baling (unsplash.com/Bornil Amin)

Sesuai dengan namanya, pesawat baling-baling adalah pesawat yang menggunakan baling-baling atau propeller yang digerakkan mesin, entah itu piston atau turboprop untuk menghasilkan daya dorong. Pesawat ini terbang dengan kecepatan lebih rendah dari pesawat komersil biasanya di ketinggian rendah hingga menengah, sehingga sering digunakan untuk rute pendek atau domestik. Cara kerja ini berbeda dengan pesawat jet yang mengandalkan mesin jet yang dirancang untuk kecepatan dan kemampuan terbang di ketinggian sehingga kerap dipakai untuk penerbangan jarak jauh atau internasional.

Pesawat baling-baling umumnya berukuran lebih kecil dengan kapasitas rendah antara 30 - 70 penumpang. Sebaliknya, pesawat komersial biasa atau jet berukuran jauh lebih besar dengan kapasitas penumpang tinggi antara 100 hingga 600 lebih penumpang.

Contoh beberapa maskapai di Indonesia yang menggunakan pesawat baling-baling di antaranya seperti ⁠Wings Air yang sering menggunakan ATR 72 untuk menjangkau kota-kota kecil di Indonesia. Lalu, ada ⁠Citilink yang juga mengoperasikan ATR 72, ⁠dan Fly Jaya yang fokus pada rute regional dengan armada ATR 72 untuk konektivitas antarkota sekunder.

Selain itu, ada juga Indonesia Air Transport (IAT) yang menggunakan ATR 42-500 untuk penerbangan charter dan kargo, serta pernah digunakan untuk bantuan bencana. ⁠Maskapai lainnya ada Dinomin Air, dengan pesawat baling-baling lebih kecil kapasitas 12 kursi dan melayani rute-rute Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Sabu, Ende, Waingapu.

2. Aturan naik pesawat baling-baling bagi penumpang

ilustrasi penumpang pesawat
ilustrasi penumpang pesawat (unsplash.com/Bernd 📷 Dittrich)

Bagi penumpang, aturan naik pesawat baling-baling umumnya sama dengan pesawat komersial biasa. Penumpang wajib membawa kartu identitas, boarding pass, dan mematikan perangkat elektronik saat lepas landas atau mendarat. Selain itu, penumpang juga wajib mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan keamanan di bandara, serta instruksi keselamatan termasuk penggunaan sabuk pengaman yang disarankan untuk dipakai di sepanjang perjalanan demi keamanan mengingat ukuran pesawat ini yang lebih kecil dari pesawat biasanya sehingga lebih rentan terhadap guncangan.

3. Aturan bagasi pesawat baling-baling bagi penumpang

ilustrasi koper
ilustrasi koper (unsplash.com/Alexander Lunyov)

Meski peraturan naik pesawat baling-baling sama dengan pesawat jet, ada peraturan lebih ketat terkait berat dan ukuran bagasi karena keterbatasan ruang kabin dan kapasitas kargo. Untuk bagasi kabin, ukurannya sama dengan penerbangan komersial biasa yakni 7 kilogram dengan ukuran lebih kecil sesuai ketentuan maskapai dan satu tas laptop atau tas tangan kecil.

Sedangkan untuk bagasi tercatat, di pesawat baling-baling dengan lebih dari 30 kursi, memperbolehkan bawaan penumpang seberat 10 - 15 kilogram per penumpang. Untuk jumlah kursi yang lebih sedikit, diperbolehkan membawa bagasi tercatat sekitar 0 - 10 kilogram. Biasanya, bagasi tercatat ini tidak disediakan gratis seperti pada pesawat besar alias penumpang yang membawa bagasi tambahan perlu membayar biaya lebih.

Berdasarkan aturan yang ada, etiap penumpang wajib mematuhi batas ukuran dan berat agar tidak dikenakan biaya tambahan. Jika barang bawaan melebihi ukuran atau berat yang diperbolehkan, maskapai dapat meminta penumpang membayar biaya bagasi berlebihan atau memindahkan barang ke kargo jika tersedia dengan biaya tertentu.

Pesawat baling-baling merupakan solusi transportasi udara yang efektif untuk rute pendek dan menjangkau wilayah terpencil, khususnya di Indonesia. Meskipun ukuran pesawat dan sistem operasionalnya berbeda dengan pesawat besar, penumpang tetap wajib memenuhi aturan di atas sehingga perjalanan menggunakan pesawat baling-baling bisa berlangsung dengan nyaman dan tanpa kendala.

FAQ Seputar Pesawat Baling-baling

Apa itu pesawat baling-baling (propeller/turboprop)?

Pesawat baling-baling adalah pesawat yang menghasilkan daya dorong dari baling-baling (propeller) yang digerakkan mesin (piston atau turboprop). Umumnya dipakai untuk rute pendek/domestik dan melayani daerah yang sulit dijangkau.

Apa bedanya pesawat baling-baling dengan pesawat jet komersial?

Pesawat baling-baling biasanya terbang pada kecepatan lebih rendah dan ketinggian rendah–menengah, dengan kapasitas lebih kecil (sekitar 30–70 penumpang). Pesawat jet dirancang untuk kecepatan dan ketinggian lebih tinggi, kapasitas jauh lebih besar (sekitar 100–600+ penumpang), dan lebih sering dipakai untuk rute jarak jauh/internasional.

Apa saja aturan penumpang saat naik pesawat baling-baling?

Secara umum sama seperti pesawat komersial: bawa identitas dan boarding pass, ikuti pemeriksaan keamanan bandara, matikan perangkat elektronik saat lepas landas/mendarat, dan patuhi instruksi keselamatan. Sabuk pengaman disarankan dipakai selama penerbangan karena pesawat lebih kecil dan lebih rentan guncangan.

Bagaimana aturan bagasi di pesawat baling-baling?

Biasanya lebih ketat karena ruang kabin dan kargo terbatas. Bagasi kabin umumnya maksimal 7 kg (plus tas kecil seperti laptop/handbag). Bagasi tercatat bervariasi: pesawat dengan >30 kursi sekitar 10–15 kg per penumpang, sedangkan yang kapasitas lebih kecil bisa 0–10 kg. Kelebihan berat/ukuran dapat dikenai biaya tambahan atau dipindahkan ke kargo jika tersedia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
Eddy Rusmanto
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Jepang Jadi Negara Teraman di Asia 2026, Asyiknya Liburan Tenang!

19 Jan 2026, 15:42 WIBTravel